Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Penganggu.


__ADS_3

Ini sudah hari ke enam namun Ailin masih juga belum membuka matanya masih tersisah satu hari lagi untuk Ailin bisa lolos dari fase kritis. Semoga kali ini dewi keberuntungan datang untuk membawanya kembali ke dunia nyata.


 


siang hari di kantor Jiset group.


 


'Hei kawan lihat itu, dia kan wanita yang kemarin bicara sangat akrab dengan Tuan muda. Lihat itu kulitnya sangat putih seperti susu dan tas, baju, sepatu yang dia pakai adalah barang yang sangat mahal ataukah dia kekasih tuan Radja.'' Ucap para pegawai itu bergosip di sudut kantor tersebut sembari menatap ke arah Reva dengan tatapan sinis dan iri.


Kalian pantas iri karna CEO Radja tidak pernah memandang kalian sedikitpun kan hahaha! Lihat itu rasa iri kalian sampai membuat wajah cantik para pegawai itu menjadi mak lampir karna mereka menatap Reva dengan wajah merah padam seperti tomat.


 


Reva berjalan menuju meja resepsionis, ''Apakah tuan Radja ada di dalam ruangannya?''


 


''Apakah anda sudah membuat janji terlebih dahulu Nona?'' Tanya Wanita yang sangat cantik dia bernama Ririn.


 


Menepuk jidatnya pelan dengan berdecak kesal, ''Saya lupa membuat janji, Nona Ririn coba telpon Tuan Radja dan bilang jika Reva ingin bertemu untuk mengantarkan maka siang.''


 

__ADS_1


Reva bicara sembari menunjukkan bekal yang dia taruh di wadah berwarna hitam yang bersusun tiga, yang di a bawah dari rumah tadi. Selesai bicara Ririn langsung mengikuti permintaan Reva. '' Silahkan masuk ke dalam ruangan Tuan muda,'' Ucap Ririn setelah mendapatkan persetujuan dari Radja.


 


Sani menatap ke arah Reva dengan alis hampir menyatuh, ya sahabat Ailin itu sangat marah dan murka melihat Radja malah asik berduaan dengan wanita lain sedangkan sahabatnya itu sedang berada di antar hidup dan mati. Sani terus menatap punggung Reva sampai menghilang dari pandangannya.


 


Sani berjalan menuju ruangan kerjanya, setelah sampai di ruangan tersebut Sani langsung membanting berkas yang sedang ada di tangannya itu di atas meja dengan darah mendidih. Bahkan kepala Sani seakan berdenyut-denyut melihat Radja mengabaikan sahabatnya itu. Hal yang saat ini Sani lakukan adalah wajar karna pria itu terlihat sangat keterlaluan.


 


 


Ruangan Radja,


 


 


 


''Aku tadi meminta pelayan membuatkan makanan kesukaan  mu! Kau masih suka dengan gulai ikan kan?'' Reva bicara sembari membuka bekal yang dia bawa tadi.


 

__ADS_1


''Ya, aku masih menyukainya hingga sekarang.'' Ucap Radja sembari menatap gulai ikan yang Reva bawa itu.


Aroma dari gulai ikan itu bahkan tercium sangatlah harum dan bisa membuat Radja merasa lapar dan kini perut pria itu mulai keroncongan karna tampilan gulai itu sangtlah menggoda.


 


''Ayo cepat buka mulut mu, biar aku suapi.'' Ucap Reva sembari mengerdipkan matanya.


 


''Tidak perlu biar aku makan sendiri saja.'' Radja mencoba mengelak.


 


''Ayolah, waktu masih kecil kau sering minta aku suapi kan bahkan kau akan marah jika aku menolak untuk menurutinya kan.'' Reva mencoba mengingat kejadian di masa kecilnya yang sangat bahagia bersama Radja.


 


''sekarang semua sudah berbeda kan, jangan ungkit masa lalu. Karna aku sudah meni,'' Belum sempat Radja bicara Reva langsung menyuapi pria itu dengan gulai ikan yang sangat menggoda selera itu.


 


''Hahaha! Cepatlah makan jangan memandangku seperti itu. Kau akan menikah hanya denganku saja!'' ucap Reva dengan senyuman mengembang di bibirnya itu.


 

__ADS_1


Wanita itu masih belum menyadari apa yang tadi hendak Radja bicarakan, jika di lihat dari caranya bicara sangat jelas terlihat jika Reva sangat mencintai teman masa kecilnya itu. Namun saat mereka sibuk bersenda gurau tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dengan perlahan dan membuat kedua orang itu mengarahkan pandangannya ke arah pintu yang kini sudah terbuka lebar itu.


Ya Adamlah yang tadi membuka pintu ruangan tersebut entah apa yang sedang ada dalam pikirannya namun pria itu menatap ke arah Radja dengan pandangan sinis. Mungkin saja karna Adam melihat sahabatnya itu sedang asik bersama wanita lain dan melupakan Ailin yang telah terbaring lemah di rumah sakit.


__ADS_2