
Radja melayangkan satu tinjunya tepat di pipi Adam sampai sudut bibir pria itu kini mulai mengeluarkan darah segar, Wenda segera memeluk putranya itu karena kejadiannya berlangsung begitu cepat sehingga tidak ada yang menyangka jika Radja akan memukul Adam sampai pria itu berdarah. Ailin segera mengambil tissu yang berada di saku jas Adam kemudian wanita itu mengusap perlahan darah yang menetes dari sudut bibirnya dengan gerakan sangat lembut bahkan Ailin seakan ikut merasakan luka pria itu jika di lihat dari air muka wanita itu yang ikut meringis kesakitan, Adam hanya diam dengan menatap wajah Ailin dari jarak yang begitu dekat.
Adam melihat mata Ailin yang kini terlihat semakin sipit karena wanita itu terus menangis bahkan makeup di wajah Ailin juga kelihatan beratakan namun wanita itu masih kelihatan cantik walaupun makeup beratakan di wajahnya. Adam rela berdarah bahkan mendapatkan bertubi-tubi pukulan yang mendarat di tubunya asalkan dia bisa bersama dengan Ailin bahan rasa sakit di sudut bibir Adam tidak terasa sakit Karena sentuhan lembut tangan wanita itu bisa menghilangkah rasa nyeri akhibat pukulan pria yang tidak bertanggung jawab.
Radja semakin Geram pria itu mau melayangkan tinjunya untuk yang kedua kali di wajah Adam, namun Pak Ray dengan sigap langsung memegangi kepalan tangan Radja dengan kasar, bahkan Pak Ray menepis tangan pria itu dengar kasar juga sembari menatap majikanya itu dengan alis hampir menyatuh.
Apa ini yang sedang terjadi karena baru kali pertama ini Pak Ray melawan apa yang mau Radja lakukan, lihat itu wajah Radja semakin merah padam bahkan emosi pria itu terlihat semakin meledak-ledak melihat Ailin lebih menghawatirkan perasaan Adam dari pada dirinya.
“Pak Ray, apa yang kau lakukan cepat lepaskan tanganku kau sudah berani menghentikan ku, Hah!” Teriak pria itu dengan tatapan membunuh namun Pak Ray masih tak bergeming sedikitpun menatap ke arah majikannya, seolah pria itu tidak takut dengan apa yang di katakan oleh majikannya barusan kira-kira seperti itu arti dari sorot mata pria itu.
Wenda menangis melihat apa yang sedang terjadi di hadapanya saat ini dan Sani berdiri di samping sahabatnya dengan wajah kelihatan sangat puas karena melihat kehancuran Radja tepat di depan matanya sendiri, Rumah yang tadi telihat indah kini suasana mulai berubah bahkan rumah itu seperti terlihat pengap dan panas tentu saja rumah itu terlihat sangat panas karena terkena kobaran emosi empuhnya rumah. Ailin dan juga Adam menatap ke arah Pak Ray dan juga Radja yang masih beradu pandang
dengan tatapan membunuh.
Membungkukan badanya sebelum bicara memberikan hormat pada majikannya, “Maafkan saya Tuan muda, bukannya saya lancang karena berani menghalangi apa yang hendak anda lakukan, namun saya ingin mengundurkan diri dari posisi menjadi asisiten anda,”
Mata Radja langsung melotot seketika saat dia mendengarkan apa yang di ucapkan oleh asisitenya itu, Radja tak pernah menyangka jika Pak Ray akan mengundurkan diri dari posisisnya dan meninggalkan dirinya sendiri lihat tu bahkan Radja mulai sinis melirik ke arah Adam yang juga sedang menatapnya.
“Apa alasanmu mengundurkan diri? Apakah gaji yang aku berikan padamu itu masih kurang?” Tanya Radja dengan emosi semakin meledak-ledak bahkan emosi itu seperti sebuah letusan gunung yang sedang memuntahkan cairan berwarna kemerahan dari perut bumi kira-kira jika bisa di artikan seperti itu arti ari kemarah Radja sekarang.
__ADS_1
“Saya tidak pernah perduli dengan berapa gaji saya, karena gaji yang saya terima selama ini sudah lebih dari cukup,” jelas Pak Ray dengan masih menundukkan pandangannya.
