Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Kembali Ke Rumah Sakit.


__ADS_3

''KIta kembali ke rumah sakit saja! Karna Mama sangat menghawatirkan kondisi putriku,'' Ucap Wenda sembari sorot matanya terlihat sedih. Bukan hanya Wenda saja yang menghawatirkan kondisi Ailin karna Radja dan Adam juga sangat mengkhawatirkan kondisi wanita malang itu. Walaupun kini di rumah sakit Ailin tidaklah sendirian karna ada Sani yang sedang menemaninya saat ini. Tapi tetap saja ke tiga orang itu masih memikirkan dan mengkhawatirkan Ailin.


 


 


''Baiklah Ma,'' Sahut Radja sembari lebih dulu masuk ke dalam mobil dan Adam pun ikut masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Wenda.


 


Dengan perlahan mobil tersebut mulai meninggalkan tempat Keren sedang menjalani hukumannya. Mobil itu berjalan menembus kegelapan hutan. Bahkan Wenda sampai tertidur di dalam mobil karna dia sangatlah lelah seharian tidak beristirahat,  tempat tersebut letaknya sangat jauh dari kota. Radja masih sibuk memainkan laptopnya karna pria itu menjaga Ailin sampai mengabaikan tugas kantornya kini dia harus mengerjakan perkerjaannya di dalam mobil.


 


 


Tempat Keren di sekap.


 


Wanita itu berteriak dengan sangat kencang setelah beberapa ekor tikus itu keluar dari kandangnya ya tikus kotor tersebut langsung berjalan menghampiri Keren dengan sangat lincah dan liar. Keren terus berteriak semakin menjadi-jadi saat tikus itu mulai berjalan menghampirinya, bulu kuduk Keren langsung berdiri seketika bahkan dia sampai bergidik karna jijik melihat bentuk dan bulu pada tikus tersebut yang terlihat lembut namun sangat mengelikkan bagi Keren.

__ADS_1


 


''Hei, mau kemana kamu?'' Teriak Keren saat salah satu pengawal yang tadi membawa tikus itu hendak keluar dari ruangan tersebut.


 


Pengawal tersebut menatap ke arah Keren dengan wajah tidak bersahabat. ''Tuan muda bilang, jika hewan itu sudah keluar dari sangkarnya maka kami harus pergi!''


 


''Hei, bawa hewan ini keluar bersama dengan kalian!'' Pinta Keren dengan menangis sesenggukan karna kini tikus tersebut berada di dekatnya dan terus mengelilingginnya.


 


 


''Dasar pengawal bodoh, cepat bawa pergi binatang ini! Hei apa kalian semua sudah tuli cepat singkirkan tikus ini dari hadapanku hiks hiks hiks, aku sangat takut aku mohon.'' Nada suara Keren terdengar mulai melemah sepertinya wanita itu sekarang mulai kelelahan karna dia terus berteriak memaki semua orang yang tadi ada di dekatnya. Bahkan wanita tersebu tidak tau caranya meminta tolong, dia masih saja memandang orang lain lebih rendah darinya padahal dia sudah ada di kondisi yang terjepit seperti ini.


 


Lihatlah Keren semua kekayaan yang kau miliki tidaklah berfungsi dengan kondisi mu yang terlihat sangat-sangat menyedihkan seperti ini. Kau harusnya merubah sikap mu supaya lebih baik lagi dari sebelumya,

__ADS_1


Gubuk yang Keren tempati tidak ada lampu kecuali beberapa lilin kecil yang di taruh di setiap sudutnya, Keren terus menangis sesenggukan sembari terus menyalahkan Ailin yang bersalah atas semua kejadian yang sedang dia alami saat ini.


 


 


Tiga hari kemudian.


 


 


Ailin masih dalam kondisi yang sama dia masih terbaring koma dengan beberapa selang masih tertancap di tubuhnya, Lani juga masih sama  kondisinya tak kalah menyedihkan dari Ailin. Radja dan Wenda terus bergantian menjaga orang yang sangat mereka sayangi itu tanpa kenal lelah. Di saat Radja harus berkerja Wendalah yang menjaga Ailin dan jika Radja selesai berkerja maka Wenda akan pulang untuk istirahat di rumahnya, Radja akan bergantian menjaga Ailin.


Adam dan Sani setiap sore selalu menyempatkan diri untuk menjenguk Ailin di rumah sakit.


 


Sedangkan di kantor wanita yang sempat mencari keributan dengan Ailin sudah di keluarkan dari perusahaan milik Radja namun semua pegawai masih belum ada yang tau jika Ailin adalah suami Radja karna mereka menunggu sampai wanita itu sadar dan mengumumkan secara besar-besaran pernikahan Radja dan AIlin.


Semoga saja wanita itu cepat bangun atau mungkin malah sebaliknya.

__ADS_1


__ADS_2