Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
End


__ADS_3

 


*Berani sekali mereka melihat wanitaku*! Adam menyipitkan matanya seolah memberikan peringatan agar kedua pria itu tidak terus menatap kekasihnya.


Kedua pria itu masih belum mengenal siapa Adam mungkin karena mereka tidak percaya jika orang nomor satu di kota itu berada di meja samping mereka.


Ailin menatap Adam dan mengikuti kearah sorot mata kekasihnya.


*Dia cemburu ehehe benarkah ini aku seakan tak percaya Kak Adam bisa juga cemburu seperti ini lihat itu dia imut sekali jika sedang cemburu*. Gumam Ailin dalam hati dengan senyuman tipis di bibirnya.


 


"Kak Adam. . Kak Adam kau menatap siapa?" tanya Ailin pura-pura tidak tau.


 


"Aku tidak menatap siapapun," jawab Adam berbohong.


 


"Ayo kita keluar dari sini saja, cari restoran yang lain," Adam sudah berdiri dari posisi duduknya.


 


"Tidak mau! Lihatlah pelayan sudah datang membawa banyak makanan. Aku sangat lapar," renggek Ailin sembari tangannya mengusap perutnya yang terasa lapar karena berkeliling mall.


 


Melihat Ailin yang memohon seperti itu mana sanggup Adam menolaknya, dia hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam dan kembali duduk di posisinya semua. Pelayan menaruh banyak makanan khas Indonesia seperti sate, rawon dan banyak makanan lainnya di atas meja.

__ADS_1


 


"Jangan lihat terus wanita itu," ucap seorang pria yang sejak tadi melihat Ailin.


"Kenapa dia sangat cantik, aku begitu terpesona dengan kecantikannya yang natural itu," sahut sahabat pria itu dengan masih menatap Ailin yang sedang memakan sate dengan begitu lahapnya.


 


"Kau mau cari mati dengan menyukai wanita, CEO Adam!" seru sahabatnya dengan menahan separuh suaranya di tenggorokan.


 


Pria yang tadi menatap Ailin langsung menoleh dengan kasar dia pasti sudah gila jika berani melakukan hal itu, kedua pria itu langsung berwajah pucat pias saat melihat sorot tajam mata Adam seakan menyuruh mereka segera pergi dari restoran itu.


Kedua pria itu berdiri dari posisi duduknya, membungkukkan badannya di depan Adam, "Tuan muda maafkan kami yang tidak mengenali siapa anda, saya sungguh tidak bermaksud buruk pada Nona," ucap Pria yang tadi terpesona dengan Ailin.


Ailin mengunyah makanan yang masih tersisa di mulutnya dia melihat kedua pria yang sedang ketakutan itu. Ailin merasa kasihan karena Adam tidak perduli dengan apa yang kedua pria itu ucapkan. Adam sangat cemburu jika ada orang lain yang melihat kekasihnya.


 


Jantung Adam berdetak sangat kencang, wajah Adam yang tadi begitu cemburu seketika sirna dengan perlahan saat Ailin memegangi tangannya jangankan marah bahkan untuk membuka mulutnya saja seakan Adam tidak bisa karena tubuhnya membeku saat ini.


"Pergilah!" Adam bicara singkat tanpa menatap kedua pria itu.


"Terimakasih Kak, kau sangat baik hati," ucap Ailin dengan mengerdipkan satu matanya.


Dulu sering sekali Adam menggoda Ailin dengan kerdipan mata manja yang akan membuat wanita itu tertawa terkekeh namun saat Ailin yang melakukannya Adam malah bucin minta tolong.


Ailin dan Adam melanjutkan makan mereka, karena restoran itu sepi hanya mereka berdua saja di sana, itu bukan secara kebetulan sebab Adam sudah membooking restoran itu hanya untuk mereka berdua. Pasti pria itu tidak ingin ada orang lain yang menganggu kemesraan di antara mereka berdua.

__ADS_1


Semua pelayan patah hati saat melihat orang nomor satu di kota itu sudah memiliki pujaan hati, Adam tidak pernah menatap wanita lainnya selain Ailin.


Adam mengeluarkan kotak perhiasan berwarna merah kecil dari dalam saku celana hitamnya.


"Lihat itu CEO Adam akan melamar kekasihnya," ucap pelayan wanita yang usianya sama dengan Ailin, wanita itu berdiri di sudut ruangan dengan mengigit salah satu jari nya.


"Wah iya benar, lihat itu kotaknya sangat mewah berwarna merah yang melambangkan cinta, wanita itu bukankah desainer Ailin yang sedang naik daun di tahun ini. Mereka berdua sangat cocok dan penyatuan ini akan menjadi kabar besar bagi kota ini," ucap pelayan lainnya dengan mengengam apron berwarna hitam yang sedang dia kenakan.


 


 


. "Ailin," ucap Adam dengan berjongkok di depan Ailin yang masih duduk di kursi restoran dengan menikmati kentang goreng.


 


"Kak Adam, apa yang kau lakukan di bawah ayo berdirilah," ucap Ailin dengan menarik pria itu untuk berdiri namun ada menolaknya.


Adam menaruh satu tangannya di belakang punggungnya, dia menyembunyikan kota kecil berwarna merah.


"Ailin Will you marry me?" ucap Adam dengan membuka kotak yang dia sembunyikan tadi di hadapan Ailin.


Kotak itu berisikan cincin berwarna putih, Ailin begitu terkejut saat mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Adam karena itu sangat mendadak jawaban apa yang akan di berikan Ailin pada Adam.


 


End.


Jangan lupa baca novel baru khairin Nisa yang berjudul "Kontrak Pernikahan Tuan Arogan." bisa di baca di Mangatoon atau Noveltoon

__ADS_1


 


 


__ADS_2