“Lalu apa alasanya!” Pria itu berteriak dengan tidak sabar menunggu jawaban dari Pak Ray.
“Selama ini saya selalu mengganggap Tuan muda adalah seorang pria yang baik dan juga bisa saya jadikan panutan namun semua itu berubah semenjak anda mulai mengabaikan Nona muda, anda sibuk bersama wanita lain dan mengabaikan rasa sakit dan juga penderitaan yang Nona muda alami. Saya tidak bisa terus berkerja dengan orang yang tidak memiliki hati seperti ini,” jelas Pak Ray dengan membungkukkan
badanya dan pria itu memberikan amplop berwarna putih, di mana amplop tersebut
adalah berisikan surat pengunduran dirinya.
“Baiklah kau bisa pergi dariku, tapi kita lihat saja nantik siapa yang mau menerimamu sebagai pegawai jika perusahaan nomor satu di kota ini sudah tidak membutuhkanmu lagi.” Ancam Radja dengan wajah kelihatan merasa menang karena pria itu sungguh sombong entah sejak kapam Radja semakin gila harta ataukah dirinya terpengaruh dengan Rena entahlah hanya dirinya saja yang tau.
“Aku akan menerimanya,” Adam menyambar ucapan Radja tadi dengan melingkarkan tanganya di bahu Pak Ray. Pak Ray menatap ke arah Adam dan begitu juga sebaliknya kedua orang itu saling menarik
pada Radja.
“Hahaha,” tawa garing mulai terdengar dari bibir Radja saat ini dia menatap ke arah Pak Ray dan juga Adam bergantian dengan
tangannya terkepal dengan begitu kuat. “aku orang kaya di kota ini, posisi Adam hanyalah seperti semut kecil di bawa kakiku yang bisa kapan saja aku injak dan akan menghilang dari dunia bisnis satu detik kemudian.”
Radja begitu sambong dan pria itu belum mengetahui jika sekarang posisi dirinya jauh ada di bawah Adam, bahkan kekayaan yang Radja miliki saat ini tidak ada artinya karena
kenyataanya Adam memang jauh lebih kaya dari Radja setelah pria itu mendapatkan
__ADS_1
begitu banyak harta dari mertuanya. Pak
Ray memang dengan sengaja tidak memberitahukan akan kenyataan jika Adam
sekarang menjadi orang paling kaya di kota itu beberapa waktu yang lalu.
Selama ini Radja selalu sibuk dengan Rena sehingga dia banyak ketinggalan kabar terbaru di kota itu, kau sedang terkena karma akhibat permainan kotor yang telah melukai istrimu bahkan sampai membuat calon bayimu yang tidak berdosa itu meninggal dalam kandungan ibunya.
“Nak. Sadarlah kau jangan seperti ini,” Wenda memberika Koran kabar terbaru di pagi hari itu. Isi dari Koran yang Wenda sodorkan tadi ialah berita jika Adam menjadi orang terkaya baru di kota itu dan Radja berada di posisi ke dua setelahnya.
“Damn!” Umpat pria itu dengan meremass Koran yang sedang di bawahnya dengan begitu kuat.
Kau sudah kalah Radja bahkan kini kau kehilangan istrimu juga, apa yang telah kamu tanam itu juga yang akan kamu tuang. Radja meminta maaf pada Ailin namun wanita itu tidak mau mengubris ucapanya bahkan Radja sampai bersujud di bawah kaki Ailin karena
pria itu baru menyadari jika apa yang dia lakukan selama ini adalah sebuah
kesalahan besar namun tetap saja Radja tidak ingin berpisah dari istrinya.
“Aju bukan istimu mulai hari ini Mas,” ucap Ailin dengan menelan salivahnya yang kini terasa getir.
Radja hendak menaruh wanita itu dalam dekapanya saat mereka berdua saling beradu
pandang namun Adam segera menghalanginya dan menaruh Ailin di belakang punggungnya itu. Radja begitu marah namun Wenda segera memegangi tangan putranya yang hampir saja menyentuh pipi Adam. .
__ADS_1
AKAN LEBIH SERU LAGI YA KEDEPANNYA BAGAIMANA DENGAN NASIB RADJA. BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA.