Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Tidak Mau ke Pasar Lagi.


__ADS_3

"Kak, Adam sini biar aku bawa ikannya," pinta Ailin dengan tangan hendak mengambil kresek berwarna putih yang terdapat ikan mujair dan juga gurame di dalamnya.



Menjauhkan kresek yang sedang dia bawah dari tangan Ailin, "Tidak perlu biar aku taruh di dapur saja." *sebenarnya aku sangat ingin memberikan ikan ini padanya tapi aku tidak tega jika tangannya itu membawa barang berat seperti ini*.



Ailin dan juga Sani membeli banyak ikan untuk persediaan beberapa hari kedepan. Adam sangat menyayangi Ailin namun pria itu takut jika sampai dirinya mengutarakan isi hatinya, maka Ailin akan menjauh darinya lebih lagi sebagai pria normal yang pernah beristri maka pria itu sedang mencoba mengubur sedalam\-dalamnya hasrat di dalam hatinya untuk bercinta.



Melihat Ailin bahagia itu sudah kebahagiaan bagi dirinya juga.



"Ailin, bersihkan dirimu lebih dulu sebelum menyiapkan makan siang," ucap Adam dengan menatap ke arah Ailin yang kelihatan kelelahan.



"Baiklah," setelah bicara Ailin masuk ke dalam kamarnya.



Adam berjalan menuju wastafel yang ada di dalam dapur itu dan dia melihat Pak Ray baru selesai mencuci tangannya dengan sabun agar tidak tercium lagi bau amis dari ikan. Dengan wajah ditekuk Adam berjalan menuju wastafel tersebut dan langsung mencuci tangannya di sana bahkan pria itu sampai menuang sabun yang begitu banyak di tangannya agar bau ikan tersebut segera hilang.



"Tuan muda jika lain kali Calon istriku pergi ke pasar tradisional seperti itu lagi maka aku tidak mau ikut dengan\-nya," ucap Pak Ray dengan berbicara di samping Adam yang sudah selesai mencuci tangannya.



"Kau kira aku mau pergi ke pasar seperti itu jika bukan karena mereka, kau tadi bisa menolaknya dan beralasan kita sedang ada meeting penting namun kau tidak berbicara demikian dan malah ikut kedua wanita itu pergi," gerutu Adam dengan menatap sinis ke arah Asistennya.



Adam dan juga Pak Ray sudah seperti sebuah keluarga jika tidak sedang dalam ke adaan berkerja. Namun jika berada di kantor maka kedua pria itu akan bersikap layaknya asisten dengan majikannya. Adam tidak seperti bos lainnya yang selalu ingin di hormati dan juga di takuti.



Bagi Adam selama orang yang berada di sampingnya masih bersikap wajar dan sopan maka baginya itu tidak ada masalah lagi.



Adan dan juga Pak Ray duduk di meja makan rumah Sani karena mereka berdua sedang menunggu wanita cantik pujaan hatinya selesai membersihkan tubuhnya. Selang beberapa waktu kemudian, Ailin dan juga Sani berjalan masuk ke dalam dapur dan mereka berdua segera menyuruh Pak Ray dan juga Adam mandi di kamar mereka.



Pak Ray mandi di kamar Sani dan Adam mandi di kamar Ailin.



Adam masuk ke dalam kamar Ailin tanpa menoleh kesana\-kemari karna pria itu hanya ingin membersihkan tubuh dan langsung agar tidak terasa lengket seperti sekarang. Di dalam Kamar mandi Adam mulai mencari shampoo pria namun dia lupa jika sedang tidak berada di rumahnya. Adam menyambar botol shampoo yang berwarna pink dan segera mencium aroma shampoo dari botolnya.



Adam menghirup bau strawberry yang sangat manis sampai membuat khayalannya melayang namun pria itu segera menggoyangkan pelan kepalannya karena mencoba mengusir pikiran mesum yang ada di dalam otaknya saat ini.



BOCORAN NOVEL BARU KHAIRIN YANG ADA DI APK SEBELAH. CEK IG KHAIRIN\_JUNIOR DAN JANGAN LUPA FOLLOW JUGA YA MAKA KALIAN AKAN TAU AUTHOR MENULIS DI MANA SAJA.



