
Radja mulai mengendong tubuh istrinya dan membawa wanita itu naik ke atas ranjang. Pria itu membaringkan pelan istrinya di sana dan tanganya dengan begitu lihat mematikan lampu tidur yang ada di nakas samping ranjangnya. Walaupun tanpa melihat Radja sudah tau di mana letak lampu tersebut Radja masih tak bergeming menatap istrinya itu. Tatapan mereka saling beradu kini lampu kamar itu telah padam namun masih terlihat remang-remang cahaya lampu yang ada di luar kamarnya dan menerobos masuk melalui sela-selai gorden kamar tersebut.
Radja mulai mencium lembut kening istrinya dan dengan perlahan mulai turun ke pipi putih istrinya sedangkan tangan pria itu dengai lihai berkeliarag menyusuri setiap inci lekuk tubuh molek istrinya itu.
Ailin hanya diam menikmati setiap apa yang di lakukan oleh suaminya itu karna pada dasarnya bukan hanya Radja saja yang menginginkan hal tersebut namun Ailin juga menginginkannya. Radja mulai mengulub bibir manis istrinya itu dengan lembut mereka saling menikmati cumbuan satu sama lain. RAdja mulai melepaskan kemeja yang dia pakai dan melemparnya ke segala arah di tengah kegelapan malam.
Tak lama kemudia terdengar decitan ranjang dari kamar tersebut, DI tengah gelapnya malam terdengar suara syahdu erangan dari keduanya kamar itu menjadi saksi bisu apa yang di lakukan oleh keduanya semalaman.
Matahari mulai menerobos masuk dari sela-sela gorden ke dalam kamar pengantin baru itu. Ailin yang merasa silau mulai memicingkan matanya, Ailin mulai mengerjap-ngerjapkan pelan matanya dan kini dia sedang menutupi wajahnya dengan tangan. Ailin ganti bergeliat kesana-kemari dia merasakan jika tubuhnya begitu kaku dan juga sangat lelah bahkan dia sangat malas untuk bangun di pagi hari itu. Hal tersebut sangat wajar terjadi karna Ailin tidak bisa tidur semalaman bagaimana mungkin dia bisa tidur jika sang suami terus mengulangi hal yang sama hingga senja. Ailin beru menyadari jika sang suamin sudah tidak ada di sampingnya dengan rasa malas yang sedang dia rasakan Ailin bangun dari tidurnya perlahan.
''APa sudah pukul 07.00 wib. Oh tuhan aku telat menyiapkan sarapan pagi!'' Teriak Ailin dengan mata melotot melihat ke arah jam dinding.
__ADS_1
Ailin langsung bergegas masuk ke dalalm kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut. Beberapa saat kemudian Ailin sudah selesai mandi kini tubuhnya terlihat lebih segar dari sebelumnya bahkan rasa kantuk dan malas yang sempat wanita itu rasakan tadi kini sudah hilang setelah terkena segarnya air di pagi hari. Ailin mulai berjalan ke arah dapur dia melihat para pelayang sedang sibuk melakukan perkerjaanya dan Dia meliahat ke meja makan di sana semua makanan sudah siap Wenda dan beberapa pelayan sedang sibuk meyiapkan semuanya. Saat maata AIlin sibuk melihat ke dalam dapur seseorang tiba-tiba memeluk Ailin dari belakang.
''Sayang sudah bangun?'' Sapa Radja dengan mengecup lembut pipi istrinya itu.
''Kenapa kau tidak bangunkan aku saayang, lihatlah Mama menyiapkan semuanya sendiri.'' Gerutu Ailin dengan bibir manyun dan melepaskan tangan suaminya yang sedang melingkar di pinggangnya itu.
Wenda yang sedang sibuk menuang jus ke dalam gelas segera menoleh setelah mendengar teriakan Ailin. ''Hei anak-anak ini masih pagi kenapa kalian sudah bertengkar?'' Sindir Wenda dengan menyuruh pelayan di dampingnya untuk meneruskan apa yang dia lakukan tadi.
''TIdak masalah sayang, kau pasti sangat lelah kan?'' Ujar Wenda dengan tersenyum lembut.
''Eh, apa ini kenapa Mama bisa tau jika aku sangat lelah bahkan untuk pertama kalinya aku bangun kesiangan seperti ini apakah pria ini sudah ngadu pada Mama,''
__ADS_1
''Radja tadi sudah mengantikanmu menyiapkan sarapan pagi, dia bilang kau semalaman sudah berkerja keras untuk membuatkan cucu untuk Mama, jadi Radja meminta Mama agar tidak perlu menganggu tidur lelapmu itu.'' Wenda seakan bisa mengerti apa yang di pikirkan oleh Ailin.
Tentu saja bukan karna Wenda sakti dan bisa membaca pikiran orang lain namun karna apa yang Ailin pikirkan terlihat begitu transparan sehingga sangat muda bagi wanita itu mengerti apa yang Ailin sedang pikirkan. Wenda berjalan mendahului Ailin dan Radja ingin segera kabur dari hadapan istrinya namun AIlin lebih cepat karna merasa kesal jadi wanita itu dengan sengaja menginjak kasar kaki suaminya itu sehingga Radja merigis kesakitan. Sebenarnya Wenda mengetahui apa yang di lakukan AIlin namun wanita itu hanya diam dengan tersenyum lembut melihat apa yang di lakukan oleh menantunya itu.
''Sayang, sakit,'' Radja bicara dengan nada suara terdengar lembut tak seperti biasanya.
''Lebih sakit lagi nanti malam kau tidak akan dapat jahat!'' Ucap Ailin dengan Alis hampir menyatuh.
''Aku hanya berkata jujur, jangan seperti itu.'' Ucap pria itu dengan mengikuti langkah AIlin menuju meja makan.
''Sudah diam nanti di dengar Mama!''.
__ADS_1
Karna tidak ingin membuat wanita yang ada di dampingnya lebih marah, pria itu hanya bisa diam dengan mengumpat dalam hati. Ailin tidak sepatuh seperti sebelumnya. Mungkin karna banyak hal yang terjadi padanya sehingga wanita itu berubah lebih kuat lagi terlalu banyak penderitaan yang Ailin alami dan itu bukan membuat AIlin semakin lemah tapi malah sebaliknya. Ailin berubah menjadi semkain kuat dan bisa menyelesaikan musuhnya itu memang harus terjadi karna AIlin akan banyak menghadapi ujian berat karna begitu banyak wanita yang mengincar suaminya di luar sana.