
Ailin masuk ke dalam selimutnya dan segera mematikan lampu tidur yang ada di atas nakas samping ranjangnya. Ailin menahan tawanya dari balik selimutnya itu bahkan wanita itu sampai mengigit bibir bawahnya sendiri saat melihat wajah Radja yang kelihatan gelisah. Ailin bisa melihat wajah gelisah itu karena dia menatap suaminya dengan membuka sedikit matanya itu.
Radja berjalan ke arah lemarinya dan segera mengambil piyama tidur dari dalam sana. Radja berganti di dalam kamar tersebut dengan gerakan cepat. Pria itu mulai naik ke atas ranjang dan dia segera menutup separuh tubuhnya dengan selimut yang berwarna biru. Tangannya dengan lincah mematikan lampu tidur yang ada di sampingnya itu.
Dengan sekejap kamar itu menjadi gelap gulita, Radja menatap tubuh Ailin yang sedang membelakanginya pria itu mulai mencium aroma wangi dari rambut istrinya uang tergerai tak beraturan di atas banyaknya. Sontak Radja Junior langsung bereaksi, Adik kecil Radja yang tadi sedang tertidur pulas segera tersentak bangun dan mulai meronta ingin keluar dari tempatnya mencari rumah baru.
Radja mulai melingkarkan tangannya di pinggang istrinya itu dengan sangat lembut.
"Lepaskan tanganmu! Katanya aku jelek sana cari wanita cantik di luar sana yang bisa menemanimu," tandas Ailin dengan nada suara berlagak sok judes. Padahal Ailin sebisa mungkin mencoba menahan tawanya dalam diam.
"Baiklah aku akan menikah lagi! Aku tinggal bilang sama Mama kalau kau usng menyuruhnya," Radja mencoba menakut\-nakuti Ailin.
__ADS_1
"Oh, begitu, baiklah silahkan aku akan kabur dengan membawa anakku ini!" Ancam wanita itu dengan menjauhkan tangan suaminya dalam tubuhnya dengan kasar.
*Wanita ini sangat menjengkelkan sekali, aku ingin membuatnya cemburu tapi aku lupa jika dia sekarang menjadi kelemahan terbesarku*.
"Hahaha," Ailin yang sudah tidak tahan karena menahan tawanya sejak tadi. langsung terpingkal\-pingkal dan tawas Tersebut terdengar sangat mengelegar seperti sebuah petir di malam yang sunyi.
Ailin berbalik arah dan segera menatap ke arah suami itu sejenak mereka berdua saling beradu pandang, " Suamiku entah mengapa mungkinkah pendengaran ku mulai terganggu karena aku mendengar suamiku bicara selembut salju di kota Seoul," sindir wanita itu dengan menaruh kelima jemari cantiknya itu di pipi Suaminya.
"Kau sengaja membuatku kebingungan seperti ini, berani sekali kau melakukan hal itu padaku!" sahut pria itu dengan mengecup bibir Ailin dengan rakus bahkan Radja dengan sengaja mengigit bibir bawah istrinya sampai Ailin meronta\-ronta mencoba melepaskan diri.
__ADS_1
Tangan Ailin tak segan memukul dada bidang suaminya itu, dia hendak menjerit karena merasakan rasa sakit di bagian bibir itu namun, selang beberapa waktu kemudian Radja mulai mengecup lembut bibir istrinya yang sedang merintih kesakita jika terlihat dari raut wajahnya saat ini.
Radja mengigit bibir istrinya bukan karena pria itu marah dengan godaan Ailin barusan, hanya saja Radja sangat gemas melihat sikap istrinya yang dengan sukses bisa mempermainkan emosinya itu.
"Sakit," gerutu Ailin sesaat setelah suaminya menjauhkan bibirnya.
"Aku begitu ingin memakan mulutmu ini sampai habis," Radja berbicara asal. namun dengan polos Ailin malah menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Kau gila!"
"Hanya orang gila seperti dirimu yang bisa percaya dengan apa yang aku ucapkan barusa.
__ADS_1