Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Akhirnya Terungkap.


__ADS_3

Wenda terus menatap  ke arah ranjang pasien dengan air mata masih terus jatuh membasahi pipinya. Wenda berjalan perlahan mendekati ranjang pasien itu dengan tubuh gemetaran rasa takut yang sangat terlihat nyata dari ekspresi wajahnya saat ini. Wenda berharap wanita yang sedang berada di hadapannya saat ini saat ini bukanlah Ailin, walaupun Wenda sudah tau dengan jelas jika wanita yang sedang terlilit perban di kepalanya itu lengkap dengan beberapa alat medis yang tertancap di beberapa bagian tubuhnya itu adalah Ailin.


 


 


 


 


Radja kebingungan melihat melihat Wenda tak hentinya menitih kan air matanya. Namun pria itu masih diam sembari terus menatap Ailin dan Wanda bergantian tiba-tiba ada rasa takut yang menyelinap dihati Radja saat  namun pria itu masih belum tau dengan jelas sebab dari rasa takut yang tiba-tiba  muncul di hatinya saat ini. Radja mendekati Mamanya, ''Ma,  mengapa kau menangis? Apakah kau mengenal wanita ini?'' Tanya Radja sembari mengerutkan keningnya.


 


 


''Dia wanita yang sudah Mama anggap sebagai anakku sendiri,'' Ucap wanda dengan suara sesenggukan.


 


 


''Apa maksud dari ucapan Mama barusan, Radja masih belum mengerti?''


 


 


 


''Ini adalah Ailin yang sering Mama ceritakan padamu tempo hari. Wanita yang sangat baik hati, dia bahkan menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan uang demi membayar biaya berobat Bibinya yang sedang sekarat di rumah sakit ini!' wanita ini adalah wanita yang mau Mama jodohkan denganmu Nak!'' Ucap Wenda dengan tak menoleh ke arah Radja yang masih berdiri di sampingnya.

__ADS_1


 


 


 


Deg!


 


 


Radja mundur beberapa langkah ke belakang dia seakan shock setelah mendengarkan kenyataan yang baru saja terucap dari bibir Mamanya itu, Tanpa terasa air mata menetes perlahan dari mata pria itu. Dengan buru-buru Radja mengusap air mata yang jatuh ke pipinye itu. Jantung pria itu berdetak semakin cepat bahkan lututnya sampai lemas seketika hingga dia harus berpegangan pada nakas yang ada di samping ranjang pasien.


Rasa bersalah yang kini sedang berkecamuk dalam  hatinya. Awalnya dia menikahi Ailin karna menolak akan perjodohan yang akan Mamanya lakukan dengan wanita yang tidak dia kenal, namun saat ini dia justru menikahi wanita yang akan di jodohkan dengannya. Takdir memang begitu rahasia dan tak bisa di duga oleh siapa pun seperti yang terjadi pada Radja dan Ailin saat ini.


 


 


 


Wenda mendudukan tubuhnya di kursi yang ada di samping ranjang Ailin, Wanita paruh baya itu menggenggam tangan Ailin dengan lembut, '' Sayang ku, putriku. Apa yang sudah terjadi padamu Nak?'' Wenda bicara sembari menjatuhkan air matanya yang ke sekian kalinya.


 


 


''Ma, maafkan aku karna tak bisa menjaganya,'' Ucap Radja sembari berdiri dengan tegap sembari menudukkan ke palannya.


 

__ADS_1


 


 


Mendengar ucapan Radja barusan, Wenda segera melepaskan genggaman tangganya pada Ailin da dia berdiri pelan dari posisi duduknya. Kini Radja dan Wenda saling berhadapan namun pria itu masih terus menundukkan kepalanya. Wenda sudah merasakan ada hal yang tidak beres yang sedang terjadi pada putranya itu. Sebagai seorang ibu Wenda mengetahui dengan sangat jelas jika sang putra tak berani menatap matanya, maka anaknya itu sedang merasa bersalah seperti sekarang ini.


 


 


''Nak, kenapa kau minta maaf pada Mama! Bukan kamu kan yang membuat wanita ini sampai koma seperti ini?'' Tanya Wenda sembari mata tak berhenti menatap ke arah Radja dengan rasa ragu. ''apakah kau sudah lama mengenal Ailin?''


 


 


''Bukan aku tapi kekasihku yang melukainya Ma, aku sangat menyesal karna ini semua,'' Radja bicara sembari berlutut di bawah kaki Wenda dengan rasa bersalah yang sudah tidak bisa dia katakan lagi.


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2