Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Pembalasan Seorang Istri.


__ADS_3

Sani dan juga Pak Ray berbincang di halaman rumah Radja dengan sangat akrab. Ailin dan juga Radja sudah keluar dari rumah sangat jelas terlihat jika keduanya seperti sedang bertengkar. Sani segera masuk ke dalam mobilnya kembali sedangkan Pak Ray membukakan pintu untuk Radja sembari membungkukkan badannya.


     _ _ _ _


      Di dalam mobil.


      "Pak Ray," panggil Radja dengan menatap ke arah asistenya itu.


"Ya, Tuan muda." Sahut pria itu dengan melihata ke arah belakang dari kaca spion.


    "Kau sedang jatuh cinta?" tiba-tiba Radja yang biasanya selalu cuek mulai bertanya hal sangat mengejutkan bagi Pak Ray. Lihat saja itu Pak Ray sampai meloto karena kaget.


"Apa maksud dari ucapan Tuan muda barusan," Pak Ray mencoba mengelak akan kenyataan tersebut mungkin dia malu karena majikannya mengetahui akan isi hatinya itu.


"Jangan bohong, kau kira aku ini bodoh apa! Selama berkerja denganmu baru kali pertama ini aku melihat mu gila," Radja menyilangkan kakinya dan menaruh tangannya di perut menatap ke arah asisitenya itu dengan tajam.


"Apa maksuda dari uacapan Tuan muda barusan?" Pak Ray masih belum mengerti.


Radja menjelaskan jika Pak Ray senyum_senyum sendiri waktu mengemudi dan pria itu bahkan tidak menyadari akan tawa gila yang tersungging dari bibirnya itu. Radja sedari tadi memperhatikan asisitenya itu dengan senyum tipis. Tentunya Radja sangat bahagia karena Pak Ray mulai jatuh cinta awalnya Radja sangat khawatir sehingga hampir saja menjodohkan asisitenya itu dengan wanita kenalannya namun sekarang dia tak perlu melakukan hal itu lagi karena Pak Ray sudah memiliki pilihannya sendiri.

__ADS_1


Sani juga gadis yang baik jadi sangat wajar jika Radja menyetujui pilihan asisitenya itu.


     "Jika kau menikah dengan Sani kelak, aku akan memberikan hadiah rumah yang mewah untukmu dan berada di komplek yang sama denganku,"


"Tidak perlu repot Tuan muda, tapi jika kau memaksa aku tidak bisa menolak," sahut Pak Ray dengan wajah kelihatan matre. Radja hanya diam saja karena Pak Ray sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik.


 


Bahkan Pak Ray juga sudah berkerja sangat keras untuk bisa membuat semua yang berjalan di hadapannya majikanya selalu tanpa halangan sedikitpun.


 


     _   _ _ _


    Setelah mobil sampai di halaman perusahaan, Ailin dan juga Sani langsung turun dari mobil sani memberikan kunci mobilnya pada scurity yang sedang bertugas di sana. Ailin masuk ke dalam gedung itu dan semua para perkerja yang sempat memandang dirinya sebelah mata segera meminta maaf atas apa yang pernah mereka katakan sebelumnya. Ailin begitu baik hati dia bahkan memaafkan semua kesalahan rekan kerja ya itu dengan sangat mudah. Tak lama setelah itu Reva dan juga Stella datang dan melihat AIlin di kerumuni banyak staff kantor. Bahkan tangan Reva langsung terkepal dengan sangat kuat saat perkerja lainya memuji kecantikan dan juga nasib baik yang di dapatkan oleh wanita itu.


Semua orang membungkukkan badan saat Radja dan Pak Ray mulai masuk ke dalam gedung itu tak terkecuali Ailin dan juga Sani. Namun Stella dan Reva hendak menghampiri Radja dengan seulas senyum  terbit dari bibir mereka. Namun Pak Ray segera menajamkan alisnya seolah menyuruh mereka berdua untuk ikut membungkukkan badan sama seperti perkerja lainya.


       Stella dan Reva langsung membungkukkan badannya bahkan jari kelingking kedua orang itu saling bertautan seolah mereka sedang merasakan hal yang sama. Radja melanjutkan masuk ke dalam gedung dan dia menghentikan langkah kakinya tepat di hadapan Ailin yang sedang membungkukkan badannya.

__ADS_1


      "Datanglah ke dalam ruanganku!" Printah pria itu dengan menlirik ke atah istrinya hingga sesaat kemudian mulai melangkah lagi.


     "Baik Pak," sahut Ailin dengan masih membungkukkan badannya.


     Mata Radja langsung membulat seketika saat mendengar apa yang Ailin ucapkan barusan. Radja berhenti dan memutar arah dia kembali berdiri di hadapan Ailin, "Tagakkan badanmu sekarang."


      "Memangnya apa salahku sampai dia marah seperti itu, buaknkah dia menyuruhku untuk datang kekantornya dan aku sudah menjawab dengan sangat sopan," Ailin mengerutu dalam hati karena dia masih belum mengertia apa yang telah membuat bosnya itu marah. Ailin segera berdiri dengan tegak lagi namun dia masih tetap menundukkan pandangannya.


     Meraih dagu Ailin sampai wajah mereka berdua saling berhadapan, "Pangil aku suamimu!"


     Mendengar ucapan Radja yag sangat lantang, mata para karyawan langsung membutat seketika mereka sangat kaget saat mendegar CEO perusahaan itu bisa bersikap romantis juga walaupun jelas caranya yang salah. Seperti biasa Radja selalu bicara dengan nada yang tinggi seperti sebuah perintah namun orang yang sudah biasa mendengarkan gaya rayuannya yang sangat ekstrem itu pasti mengerti dengan sikap romatisnya itu.


     "I. . iya suam. . iku," sahut Ailin terbatah-batah.


 


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL, "MARRIED WITH MY ENEMY." DAN NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL, "SANG PENAKLUK 2."


 

__ADS_1


__ADS_2