
Di sela-sela tangis Ailin seakan tak percaya dengan apa yang Radja ucapkan barusan namun Ailin terdiam sesaat wanita itu masih kelihatan bimbang. Pantas saja hal itu terjadi karna sang pria tidak pernah bersikap lembut pada Ailin. Sani merasa bahagia pada akhirnya bosnya itu mau berkata jujur tentang isi hatinya. Sebenarnya Sani sudah mengetahuinya sejak berkunjung ke rumah sakit, dia melihat Radja sangat telaten dalam menjaga Ailin sepulang dari kantor bahkan tak jarang Radja sampai tidak datang ke kantor dan lebih memilih menemani Ailin di rumah sakit. Ya Radja sering berkerja dari rumah sakit selama Ailin koma. Mungkin Ailin tidak mengetahui akan hal tersebut.
Adam mengepalkan jari-jari tangannya pria itu mulai tak terima akan pernyataan cinta Radja, karna Adam sudah bertekad untuk merebut hati Ailin walaupun dia harus kehilangan segalanya namun ini semua keputusan ada di tangan Ailin. Jika wanita itu lebih memilih bersama dengan Radja maka Adam hanya bisa pasrah tapi rasa cintanya begitu besar pada wanita itu hingga Adam sendiri mulai tidak bisa mengendalikan dirinya.
Adam memeluk tubuh Ailin dari belakang sampai gadis itu melotot karna kaget akan sikap Adam barusan.
Pak Ray hendak melangkah namun isyarat tangan Adam menghentikan niatnya itu. Radja mengeraskan rahangnya melihat apa yang terjadi, pria itu menarik kasar tangan Ailin dan menaruh wanita itu dalam pelukannya. Adam pasti sudah gila karna pria itu menyatakan perang dengan sahabatnya sendiri namun itulah namanya cinta dia bisa saja membuat buta mata seseorang dan hal itulah yang sekarang sedang di alami oleh Adam.
Bahkan hubungan yang sudah seperti saudara itu kini hancur dengan sekejap hanya karna seorang wanita yang baru saja masuk dalam kehidupan mereka. Ailin sangat cantik dan juga baik hati dan hal itulah yang membuat para pria rela mempertaruhkan segalanya demi mendapatkan cintanya.
__ADS_1
''Jangan berani menyentuh istriku lagi!'' Radja melepaskan pelukannya pada Ailin dan hendak menghampiri Adam namun AIlin mencegah niatnya itu. Karna Ailin tau kedua pria itu akan baku hantam di depannya dan Ailin sangat membenci kekerasan dalam bentuk apapun.
''Jangan bertengkar hanya karna aku, kumohon,'' rengek Ailin dengan menangis lagi.
Menyeka Air mata yang mengalir di kedua pipi Ailin perlahan,''Jangan menangis aku tidak suka melihatnya,'' Ucap Radja dengan nada suara terdengar sedikit lebih lembut tidak seperti biasanya.
Adam masih saja tidak mau meninggalkan wanita itu sendirian namun Ailin berhasil meyakinkannya dari sorot mata wanita itu. Dengan berat hati Adam dan Sani pergi meninggalkan restoran tersebut. Kini di dalam resto hanya ada Pak Ray, Radja dan Ailin saja.
Pak Ray duduk di meja lain sedangkan Radja dan Ailin duduk di tengah-tengah resto tersebut, banyak pelayan yang mengantarkan hidangan andalan di restoran tersebut sampai meja itu penuh. Ailin sudah berhenti menangis wanita itu sepertinya sedang menata hatinya untuk menanyakan semua hal yang selama ini menari-nari liar dalam khayalannya itu, Ailin sudah muak hidup seperti ini sebagai istri kontrak dan bisa di tingalkan kapan Saja Radja merasa bosan. Semuanya harus jelas pada siang hari ini dan Ailin bisa hidup normal kembali.
__ADS_1
''Aku ingin cerai, dan ku mohon Maafkan aku dan bebaskan aku dari pernikahan kontrak ini yang semakin menjerat kebebasanku,'' Pinta Ailin dengan Air mata jatuh dengan sangat deras di kedua pipinya tanpa jeda.
''Aku mencintaimu, mana mungkin aku bisa melepaskanmu.'' Jawab Radja dengan nada suara sangat kembut.
''Jangan bercanda, kau sudah memiliki kekasih kan! Kau bahkan tidak pernah percaya padaku.'' Bicara dengan menatap Ke arah Radja.
''Asal kau tau sejak awal aku sudah mencintaimu dan mengagumimu namun aku sangat bodoh sehingga aku baru menyadari akan rasa cintaku padamu setelah kamu koma di rumah sakit. Baru pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan takut akan kehilangan seseorang dan itu ialah kamu.'' Bicara dengan wajah bersungguh-sungguh. "aku sungguh tidak bisa hidup tanpamu ku mohon tetaplah menjadi istriku akan aku tunjukkan di mana Keren berada saat ini. Setelah kau tau berjanjilah kau tidak akan pernah meminta perceraian dariku."
Diam- diam Pak Ray menguping dari meja sebelah pria itu seakan tak percaya Radja bisa bersikap sangat lembut dan mau mengakui akan kesalahannya bahkan Asisten itu kelihatan sangatlah antusias mendengarkan percakapan mereka berikutnya.
__ADS_1