
"Mas semua sudah berakhir, kita memang tidak di takdir kan untuk bersama. Anggaplah apa yang terjadi padaku adalah suatu teguran bagi mu Mas. Agar kau tidak memainkan hati wanita lain. Aku akan memaafkan semua kesalahan yang telah kau lakukan namun aku tidak bisa kembali padamu setelah apa yang kau lakukan padaku selama ini." Ailin bicara dengan suara gemetaran.
Seolah dia sedang berperang melawan rasa cinta yang masih sangat besar di dalam hatinya namun dia juga tidak mau terus di tindas oleh seorang pria karena nasib wanita tidak bisa di perlakukan semena\-mena seperti itu agar Radja tau jika wanita bukanlah sebuah barang yang bisa dia buang namun setelah dirinya membutuhkan barang tersebut bisa di ambil lagi.
Semua penyesalan yang di rasakan dalam hati Radja kini sudah tidak berguna karena wanita yang sempat tulus mencintainya kini sudah pergi menjauh darinya dan lebih memilih menjalani hidupnya sendiri dengan status barunya sebagai janda.
Wenda sangat kehilangan Ailin namun ini memang seharusnya terjadi karena jika Wenda ada di dalam posisi yang sama dengan Ailin maka wanita itu juga mungkin akan melakukan hal yang sama.
Ailin dan juga Wenda saling berpelukan sebelum mereka bicara bahkan Radja memeluk tubuh Ailin untuk yang terakhir kalinya pria itu seolah tidak rela saat hendak melepaskan pelukannya namun Ailin meyakini dirinya jika semua baik\-baik saja bahkan Ailin juga menangis saat melepaskan mantan suaminya seperti ada sesuatu yang tidak bisa dia relakan.
"Mas, carilah pengantinku dan jagalah Mama." Setelah bicara wanita itu berpelukan pada Wenda dan kemudian Wenda dan juga Radja berpamitan untuk pulang.
Di dalam mobil Radja mencoba menerima semua keputusan yang di buat oleh Ailin bahkan Wenda juga menyuruh Radja untuk meminta maaf pada Adam atas apa yang sempat dia perbuat sebelumnya Radja segera mengarahkan mobilnya menuju ke kantor Adam seseorang yang pernah menjadi teman baiknya.
Radja turun dari mobil dengan Wenda dan segera berjalan menuju meja resepsionis, setelah pegawai cantik yang bernama Nana mengatakan jika Adam ada di dalam ruangannya Wenda dan juga pria itu langsung menuju ruangan tersebut dan Nana segera menghubungi Pak Ray untuk memberitahu
kedatangan sahabat baik majikanya itu. Pak Ray yang tadinya sedang duduk di kursi yang berada di hadapan Adam segera beranjak berdiri di belakang majikanya itu namun Pak Ray sudah terlebih dahulu mengatakan akan kedatangan Radja pada majikannya.
Radja dan juga Wenda sudah berdiri di depan pintu ruang Adam, Radja segera mengetuk pintu ruangan Presdir itu beberapa kali setelah terdengar suara dari dalam kantor tersebut Radja segera masuk ke dalam ruangan itu bersama Wenda.
__ADS_1
Ruangan yang terlihat megah dan juga berdinding kaca transparan yang bisa melihat ke dalam ruangan tersebut, Radja sangat mengagumi ruangan sahabatnya yang tertata dengan sangat apik di tambah lagi dengan adanya Pak Ray di dalam ruangan tersebut. Radja semakin merasa bersalah pada pak Ray atas apa yang di lakukan olehnya tempo hari.
"Tante Wenda apa yang membuat anda datang kemari?" sapa Adam dengan berdiri dari posisi duduknya dan segera menjabat tangan wanita paruh baya itu sedangkan Pak Ray yang berada di belakang Adam ikut mengungkapkan badannya memberikan hormat pada Radja dan juga Wenda.
"Bagaimana kabarmu Nak?" tanya Wenda dengan tersenyum tipis.
"Kabar ku sangat baik," sahut Adam dengan menatap ke arah Radja yang kini juga menatapnya dari belakang Wenda.
"Tante dan juga Radja tadi habis berkunjung ke rumah Ailin," ucap Wenda mencoba memberitahukan apa yang dia lakukan sebelum datang ke kantor itu.
"Bagaimana kabarnya Tante?" ucap Adam mencoba berbasa\-basi dan berpura\-pura tidak tau akan apa yang terjadi di rumah Sani tadi.
"Dia terlihat kurang baik, namun itu sangat wajar jika mengingat apa yang sempat terjadi beberapa waktu yang lalu," sahut Wenda dengan duduk di sofa yang ada di ruangan Adam.