INI CERITA DARI NOVEL.

__ADS_1



Estes Park Hotel.


     Itu adalah nama hotel di negara Amerika. Seorang pengusaha bernama Hamilton Ras sedang mengelar resepsi penikahannya, pernikahan yang terbilang cukup megah dan mewah namun ada yang aneh dari pernikahan ini karena tidak bnyak tamu undagan yang datang, itu bukan suatu kebetulan karena yang hadir hanyalah keluarga dari sang istri saja


yang bernama Castarica. Biasanya sebuah pernikahan pasti akan melibatkan banyak


orang tak termasuk teman kerja dan kerabat dari kedua mempelai namun kali ini


berbeda karena hanya melibatkan keluarga dari mempelai wanita saja.


    Acara berlangsung dengan lancar pengantin pria memakai baju turxedo dan dia sangat tampan di umurnya


Sekarang. Hamilton berusia 30 tahun, adalah salah satu pembisnis yang bisa di


bilang cukup sukses di kotanya namun Castarica tak pernah mengetahui tentang


kehidupan pribadi sang suami karena Hamilton tinggal di Negara lain. Mereka


berdua bertemu secara kebetulan saat keduanya sedang mengurus perkerjaan mereka masing-masing hingga akhirnya kedua orang itu sering bertemu dan tanpa


berpacaran Hamilton meminta ijin pada Reza, ayah Castarica untuk menikahi putri


semata wayangnya itu.


        Jelas jasa Reza langsung mengiyakan lamaran tersebut karena mengetahui jika Hamilton memiliki perusahaan  yang cukup besar di kotanya, Reza berasal


dari keluarga yang terbilang sederhana dan ibu Castarica sudah meninggal


semenjak melahirkannya. Hingga sejak saat itu Castarica hanya hidup berdua


dengan ayahnya saja. Selama ini Reza selalu saja mencukupi kebutuhan Castarica dan


saat mengetahui jika ada pembisnis dari Negara lain ingin meminang putrinya


benak Reza putrinya akan hidup bahagia jika menikah dengan orang mapan seperti


Hamilton.


    Castarica adalah seorang gadis yang sekarang berusia 22 Tahun. Gadis cantik  itu sedang berjalan mendekati mempelainya yang sedang menunggu dirinya di depan pendeta. Castarica berjalan dengan mengandeng lengan seorang pria paruh baya. Pria itu adalah ayah kandung Castarica yang bernama Reza.


     Beberapa saat kemudian acara pernikahan telah selesai cincin nikah sudah tersemat di jari ke duanya dan janji pernikahan sudah selesai di ucapkan. Hamilton mulai hari ini


resmi menjadi suami dari Castarica. Semua tamu undangan segera menikmati kudapan


yang tersaji di meja panjang yang berada di tengah-tengah ruangan tersebut


sedangkan para kerabat lain memberikan selamat pada Castarica karena


mendapatkan suami yang tampan dan juga sukses seperti Hamilton. Castarica hanya


tersenyum malu-malu dan juga bahagia karena apa yang di ucapkan oleh semua


kerabatnya yang ikut menghadiri acara tersebut ialah benar.


       “Reza, selamat ya kau mendapatkan menantu yang sangat mapan dan juga tampan sepertinya,” ucap kerabat Reza yang


bernama Danil dengan mengulurkan tanganya.


      “Kau jangan berlebihan seperti itu, asalkan Castarica bahagia, apa saja akan aku lakukan,” sambung Reza dengan menjabat tangan Danil.


     “Menantu mu terlihat jelas sangat mencintai Castarica karena dia sampai menyewa hotel mewah ini sebagai acara pernikahannya bahkan pria itu juga menyewa WO termahal di kota ini,” imbuh Daniel dengan matanya menyapu seisi ruangan yang kelihatan sangat mewah dengan wajah terkagum-kagum.


      “Sudahlah, jangan berlebihan kau bisa menikmati makanan yang tersaji di atas meja,” balas Reza.

__ADS_1


     Semua orang yang hadir di pesta pernikahan itu menikmati makana yang di hidangkan oleh pelayan di atas meja dengan wajah kelihatan puas karana makanan itu memiliki rasa yang begitu lezat sebab harganya juga tidaklah murah. Makanan di atas meja itu semakin berkurang namun para pelayan kembali mengisi makanan yang telah habis dengan yang baru sehingga meja itu terlihat penuh.


