Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Sedang Kasmaran.


__ADS_3

      Setelah mendengarkan Ailin bicara, Sani


langsung tersipu malu bahkan pipi wanita itu seketika terlihat merah seperti


tomat. Namun Sani sangat bahagia saat dirinya melihat senyuman sahabatnya yang


sempat hilang beberapa waktu yang lalu kini mulai terlihat kembali. Senyuman di


bibir Ailin bukan berarti menandakan jika dirinya sudah bisa melupakan kejadian


yang tempo hari di alami namun senyuman itu bisa di ungkapkan sebagai tanda


jika Ailin sudah mulai bisa melanjutkan kembali hidupnya karena kenyataanya


tidak baik jika seseorang terlalu lama terpuruk dalam kenangan pahit yang telah


lama di alami.


     Ailin mulai sadar jika dirinya tidak harus terus terbayang semua penghianatan dan rasa sakit yang sering di lakukan mantan suaminya padanya karena wanita tidak selemah itu untuk selalu di tindas dan tidak di hargai, seorang istri seharusnya di tempatka di jantung suami, supaya sang istri bisa dekat dengan hati karena wanita pantas


untuk di sayangi dan di hormati namun berbeda halnya dengan Radja pria itu tanpa


sadar menempatkan istrinya di bawa kakinya agar selalu di injak dan di sakiti


   Bahkan Adam yang setatusnya hanya sebagai teman Ailin tidak pernah mampu untuk melihat sahabatnya itu menangis bahkan Adam selalu berusaha agar Ailin bahagia karena wanita itu sejak dulu selalu memiliki tempat spesial dalam hati dan hidupnya. Adam sempat menikah dengan orang lain namun siapa sangka jika author


mempertemukan mereka kembali dalam rasa sakit yang berbeda. Adam sedang


terpuruk dan bersedih dengan kematian istrinya dan Ailin juga bersedih karena


penghianatan suaminya.

__ADS_1


    “Ailin aku sangat bahagia melihat senyuman mulai terbit di wajah cantik mu lagi,” Sani bicara dengan memeluk tubuh sahabatnya itu dengan sangat erat.


    “Sani terimakasih karena kau selalu menjadi sahabat sekaligus keluarga bagiku kau bahkan tidak pernah meninggalkanku sendirian,” Mata Ailin berkaca-kaca  saat mengucapkan hal  tersebut dengan balik memeluk tubuh Sani dengat erat.


      “Aku tidak akan pernah meninggalkan mu Ailin,” sambung Sani dengam melepaskan pelukannya pada Ailin.


           Ini untuk kali pertama semenjak Ailin keluar dari rumah Radja, wanita itu mau membantu Sani menyiapkan sarapan pagi di dapur karena biasanya Ailin selalu saja


menangis dan meratapi nasibnya namun hal itu tidak terlihat lagi hari ini. Ailin terlihat baik-baik saja walaupun Sani tau dengan jelas jika AIlin mencoba melupakan masa lalunya.


    Ailin membantu Sani untuk membakar roti tawar di pemangang, sedangkan Sani membuat coklat panas kesukaan Ailin dan satu susu putih panas untuk dirinya sendiri. Setelah semua selesai mereka makan bersama dan seperti biasa mereka berbicara mengenai bagaimana Pak Ray mengungkapkan cintanya pada Sani tadi malam. Setelah Sani dan juga Ailin selesai sarapan Ailin membersihkan semua Pring kotor yang ada di atas meja makan dan segera membawanya ke wastafel yang ada di dalam dapurntersebut, Sani menawarkan diri untuk membantu Ailin mencuci piring kotor yang kini sedang bertumpuk di wastafel dapur itu, tapi Ailin tak mengijinkan


hal tersebut karena Sani harus berangkat berkerja.


     Sani seger menuruti keinginan Ailin karena dirinya melihat jam dinding yang ada di dalam dapur itu sudah menunjukkan jam 07,00. Tanda jika dirinya harus segera bersiap


untuk berangkat ke kantor. Sani sekarang berkerja di perusahaan Adam dan karena


bunga yang sedang mekar karena mereka sering sekali bertemu.


. Sani baru saja tiba di parkiran perusahaan tempat dia berkerja, wanita itu turun dari mobil pribadinya dan mulai melangkah memasuki lobby perusahaan. Sani berjalan dengan begitu anggun dan wanita itu memusatkan pandangannya ke arah ponsel yang sedang dia pegang. Sani memperingatkan Ailin agar dirinya tidak terus bersedih dan juga Ailin harus berkerja bersama dirinya lagi seperti sebelumnya.


