Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Merasa Terancam.


__ADS_3

Setelah para wanita itu pergi Pak Ray yang mulai penasaran dengan apa yang wanita itu bicarakan ikut mengintip dari jendela dia melihat Adam dan Sani sedang berbincang dengan sesekali diiringi canda rencah di tengah-tengah perbincangan mereka namun Pak Ray tidak mengerti apa yang sedang Adam dan Sani bicarakan. Pak Ray segera berjalan masuk kembali ke dalam ruangannya dengan mengerutkan keningnya. Selama perjalanan tak ada satu orang pun yang berani berjalan di hadapannya bahkan para pegawai itu lebih memilih menghentikan langkahnya dari pada harus berjalan dengan pria yang sedang terbakar emosi itu.


Para pegawai itu lebih memilih aman dari pada mereka harus memancing emosi pria berwajah datar itu.


Aneh tidak biasanya Tuan muda masuk ke dalam ruangan Sani, jika dilihat dari canda tawa mereka tadi sepertinya mereka tidak membicarakan masalah perkerjaan. Gumam Pak Ray dengan mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya pria itu sangat peka bahkan dia mulai curiga akan ada hal buruk yang akan merepotkannya.


Rumah Wenda.


Radja sedang memainkan laptopnya dengan duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya dia mulai merasa bosan karna sudah satu jam lebih namun Ailin belum juga kembali masuk ke dalam kamar setelah pertengkaran mereka tadi kamar itu terlihat sangat sunyi dan sepi tanpa ada alin di dalamnya, pria itu sepertinya sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Ailin hingga dia mudah bosan jika istrinya tidak berada di sampingnya dengan jangka waktu yang lama. Radja mulai berdiri dari posisi duduknya dan berjalan keluar dari kamarnya pria itu langsung menuruni tangga matanya menyapu seisi rumah namun dia tak menemukan Ailin di sana hanya ada banyak pelayan yang sedang sibuk dengan perkerjaan mereka Radja berjalan ke arah dapur. Kini Radja sudah berdiri di depan dapur matanya menyapu ke dalam dapur itu hanya ada BI Ana dan juga Wenda saja di sana. Dia mulai cemas karna tidak melihat istrinya ada di dapur karna Ailin pasti selalu menempel dengan Wenda namun kini tak terlihat batang hidung istrinya di sana. Radja mulai khawatir tanpa alasan.


Mangkanya Radja kau seharusnya tidak bersikap kasar padanya dan lihatlah wanita itu menghilang dari penglihatan mu sebentar saja kau sudah pusing tujuh keliling.


''MA, di mana Ailin?'' Bicara dengan berdiri di samping Wenda yang sedang sibuk membuat jus buah untuk Ailin.


''Kenapa kau sudah merindukannya? Setelah habis kau buat dia marah!'' Sindir Wenda dengan  seulas senyuman.


''Dari mana Mama tau? Dia habisku marahi karna terlalu cerewet,'' Elak Radja. Padahal tadi karna dia sendiri yang hendak mengucapkan kata cinta sampai AIlin yang jadi sasarannya.


''Jangan bohong! Kemarilah Mama akan bicara padamu.'' Ucap Wenda dengan berjalan menuju ruang tengah, Bi Ana langsung menggantikannya membuat jus buah untuk Ailin.


Ruang Tamu.


''Apa kau benar-benar mencintai Ailin?''

__ADS_1


''Ya!'' Menjawab singkat dengan menyandarkan punggungnya di sofa.


''Mulai sekarang kau harus bersikap baik pada putriku itu, karna jika tidak maka Mama akan menikahkannya dengan Nak Adam!'' Wenda bicara seolah-olah apa yang dia ucapkan adalah sebuah kebenaran namun wanita itu hanya ingin jika putranya bisa memperbaiki sikapnya pada Ailin. Dan lihat itu Radja sampai menarik punggungnya kasar dari sofa karna kaget setelah mendengar apa yang wenda ucapkan barusan. Kata-kata itu seakan menendang telak di otak egois pria itu dan mampu membuat hatinya seakan bergemuruh karna bingung.


''Ma, jangan bicara seperti itu. Aku akan bersikap lembut padannya mulai sekarang dan aku akan mengungkapkan isi hatiku padanya agar dia tak terus salah paham padaku.'' Radja sangat menyadari jika sikapnya itu akan semakin membuat wanita yang dia cintai semakin menjauh darinya.


Wenda terus menasehati Radja sampai  pria itu benar-benar menyadari akan kesalahan yang dia lakukan sampai membuat Ailin marah dan keluar dari rumah. Setelah beberapa saat akhirnya Wenda selesai menceramahi anaknya itu. Radja mulai berdiri dari posisi duduknya saat ini pria itu sedang gelisah dan cemburu memikirkan di mana Ailin berada dia pun segera masuk ke dalam mobil dan membanting keras pintu mobil itu. Dia melesatkan mobilnya keluar dari gerbang utama.


