
Pagi hari.
Ailin bangun dari tidurnya dengan rasa malas seakan dia tidak rela bangun dari atas ranjangnya karena untuk Pertama kalinya Ailin akan sarapan sendirian di rumah ini sebab dari semalam Sani sudah pindah ke rumah Pak Ray. Rumah itu terasa sunyi tanpa teriakkan Sani di pagi hari yang selalu membuat kegaduhan di dalam kamarnya karena Sani suka sekali mendengarkan musik sebelum dia melakukan aktivitas nya.
Ailin meregangkan otot\-otot tulangnya dengan bergeliat kesana\-kemari mengelilingi ranjang, Ailin bangun dari ranjang dan segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Ailin mengenakan baju kerja dia tidak sarapan hari ini sebab dia tidak berselera makan karena tidak ada yang akan dia ajak bicara saat di dapur rumah itu Ailin keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu wanita itu keluar dari pintu dan tidak lupa mengunci pintu rumahnya lagi.
"Huaaaa," Ailin berteriak dengan lantang saat dia melihat Adam sudah berada di hadapannya ketika wanita itu berbalik badan.
Jantung Ailin berdetak dengan kencang seperti habis lari maraton selama beberapa jam di komplek rumahnya, Adam kaget sampai melotot saat mendengarkan teriakkan lantang kekasihnya itu.
"Ma, maafkan aku Ailin. Aku tidak sengaja mengagetkan mu," ucap Adam dengan menatap wajah Ailin yang masih kelihatan panik.
Sebenarnya Adam sudah lama menunggu Ailin di depan rumahnya pria itu tidak sendirian karena Siren juga ikut datang ke rumah Ailin namun wanita itu masih menunggu di mobil sebab dia sedang berkerja dengan laptop tipis di tangannya. Wanita itu sedang kebanjiran banyak pesanan di butiknya baju rancangan Ailin saat ini banyak di buru oleh orang biasa dan juga artis dari negara itu sebab harganya yang sangat terjangkau di kantong rakyat biasa namun ada juga yang memesan baju tersebut dengan harga mahal.
Di dalam mobil.
"Pagi Siren," sapa Ailin setelah dia duduk di kursi mobil sembari tangannya memasang sabuk pengaman.
"Pagi juga Ailin," sahut Siren balik. Siren duduk di kursi belakang sedangkan Ailin duduk di kursi depan.
__ADS_1
Selama di dalam mobil Siren banyak menceritakan perkembangan butiknya yang begitu pesat akhir\-akhir ini, Ailin sangat bahagia saat mengetahui hal itu jika banyak orang yang sudah mulai mengakui baju buatan butiknya sendiri Ailin bahkan tidak pernah menyangka jika baju yang dia ranjang bisa menembus pasaran internasional maupun dengan usaha dan juga kerja keras yang tidaklah mudah.
Awalnya Ailin hanya iseng dengan menerima pesanan baju dari luar negri namun semakin lama usahanya malah berkembang dan namanya semakin di kenal banyak orang. Ailin dan juga Adam bahkan Siren berbincang\-bincang selama di dalam mobil terdengar sesekali canda tawa renyah dari bibir keduanya.
Mobil yang di kemudikan oleh Adam berhenti di halaman butik besar dengan bercat putih tulang, itu butik terlihat elegan dengan cat putih menyelimuti seluruh ruangan ya dan beberapa dinding sengaja di berikan kaca transparan agar orang yang ada di luar butik itu bisa melihat isi di dalamnya.
"Kak Adam Terimakasih karena sudah mengantar kami," ucap Ailin dengan wajah merah seperti tomat.
Dari kursi belakang terlihat jelas wajah canggung dari kedua kekasih itu, Siren. berpamitan untuk ke luar dari mobil terlebih dahulu wanita itu berdalih ingin menelepon seseorang setelah Siren keluar dari dalam mobil hanya ada Adam dan juga Ailin saja di sana.
"Aku masuk dulu ya, Mas." Wanita itu tersipu malu saat mengatakan hal tersebut dengan membuka pintu mobil tersebut.
"Ailin," Adam menatap ke arah Ailin dengan senyum terbit di bibirnya. "Aku sangat mencintaimu," ujar Adam dengan wajah kelihatan serius.
. "Aku juga." Setelah menjawab, Ailin langsung keluar dari dalam mobil, jantung ya berdetak dengan kencang dia sudah lama tidak merasakan hal seperti ini jadi sangat wajar jika akhir-akhir ini wanita itu selalu saja merasakan canggung sekaligus malu jika sedang berhadapan dengan kekasihnya.
Butik Ailin.
