Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Di Siksa


__ADS_3

Radja sedang memberikan salap di tangan Ailin yang terbakar, Ailin meringis kesakitan saat Radja mengoleskan salap yang terasa dingin ditangannya itu Namun Ailin tidak berani mengeluh pada Radja walaupun tangannya terasa nyeri saat Radja mengoleskan salep Tersebut. Radja meniup lembut tangan Ailin setelah memberikannya salap. Kini Radja sudah selesai dengan tangan Ailin, pria itu mulai berjongkok dan tangannya mulai memegang kaki Ailin yang terbakar.


"Tidak perlu sayang, aku bisa mengobatinya sendiri," Ucap Ailin sembari menarik balik kaki ya karna dia merasa malu.


"Kau berani melarang ku!" Teriak Radja dengan sorot mata yang tidak bisa di bantah.


"Tentu saja tidak sayang, kau boleh melakukan apapun yang kau mau." Terlihat senyum paksa di wajah Ailin saat bicara.


Di kamar tamu.


Keren sedang mengomel dia bahkan belum membersihkan kamar yang berantakan akhibat ulahnya sendiri. inilah yang dinamakan senjata makan tuan Keren kau harus membereskan bubur yang berceceran dilantai itu, jika tidak ingin Radja semakin marah padamu.


Kau pasti tidak pernah berpikir kan jika Radja akan membelah Ailin dari pada dirimu kau bahkan sekarang tak pantas menyebut pria itu dengan sebutan kata sayang. Keren wanita yang terlalu sombong dan suka bertindak seenaknya sendiri jadi mungkin ini karna tuhan untuknya karna dia selalu menganggap orang sebelah mata selama ini.

__ADS_1


Pria yang dulu selalu mendukungnya kini mulai jatuh hati pada wanita lain tanpa Radja Keren bukanlah siapa-siapa walaupun dia juga dari kalangan atas namun tetap saja tak sebanding dengan Radja kekayaannya.


"Ya Tuhan baru kali ini aku melakukan pekerjaan kasar seperti ini," Keren bicara sembari membereskan bubur yang berceceran di lantai. "wanita miskin itu yang lebih pantas melakukannya " Keren terus saja mengomel sembari mengutuk Ailin dalam kemarahannya itu.


Di rumah sakit.


Dokter Jef sedang memeriksa kondisi Lani di ruangannya. Terlihat wajah cemas terpancar dari wajah dokter muda dan ganteng itu. Kondisi Lani belum ada perkembangan bahkan sudah melakukan operasi dan obat-obatan yang berkualitas sangat bagus telah di berikan namun wanita paruh baya itu juga belum membuka matanya. Sedangkan Wenda masih sama dia terus membantu biaya pengobatan Lani tanpa sepengetahuan Ailin. Ailin sudah mengeluarkan gajinya setiap bulan bahkan uang yang dikasih Radja padanya pun habis untuk biaya pengobatan Lani. Sebenarnya kasih sekali nasib Ailin masa mudanya sangatlah menderita seperti ini tapi wanita itu tidak mengeluh sedikitpun karna menurut Ailin yang terpenting adalah Lani bisa cepat sembuh.


Selesai Radja mengobati luka ditangannya Ailin keluar dari kamar dan dia menuju dapur, Ailin membersihkan piring sarapan Radja dan dia segera mencucinya di wastafel, Ailin begitu lihainya dalam masak dan beres-beres rumah tentu saja itu karna dia sudah biasa melakukannya sendiri, karna dia berasal dari kalangan miskin.


Tak lama Ailin didapur terdengar langkah kaki yang begitu lantang mulai berjalan memasuki dapur. Itu adalah Keren yang berjalan menghampiri Ailin sembari membawa pel dan pengki, Keren langsung melempar pel dan pengki itu disamping Ailin yang sedang mencuci piring.


"Hei ******! Kau kan yang sudah meracuni otak Radja agar dia bersikap kasar padaku. Jawab?" Teriak Keren sembari melotot tajam kearah Ailin.

__ADS_1


Menaruh piring yang sedang dia pegang dan berbalik menatap Keren. "Nona Keren saya tidak melakukan apapun yang barusan anda tuduh."


"Alasan!" Keren sudah melayangkan tangannya di udara hendak menampar pipi Ailin. Namun dengan sigap Ailin langsung menangkap tangan itu dan mengengam ya dengan sangat erat.


"Hati-hati dengan tanganmu Nona, aku bisa balik melukaimu!" Ancam Ailin sembari balik melotot kearah Keren.


"Beraninya kau!" Keren mulai menjambak rambut Ailin dan dia mulai memasukkan kepala Ailin kedalam wastafel yang penuh dengan air dan beruntungnya air didalam wastafel itu adalah air bersih. Tak terbayangkan jika air cucian piring itu adalah air kotor, aku tak sanggup membayangkannya.


Ailin kesulitan bernafas didalam air dan Keren yang mengetahuinya tertawa terbahak-bahak, Keren mulai menarik rambut Ailin dengan kasar dari air.


"Uhuk uhuk uhuk! henti," Belum selesai Ailin bicara wanita itu kembali memasukkan kepala Ailin kedalam wastafel.


Adegan itu sangat mengerikan Keren yang biasanya terlihat sangat anggun kini berubah menjadi brutal dan kejam itu semua karna rasa cemburu yang dia rasakan telah membutakan matanya yang ada hanya rasa benci pada Ailin dan ingin sekali menghabisi wanita yang sedang ada dihadapannya itu dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2