Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Kaget.


__ADS_3

"Ma, apakah kau sakit?" Tanya Radja dengan dagu mengkerut.


"Bukan Mama yang sakit sayang, tapi wanita yang dulu pernah Mama ceritakan padamu."


Radja diam sejenak dia mencoba mengobrak abrik memori internal otaknya. Namun masih saja dia tak menemukan apa yang dia cari, Radja sudah melupakan jika Wanda pernah menceritakan tentang Ailin dan Lani pada malah hari itu. Pikiran Radja kala itu sedang kacau hingga dia tak bisa mengingat apapun. Yang ada dipikirannya hanyalah Ailin dan kini selain wanita itu tak ada yang lebih dia khawatirkan lagi.


"Ma, aku lupa!" Ucap Radja dengan jujur.


"Apakah kamu masih ingat Nak, Mama pernah bicara tentang seorang wanita yang bernama Ailin. Dia memiliki seorang Bibi yang sedang sakit keras dan membutuhkan biaya perawatan yang sangatlah mahal. Karna Ailin tidak mau menerima bantuan dari Mama, mangkanya diam-diam Mama membantu sebagian biaya perawatan Bibi Ailin itu. Awalnya Mama mau menjodohkan mu dengannya namun Ailin tiba-tiba saja mendadak menikah entah siapa pria beruntung yang bisa mendapatkan gadis baik seperti Ailin." Ucap Wenda dengan wajah kelihatan sedih karna dia kehilangan kesempatan untuk memilih menantu sebaik Ailin.


Menepuk jidatnya pelan, "Ya, Ma sekarang aku sudah ingat." Sahut Radja sembari memeluk tubuh Wenda.

__ADS_1


Apakah mungkin Ailin yang Mama maksud adalah istriku. Kenapa ada perasaan yang aneh tiba-tiba timbul dalam benakku. Gumam Radja dalam hati sembari melepaskan pelukannya pada Wenda.


"Sedang apa kamu disini Nak," Ucap Lani dengan mengusap pelan rambut anaknya itu.


"Temanku sedang sakit Ma," Ucap Radja sembari menunjukkan wajah kelihatan cemas dan sedih.


_ _ _ _


Sedangkan di Kediaman Adam. Pria itu mencoba menghubungi Radja beberapa kali namun percuma karna masih tidak ada jawaban dari sahabatnya itu. Ya Radja sedang berbincang dengan Wenda hingga dia tak menghiraukan panggilan telvon dari Adam.


Karna merasa kesal dengan sahabatnya yang masih belum juga mengangkat panggilan telpon ya. Akhirnya Adam bergegas keluar dari rumahnya dan dia berjalan menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumahnya Tersebut.

__ADS_1


"Radja, kau harus mengetahui semuanya. Kau akan menyesal karna selama ini kau menyiksa wanita yang begitu baik hati seperti Ailin." Ucap Adam sembari mengemudikan mobilnya.


Rumah Sani.


Wanita itu berbaring di ranjang dengan melihat foto kebersamaannya bersama Ailin. Air mata tiba-tiba meleleh dari sudut matanya kala itu. Hatinya seakan terasa perih saat mengingat wanita yang ada didalam foto tersebut sedang berjuang melawan maut. Sani memiliki banyak teman namun hanya Ailin saja yang dia angap sebagai saudara. Sani menangis tersedu-sedu sembari mengeser satu foto ke foto lainya.


Ailin cepatlah sembuh, aku sangat merindukanmu. Ucap Sani sembari menyeka air mata yang jatuh ke pipinya.


Di rumah sakit.


"Sayang, bolehkah Mama melihat siapa temanmu itu?"

__ADS_1


"Tentu saja Ma," Ucap Radja sembari berjalan mendahului Wenda dan membuka pintu ruangan Ailin dengan perlahan.


Wenda mengikuti dibelakang Radja dan ketika Radja memingirkan tubuhnya agar Wenda dapat melihat siapa yang sedang terbaring di ranjang tersebut. Mata Wenda langsung menitihkan air matanya dengan sangat deras.


__ADS_2