Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Part 27


__ADS_3

Malam itu Radja dan Ailin sudah ada di Club malam dan banyak sekali orang yang ada didalam ruangan tersebut, Ruangan yang sangat pekat dengan bau alkohol yang semakin membuat mual perut Ailin. Ya dia tak pernah menyukai bau minuman dia hanyalah wanita rumahan yang hidup sederhana dan tidak mengenal dunia malam seperti itu.


Namun karna permintaan Radja, Ailin pun menyetujuinya dia berdandan sangat cantik namun dia memakai baju yang tidak terlalu fulgar karna Radja tidak menyukai akan hal itu.


Entah apa maksut Radja mengajaknya kedalam Club malam padahal biasanya Radja mengajak Keren kekasihnya yang kini hilang entah kemana. Radja duduk dengan banyak pria dan banyak pula wanita penghibur yang siap memuaskan hati para pelanggannya itu. Para wanita malam itu mengenakan pakaian seksi dan fulgar tentu saja itu untuk memuaskan mata para pria hidung belang itu.


"Heii Radja siapa wanita cantik yang kau ajak ini?" Tanya Deni sembari melihat Ailin dari ujung kaki dan perlahan naik sampai ke ujung rambutnya.

__ADS_1


Kala itu Deni dan beberapa pria lainya tidak memesan wanita pendamping namun mereka masih belum mabuk karna acara baru saja di mulai. Ailin hanya bisa menyungingkan senyumannya ditengah rasa mual yang semakin membuatnya tidak tahan.


"Dia hanya wanita yang aku bayar untuk menjadi istriku!" Ucapan Radja seperti sebuah pisau yang menusuk tepat di jantung Ailin namun sebisa mungkin Ailin menyembunyikan air matanya itu karna dia tidak ingin terlihat lemah didepan Radja.


Ini memang harga yang harus Ailin bayar untuk mengembangkan uang yang Radja keluarkan untuknya. Deni terlihat serius menatap kearah Ailin sangat jelas terlihat dari sorot matanya jika Deni memiliki ketertarikan pada Ailin dan Radja tidak menyukai akan hal itu namun Radja hanya bisa diam dengan pura-pura tidak menghiraukan akan tatapan Deni pada istrinya.


"Deni! Jaga ucapamu!" Bentak Radja sembari melingkarkan tangannya di pundak Ailin. Namun Ailin hanya diam dia merasa terluka hatinya seakan ingin marah tapi apalah daya dia hanya bisa diam dan menikmati segala penghinaan terhadapnya.

__ADS_1


"Maafkan aku kawan, aku hanya bercanda." Ucap Deni sembari memanggil salah satu waiters untuk membawakan beberapa anggur lagi.


kenapa dia tak melawan waktu aku bilang seperti itu padahal aku dengan sengaja menyebutnya seperti itu agar dia marah tapi tak ku sangka Ailin hanya tersenyum saja. Apakah dia selalu bersikap seperti ini walaupun tidak berada bersamaku. Begitu kira-kira arti tatapan Radja pada Ailin.


Didalam ruangan itu semua orang sibuk mabuk-mabukan hanya Ailin saja yang meminum air mineral karna menurut Ailin itu lebih sehat dari pada alkohol hingga para wanita malam itu melihat Ailin dengan pandangan tak suka tentu saja mereka tidak suka dengan wanita pendiam seperti Ailin bahkan karna ada Ailin, Radja sampai tidak memandang para wanita itu sedikitpun.


Jika dilihat dari sikap Radja yang selalu dingin terhadap Ailin, iku menunjukan jika Radja tidak menyukai Ailin sedikitpun namun diam-diam Radja juga suka memperhatikan Ailin tanpa sepengetahuannya.

__ADS_1


Dan tamu tak di undang pun tiba, ya itu adalah Adam dan Keren yang datang kedalam Club itu. Keren berjalan begitu anggunnya dia mengenakan baju yang terlalu fulgar dengan belahan dada lebar. Ailin mengeser sedikit duduknya menjauhi Radja, hingga tangan Radja yang tadi memeluk tubuh Ailin jatuh ke sofa.


__ADS_2