
Wetta Hotel.
Reva tinggal di Wetta Hotel selama dia masih berada di indonesia. Kamar yang tadinya terlihat rapi dan sangat indah dengan seprai berwarna putih kamar yang berada di lantai paling atas itu adalah kamar yang sangat mewah dan malam harinya bisa melihat seluruh kota dari teras yang ada di dalam kamar tersebut. Reva sengaja memesan kamar tersebut karna awalnya dia mau mengajak Radja untuk menemaninya bermalam di sana namun yang terjadi tidak sama dengan apa yang telah dia rencanakan. Reva tak pernah menyangka jika Radja benar-benar melupakannya dan sudah mencintai wanita lain.
Pyar. . pyar. .
Reva marah dan dia melempar semua peralatan make up yang ada di atas meja riasnya. Reva mengacak-acak rambutnya dan dengan menangis tersedu-sedu wajahnya yang cantik kini tidak terlihat lagi, dia terus memangis karna hatinya sangat sakit jika mengingat Radja berpelukan dengan wanita lain di hadapanya bahkan bayangan tersebut seolah tersimpan rapi dalam memori otaknya. Kamar yang terlihat mewah dan indah itu tidak bisa membuat penghuninnya merasa tenang bahkan kamar itu sangat nyaman untuk di tempati tapi ternyata Reva tidak merasa seperti itu.
__ADS_1
''Brensekk kau Ailin, kenapa kau harus hadir dalam kehidupan dan juga Radja seharusnya aku yang menjadi istrinya tapi kenapa kau yang menjadi istrinya. Bukankan kalian hanya menikah kontrak saja tapi kenapa harus benar-benar memiliki seorang bayi." Reva marah dengan melempar bantal dan guling ke sembarang arah. "aku akan merebut kembali apa yang menjadi milikku kau lihat saja, Mama Wenda akan lebih percaya padaku dari pada dengan wanita yang hanya mengincar harta seperti dirimu." Reva beranjak dari ranjang dan langsung menuju meja riasnya.
Wanita itu menyisir rambutnya dengan jari tangan dan dia seolah sekarang sedang mengumpulkan kepercayaan dirinya untuk mendapatkan hati sahabatnya. Reva memanga cantik dan juga dia anak dari sahabat baik Wenda dan hal tersebut lah yang membuat Reva memiliki hal untuk bisa menjatuhkan Ailin dengan mudah. Entah apa yang di rencanakan oleh wanita itu namun itu pasti bukan hal yang baik jika di lihat dari senyman evil yang keluar dari bibirnya.
"Ma, bisakah kau melakukan hal ini untukku." Ucap Reva di dalam telepon setelah Ibundanya yang ada di luar negri mengangkat panggilan telepon darinya.
Sore Hari.
__ADS_1
"Kalian semua lihat apa!" Teriak Radja dengan masih membopong Ailin. Semua pegawai langsung menundukkan pandangannya mereka tidak berani menatap mata presdirnya itu. "besok adalah hari jumat dan kalian harus datang ke Hotel Marriot untuk menghadiri pesta," Perintah Radja dengan masih menatap ke arah AIlin.
"Turunkan aku, lihatlah mereka semua melihat kita." Gerutu Ailin dengan nada suara terdengar lemah dalam pelukan suaminya. Karna dia muntah dengan terus menerus dan itu lah yang membuat kondisinya melemah seperti ini.
"Maafkan saya Pak Radja, memangnya akan ada pesta apa?" Tanya salah satu pegawai dengan suara putus-pututs.
"Besok kalian semua akan tau." Jawab Radja dengan kembali melanjutkan jalannya.
__ADS_1
Radja pergi dengan meningalkan para pegawai yang sedang menerka-nerka dengan apa yang akan terjadi besok di hotel namun mereka masih belum menyangka jika Ailin adalah istri pemilik perusahaan itu. Karna mereka mengira jika Reva yang akan menjadi istri Radja. Adam hanya melihat ke arah Radja yang sedang mengendong wanita yang dia cinta dengan wajah datar namun Adam sepertinya sudah menyerah untuk mendapatkan hati wanita itu setelah mengetahui kabar jika Ailin tengah hamil tapi tak dapat di pungkiri jika Radja masih mencintai Ailin dan cinta tidak akan bisa pergi secepat dia datang dan menetap di hati seseorang.
YANG MAU PESAN BAJU CEO SILAHKAN CHAT ADMIN YA. BAJUNYA READY