"Radja duduklah, kau tidak perlu merasa canggung seperti itu bukankah kita adalah sahabat," ucap Adam dengan menepuk ruang kosong yang ada di sampingnya.
"Tentu saja," sahut Radja dan segera mendudukkan tubuhnya di samping Adam.
Baru sekarang Radja merasakan kehilangan karena asisten terbaiknya telah berpindah mendukung sahabatnya itu semua karena kesalahannya sendiri namun semua penyesalan itu tidak akan bisa membuat Pak Ray kembali padanya lagi karena jarum jam tak akan berputar kembali ke waktu sebelumnya. Hidup akan terus berjalan dan hanyalah waktu saja yang bisa menyembuhkan semua luka, rasa sakit, kecewa dan juga kepedihan.
"Adam." Ucap Radja dengan melirik ke arah sahabatnya yang kini berada di sampingnya dan Wenda masih menatap kedua pria itu dari sofa yang berada di hadapan Adam dan juga Radja duduk sekarang.
Pak Ray berjalan menuju kulkas yang berukuran sedang dengan warna hitam yang kini berada di sudut ruangan itu. Pak Ray mengambil tiga botol air mineral dan membawanya ke majikan dan juga tamunya itu. Setelah menaruh air mineral tersebut di hadapan Wenda, Radja dan juga Adam. Pak Ray segera berdiri kembali di posisinya tadi berada di belakang majikanya. Pak Ray sempat tersenyum tipis pada Radja saat pandangan mereka tak sengaja bertemu.
"Ya, bicaralah." Sahut pria itu dengan membuang pandangannya ke arah sahabatnya.
"Adam, maafkan aku atas perlakuan kasar ku padamu beberapa waktu yang lalu. Wanita itu sudah membuatku buta dia ternyata tak sebaik yang aku bayangkan selama ini aku sudah kehilangan semua yang aku miliki saat aku mulai berhubungan dengannya namun aku belum menyadarinya. Setelah aku menyadari semua yang telah aku lakukan adalah salah namun semua itu sudah terlambat." Radja bicara dengan wajah kelihatan penuh penyesalan.
__ADS_1
"Kau tidak bisa menjaganya." sahut Adam dengan melirik ke arah Radja.
"Ya, kau benar aku telah menyia\-nyiakan istri yang baik dan juga sempurna sepertinya. Bukan Ailin yang memiliki kekurangan namun aku yang memiliki kekurangan sehingga tak bisa melihat kebaikan dan juga ketulusan dari pancaran matanya saat berada di dekat ku," Radja bicara dengan memendam rasa sakit di dalam dadanya jika mengingat semua perbuatan yang telah Dirinya lakukan di masa lalu.
"Sekarang semua masalah mudah selesai dan kini saatnya untuk kalian berbaikan lagi karena ibu menginginkan jika kalian menjadi saudara seperti yang sebelumnya." Wenda bicara dengan berdiri dari posisi duduknya.
Radja dan juga Adam berdiri dari posisi duduknya dan secara bersamaan mereka berdua memeluk tubuh Wenda. Setelah mereka selesai berpelukan Pak Ray dan juga Radja saling berjabat tangan.
Adam tetap memiliki sahabat baik seperti Pak Ray dan juga Adam namun dia telah kehilangan Istrinya itu adalah hukum karma atas perbuatannya di masa lalu.
Semua masalah telah berlalu dan bagaimana dengan kelanjutannya.
BACA JUGA KELANJUTAN CERITA DARI NOVEL, "SANG PENAKLUK 2." NOVEL INI MENCERITAKAN SEORANG GADIS BERNAMA EMILIA YANG MENIKAH DENGAN ANAK SAHABAT AYAHNYA KISAHNYA DI JAMIN SERU DENGAN PERTENGKARAN YANG BISA MEMBUAT KALIAN TERTAWA SENDIRI ATAU BAHKAN IKUT MARAH. . KEPOIN NOVEL BARU KHAIRIN NISA YA.
JANGAN KUPA FOLLOW IG KHAIRIN_JUNIOR. DI SANA KALIAN AKAN TAU KHAIRIN MENULIS DI PLAFORM MANA SAJA.
SERU INI CERITANYA JANGAN LUPA CEK IG KHAIRIN AGAR KALIAN TAU INI NOVEL TERBIT DI APLIKASI MANA SAJA YA. SAYA AKAN SANGAT BERTERIMAKASIH JIKA KALIAN MAU MENGIKUTI NOVEL TERSEBUT.
__ADS_1