Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Satu Tahun Kemudian.


__ADS_3

 


"Sani ayok kita belanja di pasar tradisional aku bosan belanja di mall," ucap Ailin dengan melingkarkan tangannya di lengan sahabatnya itu.


Ailin terlihat cantik dengan baju santai berwarna putih dan juga memakai tas jinjing dengan celana berwarna hitam panjang yang membalut kaki jenjangnya sampai ke mata kaki. Kesedihan satu tahun yang lalu yang di akibatkan penghianat yang di lakukan oleh suaminya sudah bisa dirinya lupakan karena banyak orang yang sangat menyayanginya dan juga mendukungnya selama ini.


Wenda sudah meninggal setengah tahun yang lalu karena penyakit yang dia derita selama ini sedangkan Radja sudah tidak tinggal lagi di kota itu, pria yang dulu sempat menyakiti Ailin kini sudah pindah ke negara lain entah apa alasannya.


"Ayo kita pergi ke pasar dan berlaga menjadi ibu rumah tangga," sahut Sani dengan mengambil dompetnya dari dalam tas jinjingnya.


Karena pergi ke pasar jadi Ailin dan juga Sani menaruh tas jinjing yang biasanya mereka kenakan kemanapun mereka pergi. Selama satu tahun Ailin dan juga Sani tinggal bersama mereka sudah seperti saudara bahkan berbagi makanan bersama bercerita sampai memasak bersama hanya tidur saja mereka terpisah.


 


Saat Sani dan juga Ailin hendak keluar dari rumahnya mereka langsung kaget melihat Adam dan juga Pak Ray ada di sana. Kedua pria itu langsung tersenyum manis Adam menatap ke arah Ailin dan Pak Ray menatap ke arah Sani kekasihnya.

__ADS_1


"Mau pergi ke mana kalian siang hari ini?" tanya Adam dengan mengerdipkan sebelah matanya dan hal itu selalu berhasil membuat Ailin merasa geli di buatnya.


Adam sedang mengenakan celana panjang selutut dengan baju berwarna hitam polos namun baju tersebut membalut tubuh kekarnya dengan sangat sempurna sampai otot pria itu seakan meronta\-ronta ingin keluar dari baju yang sedang dia kenakan.


"Kami mau belanja kebutuhan sehari\-hari karena ini hari libur jadi kami ingin pergi ke pasar tradisional yang ada di pusat kota," Sani menimpali ucapan Adam barusan.


 


 


"Tuan muda saya mau ikut ke pasar tradisional bersama Sani," sahut Pak Ray dengan menaruh tangannya di pundak Sani sedangkan Ailin baru saja memasukkan kunci rumah tersebut ke dompet panjang yang berwarna hitam yang sedang dia bawa.


Itu adalah mobil mewah pengeluaran terbaru di bulan ini. Ailin dan juga Sani takjub dengan mobil sport yang berwarna hitam namun juga kelihatan sangat mahal jika di lihat dari sekilas saja.


__ADS_1


Sesampainya di pasar Adam dan Pak Ray saling bertatapan saat mereka berdua hendak memasuki pasar tersebut. Pasar yang kelihatan becek dengan banyak ikan berserakan di bawah meja beberapa penjual Adam dan juga Pak Ray langsung bergidik geli saat melihatnya. Di tambah lagi dengan bau amis ikan tersebar ke mana\-mana semakin membuat kedua orang itu seakan ingin kabur dari sana namun mereka tidak enak pada kedua wanita yang sudah berjalan lebih dulu memasuki pasar tersebut.


Ailin melambaikan tangannya ke arah kedua pria yang sedang berdiri di depan pasar dengan menutup hidung mereka masing\-masing mungkin saat ini mereka berdua merasa mual dengan mencium bau khas pasar tradisional itu.


"Tuan Muda, Nona Ailin memanggil anda," ucap Pak Ray dengan masih menutup hidungnya.


Adam menoleh kasar ke arah Pak Ray karena pria itu hendak berbalik arah untuk kabur dari pasar tersebut, "Ayo masuk bersamaku," ucap Adam dengan menarik kadar tangan Pak Ray.


Ailin dan juga Sani menahan tawa di bibir mereka saat melihat keringat dingin di jidat kedua pria itu, seolah keringat tersebut menunjukkan betapa tersiksanya mereka saat pertama kali menginjakkan kakinya di pasar tradisional yang becek karena air yang mengalir dari meja beberapa penjual ikan mujair dan juga beberapa jenis ikan lainnya.


 


 . Adam dan Pak Ray berjalan mendekati Sani dan juga Ailin, kedua pria itu berjalan dengan perlahan agar sepatu Converse mereka yang harganya mahal tidak terkena genangan air yang ada di lantai pasar tradisional tersebut.


Ailin dan Sani berhenti di tengah pasar tersebut dengan menatap seorang penjual ikal lele di tengah pasar tersebut, wanita itu masih muda namun dia memakai baju yang lebih besar dari ukuran badannya Ailin dan Sani saling bertatapan satu sama lain.

__ADS_1



"Bukankah dia Rena?" tanya Pak Ray dari arah belakang punggung Sani sedangkan Adam yang mendengar hal tersebut langsung menatap ke arah wanita yang Pak Ray maksud.


__ADS_2