Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Kesedihan Part 1.


__ADS_3

Tengah malam, Ailin masih belum bisa memejamkan matanya jika mengingat ucapan suaminya tadi. Wanita itu semakin salah faham pada Radja karna pria itu tidak pernah mau menjelaskan apa yang sedang terjadi. Ailin sudah berusaha memejamkan matanya di tengah kegelapan kamar namun lagi-lagi dia kesulitan menutup matanya itu karna bayangan Lani terus muncul di pikirannya. Ailin mulai berdiri dari posisi tidurnya dia menatap ke arah Radja yang masih tertidur pulas. Ailin berjalan menuju teras yang ada di dalam kamarnya.


Udara malam itu sangatlah dingin, Ailin sedang memakai baju tidur yang terbuka bulukuduknya seketika berdiri saat hembusan angin mulai menerpa tubuh kurusnya di tengah-tengah kegelapan malam. Ailin masih tetap berdiri di pinggir pagar dia menatap ke taman bunga yang membuat hatinya sedikit tenang.


''Tuhan, aku harus bagaimana sebentar lagi kontrak pernikahan ini akan selesai dan jika sampai saat itu Bi Lani belum sembuh juga maka apa yang harus aku lakukan agar bisa membayar biaya perawatannya nanti.'' Ucap Ailin lirih. Tanpa sadar butiran kristal yang sedari tadi sudah bertumpuk di pelupuk matanya itu akhirnya jatuh juga. Ailin selalu bersedih bahkan tanpa ada orang yang bisa menyelamatkannya dari penderitaan yang sudah lama singgah di hatinya.


''Apa yang kau lakukan di sini, sayang?'' Radja memeluk tubuh Ailin dari belakang dengan lembut dan mengecup leher jenjang istrinya itu.


'Mengusap air mata yang membasahi pipinya itu, ''Aku sedang ingin menghirup udara segar.''


''Kau berbohong!'' Ucap Radja dengan membalikkan tubuh Ailin. Kini mereka saling berhadapan.


''Ya, aku berbohong kau sudah membuatku menderita, ceraikan aku!'' Tiba-tiba Ailin berteriak dengan lantang dan teriakan itu sampai menggema keseluruh ruangan itu, dan memecahkan kesunyian di teras kamar itu.

__ADS_1


Entah apa yang sedang ada di pikiran wanita itu sampai dia berani bicara kasar di hadapan Radja. Ailin menangis tersendu-sedu dia tak bisa lagi menahan emosi yang terpendam di dadanya. Amarah yang dulu sempat wanita itu tahan akhirnya meluap-luap juga. Dada Ailin semakin terasa sesak bahkan wanita itu mulai kesulitan bernafas karna terlalu banyak penderitaan yang dia tahan dan dia sembunyikan dari balik tawa dusta yang selalu dia tunjukkan di hadapan suaminya itu. Semua rasa sakit dan rasa kecewa karna Radja tidak pernah percaya padanya semua itu sudah tidak bisa Ailin tahan lebih lama lagi.


Kau seharusnya mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi agar wanita itu tidak terus salah paham  padamu jika Ailin sudah benar-benar meninggalkanmu maka kau akan menyadari jika wanita itu sangat berharga dari semua harta yang kau miliki. Ketika Radja mau membuka mulutnya untuk bicara namun terdengar ketukan dari depan kamarnya.


Tok tok tok.


Entah apa yang sedang terjadi namun Wenda menitihkan air matanya saat mendengar kabar dari dokter yang merawat Lani. Radja segera meninggalkan Ailin di teras kamarnya dan berjalan membukakan pintu kamarnya itu. Radja bingung melihat Wenda sudah menangis sesenggukan seperti itu.


''BIbi Ailin telah meninggal dunia beberapa menit yang lalu.''


Pyar!


Terdengar pecahan Vas bunga dari dalam kamar Radja. Wenda dan Radja segera berlari masuk ke dalam kamarnya. Ailin pingsan di dekat vas bunga yang sudah pecah di lantai itu. Entah wanita itu sudah mendengarkan perbincangan mereka atau belum namun Ailin pingsan saat ini. Radja segera membawa Ailin ke atas ranjang sedangkan Wenda segera menghubungi dokter pribadi yang biasanya merawat Ailin.

__ADS_1


Kasihan sekali Ailin belum sempat dia merasakan bahagia namun orang yang sangat dia cintai telah pergi untuk selama-lamanya darinya bahkan wanita itu sampai menitihkan air matanya padahal dia sedang pingsan. Radja mulai kelihatan panik dia berdoa agar istrinya itu tidak mendengarkan perbincangannya dengan Wenda di depan kamar itu tadi.  Tak lama kemudian dokter datang menuju rumah Radja dan dia segera memeriksa kondisi Ailin. Ternyata kondisi wanita itu baik-baik saja.


''Bagaimana dengan kondisi istriku Dok?'' Tanya Radja dengan berjalan keluar dari kamarnya sedangkan Wenda masih duduk di samping Ailin dengan wajah kelihatan cemas.


''Nona Ailin baik-baik saja Tuan, namun kenapa dia tiba-tiba pingsan?'' Tanya Dokter paru baya itu dengan menghentikan langkahnya.


''Mungkin dia mendengar perbincanganku dengan Mama tadi,''


''Sebisa mungkin jangan biarkan Nona Ailin berpikir terlalu banyak karna itu bisa membuat kesehatannya semakin memburuk namun sekarang kondisinya baik-baik saja.'' Setelah bicara dokter itu langsung membungkukkan badannya dan berlalu pergi.


Sedangkan Radja segera masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Ailin masih  memejamkan matanya.


JANGAN LUPA BACA KELANJUTAN CERITA DARI SANG PENAKLUK YA. DAN NOVEL BARU KHAIRIN YANG BERJUDUL ''MARRIED WITH MY ENEMY.'' MENCERITAKAN TENTANG SEORANG GADIS CUPU YANG BENAMA KATIE DAN MUSUHNYA YANG SANGAT GANTENG YANG BERNAMA RICHARD ANDERSON

__ADS_1


__ADS_2