
"Ailin Ailin!" Seru Radja sembari berjalan memasuki dapur dia melihat sekeliling ruangan tersebut terlihat sepi. Keren maupun Ailin tidak terlihat di sana.
Radja masuk semakin kedalam dan dia melihat darah mengalir dari belakang meja, Radja sangat panik dan dia bergegas berlari kearah darah itu berasal disana Ailin sudah tergeletak dengan berlumuran darah kondisinya sangatlah menyedihkan dengan wajah pucat seperti mayat. Mata Radja berkaca-kaca melihat kondisi istrinya itu yang sedang di ambang pintu kematian. Radja melihat wajah Ailin di penuhi darah segar dan bibirnya terlihat pucat, tubuhnya dingin seperti es. Radja mulai mulai memegang pergelangan tangan Ailin dan dia merasakan jika denyut nadi wanita itu mulai melemah Radja memeluk tubuh Ailin yang berlumuran darah dengan sangat erat hingga akhirnya dia mulai membopong tubuh Ailin keluar dari dapur.
Rumah sakit swan.
Ailin sudah dua jam ada didalam ruangan tersebut dia sedang menjalani operasi karna mengeluarkan terlalu banyak darah dari kepala dan hidungnya. Dokter melakukan operasi karna Ailin mengalami gegar otak akhibat benturan keras bertubi-tubi di kepalanya tadi. Bahkan waktu di bawa kerumah sakit kondisi Ailin sangatlah menyedihkan dia berlumuran darah dengan wajah pucat.
Radja sedang merasa tidak tenang dia terus berjalan kesana-kemari menunggu dokter tersebut muncul dan memberikannya kabar baik.
__ADS_1
Radja menyandarkan punggungnya di pintu ruangan Ailin tangannya merogoh saku celananya dan mengambil ponsel dari saku tersebut dia memencet nomor Pak Ray dari ponselnya, asisten pribadinya yang hari itu sedang cuti kerja karna hari Minggu, asisten tersebut tidak pernah berkerja kecuali ada tugas yang penting sehingga mengharuskan dia berkerja di hari Minggu seperti sekarang.
"Hallo!." Ucap Radja setelah panggilan teleponnya tersambung.
"Ya tuan muda, ada apa?" Jawab Pak Ray dari sebrang.
"Pak Ray! Tolong cepat cari Keren dirumahnya dan jangan biarkan dia kabur dari kota ini!" Perintah Radja didalam telpon sembari mengepalkan jari-jari tangannya dengan sangat kuat.
Radja melempar ponselnya dengan sangat kasar di lantai rumah sakit itu, dan ponsel itu hancur berceceran di lantai rumah sakit. Rasa penyesalan kini mulai terpancar dari wajah Radja dia tak menyangka jika Keren sampai tega melakukan itu padanya.
__ADS_1
"Keren kau harus menanggung akibatnya! Beraninya kau menyentuh istriku sampai seperti ini!" Ancam Radja sembari perlahan mulai mengepalkan jari-jari tangannya dengan kuat.
Apa yang sedang aku rasakan tadi kenapa waktu seakan terhenti saat aku melihatnya tergeletak dilantai dengan kondisi yang sangatlah memprihatinkan. Baru kali ini aku merasakan sangat takut akan kehilangan seseorang dalam hidupku. Apakah aku telah jatuh hati padanya tapi mana mungkin itu terjadi wanita itu tidak mencintaiku dia hanya menginginkan uang dari ku saja yang entah dia pakai untuk apa.
Deg!
Radja mencoba memutar kembali memori otaknya dia baru ingat jika selama menikah dengan Ailin. Wanita itu tidak pernah membeli barang-barang mahal, selain baju dan fasilitas yang Radja berikan Ailin tidak pernah terlihat menghamburkan uang yang Radja berikan lebih lagi gaji Ailin yang sangatlah besar dari perusahaan Radja entah dia taruh di mana. Segudang pertanyaan yang tak pernah terlintas dibenak Radja kini mulai menganggu pikirannya dia mulai merasa ada hal besar yang istrinya itu sembunyikan darinya selama ini.
Kau seharusnya menyelidiki latar belakang Ailin sebelum menikahinya karna jika kau mengetahui akan kebenaran yang selama ini membuat Ailin masih tetap bertahan denganmu maka kau akan menyesal pernah menghinanya dengan tuduhan yang sangatlah menyakitkan untuknya itu. Namun Ailin tak pernah mencoba membela dirinya dihadapan ku karna Ailin merasa dia pantas menerima imbalan seperti itu.
__ADS_1
Lihatlah Ailin masih ada didalam ruangan operasi dan semoga saja takdir berpihak padanya dan dia bisa lolos dari cengkeraman maut.