Siren sudah masuk ke dalam butik itu dia melihat banyak perkerjaan yang sedang merapikan baju ada yang membersihkan butik seperti menyapu lantai dan mengelap meja kasir mereka begitu bersemangat karena hari ini adalah hari mereka gajian. Mereka pasti sudah membayangkan bonus mereka menyelinap di sela\-sela gajian mereka.
Beberapa bulan ini butik Ailin kebanjiran job dari luar negri dan juga dari dalam negeri Ailin sangat baik pada semua perkerjanya, dia sering mengajak para perkerjaan ya sekitar 20 orang untuk jalan ke mall atau sekedar makan\-makan di restoran terdekat yang ada di sebelah butiknya jika di dalam satu bulan butik itu bisa menjual baju melebihi target yang Ailin berikan.
"Siren apakah kau sudah melihat bajunya, mau kau borong semua eheheh," ucap Ailin dengan bergurau saat melihat wanita itu sibuk ke sana kemari dengan mata tidak bosan melihat dari satu baju ke baju lainnya.
"Eh, Ailin sejak kapan di belakangku?" tanya Siren yang kaget setelah wanita itu menepuk pundaknya. "aku bingung membeli yang mana karena semua sangat bagus aku rasanya ingin mengambil semua saja," bicara dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
"Sebelum butik ini di buka, semua pegawai berkumpul sebentar," semua pegawai yang sedang sibuk dengan aktivitasnya langsung berjalan mengerumuni Ailin mereka sudah tau jika Ailin biasanya memberikan gaji di pagi hari.
. "Hari ini adalah hari gaji kalian dan ini bonusnya karena kalian sudah berkerja keras selama satu bulan ini," Ailin memberikan satu persatu amplop berwarna coklat pada perkerjanya.
. "Terimakasih Nona Ailin kau memang selalu baik hati dan itu yang membuat kami betah berkerja di sini," ucap salah satu pegawai Ailin yang masih cantik mewakilkan semua pegawai lainnya.
"Kalian jangan memuji dengan berlebihan seperti itu," ucap Ailin yang sejak dulu tidak suka di puji oleh pegawainya.
Semua pegawai kembali melanjutkan perkerjaan mereka, dengan senyum terbit dari bibirnya mereka pasti bahagia karena Ailin memberikan banyak bonus bagi mereka di bukan ini. Siren bertambah kagum dengan kebaikan hati Ailin.
Adam memang sangat beruntung karena dia bisa mendapatkan wanita cantik hati dan juga jiwanya, Ailin pantas hidup bahagia walaupun aku merasakan sedikit bersedih jika melihat wanita ini dekat dengannya namun aku merestui hubungan mereka karena cinta sejati hanya ada di antara dua orang saja tidaklah lebih. Gumam Siren dalam hati dengan menatap ke arah Ailin.
"Siren kau sedang memikirkan apa?" tanya Ailin yang melihat Siren tak berkerdip saat menatapnya.
Menggoyangkan pelan kepalannya, "Eh, tidak aku akan membeli baju pengeluaran terbaru di butik mu," sahut Siren dengan kembali memilih baju yang ada pajang di manekin yang di taruh di tengah\-tengah toko itu.
Tiga bulan kemudian.
Adam dan Ailin sedang jalan\\-jalan ke mall yang ada di pusat kota, mereka berdua terlihat bahagia berjalan dengan tangan saling bergandengan, wajah canggung yang beberapa waktu lalu sempat terlihat kini mulai menghilang.
Setelah membeli banyak barang, Ailin mengajak Adan untuk makan di restoran langganan mereka, Restoran kecil dengan desain elegan lantai kayu berwarna coklat tua dengan dinding bercat abu\\-abu putih. Setelah Ailin duduk salah satu pelayan menghampiri mereka dengan membawa buku menu di tangannya. Adam mengambil buku menu itu dan memesan semua makan kesukaan Ailin.
"Kak, Adam kau masih mengingat semua makanan kesukaan ku."
"Tentu saja," sahut Adam dengan senyum terbit di bibirnya.
Adam melirik ke meja sebelah, dia melihat dua pria tampan yang sedang mengawasi Ailin dari tadi mungkin mereka terpesona dengan kecantikan Ailin.
BACA JUGA NOVEL SAYA YANG BERJUDUL "SANG PENAKLUK 2."
BAGAIMANA DENGAN KELANJUTAN EMIL DI MALAM PERTAMA DENGAN SEGALA KEPOLOSAN DAN TINGKAHNYA YANG KE KANAK\-KANAK. JANGAN LUPA MAMPIR JUGA YA GUYZ.
__ADS_1