Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Mengetahui Semuanya.


__ADS_3

Ailin terdiam sesaat dia tak langsung menjawab apa yang di ucapkan oleh suaminya barusan. Wanita itu sepertinya sedang mencerna apa yang di ucapkan oleh suaminya tadi. Radja berdiri dari posisi duduknya dan menggeser kursi yang sempat ia duduki tadi agar bisa lebih dekat dengan Ailin. Kini mereka berdua saling beradu pandang dan Radja meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya dengan sangat erat seolah pria itu takut akan kehilangan wanita yang kini sedang berada di dekatnya itu.


''Apa maksud dari ucapanmu?'' Tanya Ailin dengan melepaskan genggaman tangan suaminya itu.


''Ayo makan dulu setelah itu aku akan tunjukkan di mana wanita yang sempat membuat orang yang kucintai sampai koma di rumah sakit.''


 Radja menyuapi AIlin dengan makanan kesukaan wanita itu. Awalnya Ailin menolak namun karna Radja bicara seperti dengan mimik wajah kelihatan memohon jadi Ailin tak tega mau menolak permintaan pria itu. Ailin hanya bisa membuka mulutnya setiap kali Radja menyodorkan satu sendok penuh nasi bahkan kini mereka berdua kelihatan sangat mesra. Ailin sangat bahagia di melihat perubahan sikap suaminya itu, kini pria itu kelihatan jika sedang menghargai dan menjaga wanita yang ada di hadapannya itu bahkan tak jarang diam-diam Ailin curi pandang dengan Radja.


Ailin sangat mencintai Radja namun dia mencoba membuang semua cintanya karna mengingat akan statusnya hanya sebagai istri kontak saja. Ailin beranggapan jika Radja baik padanya karna hanya takut jika pria itu tidak di anggap anak oleh Wenda.

__ADS_1


Kini nasi di piring AIlin telah habis dan Radja juga sudah makan siang, Pak Ray segera membukakan pintu restoran dengan membungkukkan badannya setelah AIlin dan Radja melewatinya. Ada pengawal yang sudah membungkukkan badanya di depan mobil Ailin masuk ke dalam mobil terlebih dahulu lalu Radja juga ikut mendudukkan tubuhnya di kursi kosong samping Ailin. Pengawal tersebut kemudian menutup pintu itu.


Pak Ray sudah siap di kursi kemudi dan menyalakan mesin mobil mewah itu sedangkan para pengawal tadi segera kembali naik ke mobil hitam yang ada di belakangnya itu. Pak Ray segera menjalankan mobil tersebut keluar gerbang utama restoran mewah itu sedangkan di dalam mobil. Wenda menelepon karna wanita itu sangat khawatir dengan ke adaan Ailin. Radja memberitahukan jika salah satu pengawal sudah ke rumah dengan membawa mobil yang Ailin pakai tadi, Radja juga memberitahukan pada Wenda jika dirinya sedang membawa Ailin menemui Keren di tempat wanita itu menjalani hukumannya. Wenda yang sedang sibuk menumis makan siang untuk Ailin segera menyuruh pelayan rumahnya untuk meneruskan memasak.


Wenda yang tadi kelihatan sangat tenang kini mulai gelisah karna takut jika Keren sampai melukai Ailin lagi walaupun wanita paruh baya itu tau jika Radja tidak akan sampai membiarkan hal tersebut terjadi. Wenda menyuruh Radja menunggunya di depan gubuk di mana Keren di sekap karna wanita itu tidak mau jika Ailin masuk ke dalam gubuk itu tanpa ada dirinya. Radja hanya bisa mengiyakan ucapan Wenda setelah melihat Ailin menganggukkan pelan kepalannya tanda jika wanita itu tidak keberatan dengan apa yang di di minta oleh mertuanya itu.


Karna Ailin tau dengan sangat jelas jika wanita itu sangat menyayanginya dan mengkhawatirkan akan keadaannya.


Pak Ray baru pertama kali melihat majikannya sangat menyayangi seorang wanita bahkan selama bersama Keren Radja tidak pernah menjaganya seperti ini karna, Keren hanya di buat sebagai pemuas nafsu saja oleh pria itu. Namun Pak Ray juga bahagia karna majikanya kini telah menemukan orang yang bisa menemaninya sampai tua.

__ADS_1


_ _ _


Mobil yang di tumpangi oleh Radja sudah berhenti tepat di depan gubuk reyot yang di huni oleh Keren, Ailin sudah bangun dari tidurnya dan wanita itu kini sudah berada di depan mobil dengan mata masih melihat ke arah hutan belantara. Selang setengah jam kemudian mereka mobil yang di tumpangi oleh Wenda tiba di tempat tersebut.


"Ingat nak jika terjadi sesuatu padamu maka Mama yang akan ada di barisan depan untuk menyelamatkan mu," Ucap Wenda dengan mengandeng tangan Ailin.


"Ma, jangan berlebihan ada aku di sini." Sahut Radja tak terima karna keberadaannya lagi-lagi tidak di angap oleh ibundanya itu.


"Mama juga tau, tapi tetap saja firasat Mama tidak enak pasti akan terjadi sesuatu." Jelas Wenda.

__ADS_1


"Masak iya Keren berada di sini, aku masih tidak percaya. Namun Mama tidak akan pernah berbohong padaku kan." Gumam Ailin dalam hati.


Radja, Ailin, Wenda masuk kedalam gubuk itu di temani oleh para pengawal.


__ADS_2