    Castarica dan juga Hamilton sedang berbicara berdua karena para tamu undangan yang lain sedang


sibuk mencicipi makanan yang tersaji di atas meja bahkan Reza juga sibuk


berbicara dengan keluarganya yang lain.


        “Mas, aku sangat bahagia karena bisa memiliki suami sepertimu,” ucap Castarica dengan mata berkaca-kaca.


     “Sayang, apakah kau tidak bahagia menikah denganku, sampai aku bisa melihat  Kristal bening dari pelupuk mata mu itu?” tanya Hamilton dengan memegangi kedua tangan istrinya.


     “Kau bilang apa mas, aku sangat bahagia, dan aku juga bersyukur pada tuhan karena memberikan suami baik seperti dirimu,” jelas Castarica dengan senyum terbit dari bibirnya.


      “Aku akan selalu mencintaimu dan juga menjagamu, sayang.” Pria itu mengecup kening Castarica dengan lembut.


      Hamilton telah jatuh hati pada wanita itu bahkan dia sampai melupakan siapa jati dirinya sebenarnya, kecantikan Castarica telah membutakan kenyataan akan siapa Hamilton sebenarnya hanya waktu saja yang bisa menjawab semuanya.


     Reza berjalan mendekati kedua mempelai itu dengan raut wajah kelihatan bahagia karena putri yang sangat dia cintai telah menjadi istri orang lain, selama ini Reza selalu takut jika sampai dirinya meninggal dan tidak akan ada lagi orang yang bisa


menjaga putri yang sangat dia sayangi, namun saat ini pria paruh baya itu bisa


bernafas lega, karena anak yang sangat dia sayangi sudah ada yang menjaga dan


akan memulai kehidupan barunya.


       “Nak, apakah kau bahagia?” Tanya Reza pada anaknya.


     “Tentu saja ayah,” jawab Castarica dengan senyuman manis terlihat di bibirnya.


     “Hamilton, tolong jaga putri kesayanganku ini jika aku meninggal nanti,” ucap Reza dengan air muka terlihat serius.


         “Ayah, apa yang kau ucapkan barusan jangan bicara seperti itu aku tidak suka mendengarnya,” gerutu Castarica dengan memeluk Reza seolah wanita itu tak ingin kehilangan ayahnya.


     “Aku akan selalu menjaganya Ayah,” Balas Hamilton dengan wajah datar.


       Tak lama setelah itu datanglah seorang wanita yang kira-kira umurannya sama dengan Hamilton,


wanita itu tidak datang sendirian karena dia sedang mengandeng seorang anak


perempuan yang kira-kira baru berusai 4 tahun. Anak kecil itu tersenyum ke arah


Hamilton. Sedangkan wanita yang sedang mengandeng anak perempuan itu menatap ke arah Hamilton dengan tatapan membunuh, bahkan tangan wanita itu terkepal dengan


sangat kuat menatap ke arah Castarica yang sekarang sedang mengandeng tangan


Hamilton.


      Semua tamu undagan memperhatikan ke arah wanita yang baru datang itu karena wanita tersebut datang ke acara pernikahan tapi mengunakan baju yang sederhana bahkan bisa di bilang tidak sopan jika menghadiri acara pernikahan dengan mengunakan baju seperti itu. Semua kerabat Castarica saling bertatapan satu sama lain


seolah-olah mereka sedang mencari tau apakah ada yang mengenal wanita yang baru


datang itu. Namun semua orang yang ada di acara itu mengelengkan kepala mereka


tak terkecuali Reza, ayah Castarica sendiri hingga suara lembut dari bibir anak


kecil itu mulai terbuka.


    “Papa.” Anak kecil


itu melepaskan genggaman tangan Mamanya, dan berhamburan lari mendekati orang yang dia sebut Papa tadi.


      Castarica melepaskan genggaman tanganya dari suami yang baru saja dia


nikahi itu dengan wajah kebingunggan. Semua tamu undagan itu kaget bukan main

__ADS_1


setelah mendengarkan anak perempuan itu menyebut Hamilton dengan sebutan Papa.


__ADS_2