Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Tak Berdaya.


__ADS_3

Ailin meronta sekuat tenaga karna didalam air dia mulai kesulitan bernafas, Ailin mendorong kasar Keren hingga wanita itu jatuh tersungkur dilantai. Wajah Ailin terlihat pucat dengan mata memerah nafasnya sampai tersengal-sengal karna terlalu lama didalam air. Ailin mulai sempoyongan dia tak kuat lagi menahan berat badannya karna lututnya mulai terasa lemas seperti tidak memiliki penopang lagi. Keren mulai berdiri kasar dari posisi duduknya dengan alis menyatuh sangat terlihat jelas amarah terpancar dari wajahnya kala itu, Keren berjalan mendekati Ailin yang masih menyandarkan punggungnya di wastafel sembari mencoba mengontrol nafasnya yang masih terasa sesak itu.


"Habis kau hari ini!"


Bruk!


Keren mendorong tubuh Ailin hingga tersungkur dilantai, wanita malang itu tidak bisa menghindar karna kepalanya terasa berat kini pandangan Ailin mulai kabur dia bahkan tidak bisa mendengarkan ocehan Keren kala itu. Keren masih belum puas melihat kondisi Ailin seperti itu dia merasa Ailin harus mendapatkan perlakuan yang lebih kejam dan sadis lagi. Kekasih Radja kembali menjambak rambut Ailin dan dia menghentak-hentakkan kepala Ailin beberapa kali di lantai hingga darah segar mulai keluar dari pelipis kiri Ailin. Namun Ailin masih sadar dia mulai tak bisa merasakan tubuhnya lagi dia hanya bisa pasrah dengan kondisinya saat ini karna tubuhnya sudah terkulai lemas lebih lagi dari semalam Ailin belum makan.


"Siapa saja kumohon selamatkan aku dari amarah wanita ini. Aku hanya ingin hidup tenang dan bahagia ditengah kesederhanaan yang sebelumnya aku jalani tapi siapa sangka jika akan berada dalam posisi ini." Gumam Ailin dalam hati sebelum akhirnya dia menutup matanya karna kepalanya mulai terasa berat dan banyak mengeluarkan darah.


Keren kebingungan saat melihat Ailin tergeletak tak berdaya dia menjauhi Ailin dan segera membawa tas dan barang yang dia bawa keluar dari rumah Radja. Jantung Keren berdegup sangatlah kencang dan rasa takut mulai terpancar dari wajahnya dia memasuki mobilnya dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah Radja.

__ADS_1


"Ya Tuhan, bagaimana jika wanita itu sampai mati aku akan di penjara!" Keren bicara sembari memukul setir mobilnya.


Keren mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju kerumahnya entah apa yang mau dia lakukan karna didalam mobil dia melihat sangat depresi dan panik rambutnya terlihat acak-acakan bahkan wanita itu tak terpikirkan lagi tentang penampilannya yang ada hanyalah bagaimana caranya dia bisa menghadapi amukan Radja jika mengetahui tentang semua ini.


Rumah Sani.


Sani sedang tiduran di atas ranjangnya, seperti biasa wanita itu akan bermalas-malasan jika sedang hari libur rumah yang terlihat sederhana namun sangatlah tertata rapi dan indah namun itu tak membuat Sani merasa betah di rumah. Sani meraih ponselnya dan menelfon nomor Ailin namun masih juga belum ada jawaban.


Radja sedang duduk di sofa yang ada di bawah ranjangnya sembari memainkan laptopnya dia mulai mendengarkan suara ponsel Ailin berdering beberapa kali. Radja masih tak bergeming menatap laptopnya namun beberapa saat kemudian dia mulai terganggu dengan bunyi ponsel itu yang terus berdering tanpa henti.


"Menganggu saja!" Seru Radja sembari menarik tubuhnya dari sofa dan beranjak menuju ponsel Ailin yang ada di atas ranjang. Setelah tiba di atas ranjang Radja segera mengambil ponsel tersebut dan dilihatnya Sani yang sedang menelpon.

__ADS_1


"Hallo ada apa,?" [ Radja] Bicara dengan wajah datar.


"Eh, kok Pak Radja. Anu saya sedang mencari Ailin, apakah dia ada?" [ Sani ] Bicara sembari mengigit ujung kukunya karna kaget yang mengangkat teleponnya bukanlah sahabatnya melainkan bos-nya. Atau paling tepatnya suami sahabatnya sendiri.


"Dia ada di lantai bawah! Nanti aku akan menyuruhnya menghubungimu." [ Radja ] bicara sembari mematikan panggilan teleponnya.


Radja melihat kearah jam dinding waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 siang. Berarti Ailin sudah berada dibawah selama dua jam Radja mulai mengerutkan dagunya dan merasa ada yang aneh karna tidak biasanya Ailin sampai selama ini jika mencuci piring. Radja mulai berjalan keluar dari kamarnya dia menuju ruang tamu dan setelah pintu ruangan tersebut terbuka Radja melihat kamar itu sudah bersih dan dia mulai merasa ada yang aneh karna keren juga tidak ada di sana. Dan dia menutup kembali pintu ruangan itu lalu menuruni anak tangga rumahnya berjalan menuju dapur.


Entah apa yang akan dilakukan Radja jika mengetahui Ailin tergeletak di dapur dengan tubuh bersimbah darah yang mengelilinginya.


SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YANG BANYAK YA SUPAYA SAYA BISA SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️.

__ADS_1


JANGAN LUPA KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL SAYA LEBIH BAGUS LAGI SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊


__ADS_2