''Hallo Pak Ray!'' Ucap Radja dengan suara penuh penekan dan sangat terdengar jelas jika dia sedang menahan rasa marah karna Ailin pergi tanpa meminta ijin darinya terlebih dahulu.


''Ya, Tuan muda ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Pak Ray dari dalam telpon.


''Cepat cari di mana Sani sekarang. Karna Ailin sedang janji bertemu dengannya.'' Pria itu sampai memukul setir mobilnya dengan sangat kasar sampai tangannya berwarna kemerahan.


''Cepat cari tau Sani akan makan siang di mana!'' Bicara dengan melajukan mobilnya dengan sangat kencang.


''Baik Tuan muda.'' Panggilan pun berakhir.


Pak Ray langsung melaksanakan titah sang Raja yang di berikan padannya itu. Dan bukanlah hal yang sulit untuk Pak Ray bisa mengetahui di mana Ailin akan makan siang bersama. Tidak butuh waktu lama Pak Ray segera mengirimkan pesan di mana Ailin akan makan siang bersama dengan sahabatnya itu. Radja langsung melesatkan mobilnya seperti jet yang merajai jalanan kota pada siang hari, karna pria itu tak mau jika  Ailin bersama Adam dengan jangka waktu yang lama.


Restoran.


Sudah tiba waktu makan siang Adam dan Sani segera menuju ke tempat di mana Ailin sudah menunggu mereka. Kini mobil Adam sudah memasuki parkiran restoran itu mereka segera masuk ke dalam restoran. Sani celingukan mencoba mencari sahabatnya, Sani melihat seseorang sedang melambaikan tangan ke arah mereka. Sani segera menghampiri Ailin dan tersenyum ke arah wanita cantik itu.

__ADS_1


''Bheb, aku sangat merindukan mu,'' Bicara dengan melepaskan pelan pelukannya pada Ailin.


''Ayolah kau terlalu berlebihan sayang.'' Balas Ailin bdengan seulas senyuman manis tersungging dari bibirnya itu.


''Hai Kak Adam, lama kita tidak berjumpa.'' Bicara dengan mengulurkan tangannya namun Adam yang sangat merindukan Ailin malah membalas uluran tanga wanita itu dengan sebuah pelukan.


Ailin melotot karna kaget namun wanita itu hanya bisa diam karna tidak ingin Adam kecewa jika sampai Ailin berusaha melepaskan pelukannya itu. Namun Ailin tidak memiliki perasaan apa pun pada pria itu selain teman dekat saja.


Adam sangat bahagia karna dia bisa memeluk wanita yang setiap malam selalu mengganggu tidur malamnya. Bahkan rasa bahagianya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kaya namun hanya bisa terlihat dari senyuman yang terus terbit dari bibirnya manisnya. Bahkan jantungnya berdetak seakan mau lompat dari tubuhnya karna bisa dekat dengan wanita cantik dan berwajah sendu, namun begitu mempesona lebih lagi AIlin berdandan sangat cantik pada hari ini hal itu membuat Adam semakin gemetaran jika berada di dekatnya.


Semua orang yang ada di dalam restoran itu menatap ke arah Ailin dan Adam yang sedang berpelukan bahkan sebagian dari mereka menganggap jika Ailin dan Adam adalah pasangan yang sangat serasi Pak Ray mulai masuk ke dalam restoran itu dengan mata melotot saat melihat permandangan yang menurutnya sangat mengerikan itu.


Pak Ray tak bisa  membayangkan jika sampai majikannya itu mengetahui akan hal itu bisa murka dan menghancurkan restoran itu tanpa sisa jika Radja sampai datang. Namun sangat beruntung karna Adam sudah mulai melepaskan pelukannya yang bisa membuat orang bergidik ngeri sekaligus ketakutan lihatlah itu wajah Pak Ray sampai pias.


''Aku sangat merindukanmu Ailin,'' Bicara dengan melepaskan pelukannya pada wanita itu.


''Kau tidak datang menjengukku selama di rumah sakit Kak,'' wanita itu bicara dengan wajah kelihatan cemberut.


''Aku sangat jarang datang karna sangat sibuk.'' Bicara dengan seulas senyuman manis di bibirnya. Adam tidak mungkin memberitahukan pada wanita itu jika dia sempat bertengkar dengan Radja karna teman masa kecil mereka yang tiba-tiba datang dan menggoda suaminya.


''Baiklah aku paham.'' Bicara dengan hendak mendudukkan tubuhnya di kursi restoran itu.


Entah dari mana Radja datang namun pria itu langsung menahan lengan Ailin dengan alis hampir menyatuh.

__ADS_1


__ADS_2