
Keren mengambil baju yang ada didalam lemarinya dan segera menaruhnya di koper. Wanita itu terlihat sangat tergesa-gesa dengan raut wajah kelihatan ketakutan. Dia menaruh paspor didalam ponselnya bahkan baju Keren yang masih penuh bercak darah Ailin masih belum sempat dia ganti. Dress yang berwarna putih itu berubah menjadi merah karna darah wanita yang baru saja dia lukai masih menempel di sana.
Keren mengambil baju dari dalam lemari ya dan dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Wanita itu membersihkan dirinya secepat kilat dia hendak kabur meninggalkan kota itu dan pergi sejauh mungkin mencoba melupakan perbuatan keji yang baru saja dia lakukan.
Bahkan wajah Keren tak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun. Keren sudah berganti baju dari dalam kamar mandi. Tanpa menyisir rambutnya yang masih basah Keren langsung buru-buru membawa koper yang berisikan baju-bajunya tadi dan menyambar tas jinjing yang ada di atas meja. Wanita itu langsung keluar dari kamarnya dia tak menoleh kesana kemari pandangannya lurus kedepan dia hanya fokus meninggalkan rumah nya namun suara seorang pria tiba-tiba mengagetkannya.
"Anda mau kemana Nona Keren!" Ucap Pak Ray sembari berdiri persis di belakang Keren yang masih memegangi koper dan tas jinjing ya.
__ADS_1
Deg!
Seakan ada tonjokan keras yang tepat mengenai jantung Keren saat mendengar ucapan Pak Ray. Ya Keren sangat hafal betul dengan suara yang ia dengar barusan, walaupun dia belum melihat siapa yang bicara tadi. Dengan perlahan Keren mulai membalikkan badannya kearah suara tersebut. Wajahnya seketika berubah pucat pias saat melihat Pak Ray berdiri dihadapan dengan sorot mata kelihatan sedang tidak bersahabat.
Tas jinjing mewah yang Keren kenakan saat itu langsung jatuh kasar kelantai karna tubuhnya kini seakan tak memiliki tenaga lagi.
Selama ini Keren tidak pernah melihat wajah Pak Ray yang kelihatan menyeramkan seperti ini, Pak Ray biasanya selalu tersenyum ramah saat melihat Keren namun saat ini wajah itu berubah menjadi menyeramkan alis Pak Ray hampir menyatuh dan tak ada seulas senyuman terlihat di bibirnya.
__ADS_1
"Anda tau kan kenapa saya datang!" Tandas Pak Ray dengan mimik wajah masih kelihatan serius dan itu semakin membuat Keren semakin gugup bukan main.
Keren tau jika Pak Ray akan menangkapnya karna sebab itu dia segera berbalik arah dan hendak berlari namun terlambat para pengawal yang tadi datang bersama Pak Ray sudah mengepung rumahnya dari segala penjuru arah.
Para bodyguard yang mengenakan baju serba hitam itu menodongkan pistol kearah Keren. Sontak wanita itu langsung melotot lebar-lebar dia tak menyangka jika akan berada di Posisi seperti sekarang ini. Tubuh Keren gemetaran dengan sangat hebat bahkan kini dadanya mulai terasa sesak seperti ada sesuatu yang sedang mengganjal di paru-parunya. Keren ingin menangis karna dia merasakan ketakutan namun dia tak bisa mengeluarkan air matanya itu. Dia hanya bisa terduduk dilantai karna merasakan semua tenaganya seakan hilang entah kemana.
"Bawa dia!" Ucap Pak Ray sembari berjalan keluar dari rumah Keren lebih dulu.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE SERTA KOMENTAR YANG BANYAK YA SUPAYA SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️
JANGAN LUPA KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