 


Sani mencoba membangkitkan semangat hidup Ailin dan menunjuk pada sahabatnya jika begitu banyak orang yang masih perduli padanya, Ailin yang mau membersihkan kamarnya lebih dulu membalas pesan singkat Sani dari WHATSAPP karena jika dirinya mengabaikan lesan sahabatnya itu maka Sani akan mengkhawatirkan dirinya.


Sani masih sibuk menatap layar ponselnya hingga dirinya tidak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang mengawasinya dari dalam lobby.


"Dia cantik sekali," gumam Pak Ray Yanga sedari tadi tak bergeming memperhatikan Sani dari parkiran mobil sampai mulai memasuki gedung perusahaan itu.


Sani membuka pintu utama Lobby perusahaan dan dirinya melihat Pak Ray sedang tersenyum padanya wajah Sani dan juga Pak Ray terlihat malu\-malu pasti mereka berdua sangat canggung karena perubahan status persahabatan kini mulai berkembang menjadi cinta.

__ADS_1


"Tak bisa hatiku menafsirkan cinta karena cinta tersirat bukan tersurat meski bibirku terus berkata tidak mataku terus pancarkan sinarnya." Semenjak Pak Ray mulai suka dengan Sani lagu itu seringkali dirinya nyanyikan jika sedang sendirian di dalam kamarnya. Lagu dari band Zigas itu seakan melewati kisah cintanya pada Sani, sahabatnya sendiri.


"Pa. . Pagi Pak Ray," sapa Sani dengan menaruh kembali ponselnya ke dalam tas jinjing berwarna hitam yang kini sedang di tenteng dengan anggun.


"Pagi Sa. . ni," sahut Pak Ray dengan hendak berjalan mendekati Wanita itu.


Jantung kedua insan manja itu berdetak dengan kencang seperti genderang yang mau perang! Sebenarnya tadi pak Ray mau bilang sayang namun karena banyak wanita yang sedang menatap mereka berdua sehingga Pak Ray memanggil nama Sani.


"Pak Ray bagaimana menurutmu," Adam menoleh ke arah samping di mana tadi asistennya berada.


Sebelum melihat Sani memasuki halaman perusahaan sebenarnya tadi Pak Ray sedang membicarakan tentang rapat siang hari nanti namun Pak Ray malah menghentikan langkahnya saat dirinya melihat wanita yang tadi malam hampir saja dia cium. Hingga tanpa sadar Pak Ray malah mengabaikan majikanya dan membiarkan Adam bicara sendirian seperti orang gila.


Adam melihat ke sekitar lobby dan dia melihat asistennya sedang berbicara dengan kekasihnya, Adam tidak marah namun dia menepuk pelan jidatnya karena mengerut kesal. Karena Pak Ray melupakan dirinya saat melihat kekasihnya. Namun Adam tidak menegur Pak Ray anggap saja sebagai permintaan maaf Adam pada Pak Ray karena semalam sudah menjadi penganggu keromantisan keduanya.



 


    Ailin sudah selesai memebersihkan rumah Sani, dan dirinya segera duduk di ruang tamu untuk menonton televise baru saja Ailin hendak menyandarkan punggungnya di sofa sudah terdengar bunyi bel dari depan rumah Sani. Ailin segera mematikan kembali


pesawat televisi yang baru saja dia nyalakan dan segera beranjak berdiri dari sofa untuk membukakan pintu.


   Pintu sudah separuh terbuka dan mata Ailin melotot seketika saat dirinya kaget dengan siapa orang yang baru saja dilihatnya. Wajah orang yang selama ini sangat dia rindukan kini bisa dia lihat kembali orang yang pernah membantunya dan sangat dia sayangi.


   “Ailin,” ucap seseorang yang sekarang sedang berdiri di depan pintu rumah Sani.


    Ailin langsung memeluk tubuh orang yang sangat dia rindukan itu denga sangat erat bahkan tangisan wanita itu mulai pecah lagi dan membasahi kedua pipinya.


       SIAPAKAH ORANG YANG SELAMA INI SANGAT AILIN RINDUKAN ITU SAMPAI MEMBUATNYA KEMBALI MENITIHKAN


AIR MATA!

__ADS_1


    JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL KHAIRIN NISA YANG LAIN YA


__ADS_2