Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Takut Kehilangannya.


__ADS_3

Hati Radja seakan hancur melihat Ailin terbaring tak berdaya di ranjang dingin rumah sakit. Radja berjalan pelan mendekati ranjang Ailin dan dia segera mendudukkan tubuhnya di kursi dekat Ailin, Radja melihat wajah Ailin yang pucat pias dengan banyak selang yang tertancap di tubuhnya, kepala Ailin di lilit perban. Tanpa Radja sadari air matanya mulai jatuh perlahan menetes membasahi pipinya. Seumur hidup pria itu tak pernah meneteskan air matanya, sikapnya yang begitu dingin dan arogan itu tak mengijinkannya melakukan hal cengeng seperti itu.


Tapi kini hal itu tak dipedulikan lagi oleh Radja, rasa sedih pria itu seakan menambah suasana hening dalam ruangan tersebut. Radja mulai menyentuh tangan Ailin yang terlilit infus, dia mencium tangan istrinya yang sedang tidak sadarkan diri itu. Air mata kini terlihat mulai menetes kembali dari pelupuk matanya.


"Sayang, maafkan aku. Jika saja aku tidak membiarkan Keren tinggal dirumah kita maka kau tidak akan menderita sampai seperti ini." Ucap Radja sembari beranjak berdiri dari posisi duduknya Radja mengecup kening Ailin dengan lembut.


Air mata Radja mulai menetes dan jatuh di kening Ailin. Wanita itu masih tidak membuka matanya. Tapi yang aneh adalah Ailin memejamkan matanya namun air mata tiba-tiba menetes dari sudut matanya. Entah apa yang sedang wanita itu pikirkan sampai dalam keadaan koma seperti itu dia masih bisa meneteskan air matanya. Radja yang melihat akan hal tersebut dia langsung mengusap lembut air mata yang jatuh itu.


"Kau harus sembuh sayang, dan kau harus lihat hukuman apa yang akan aku berikan pada wanita itu." Ucap Radja sembari mengepalkan jari-jari tangannya.


Radja mulai berdiri dari posisi duduknya dan dia mengecup kembali kening Ailin sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.


Radja sudah keluar dari ruangan tersebut dia melihat Sani dan Adam sedang berbincang-bincang entah apa yang mereka berdua bicarakan karna saat melihat Radja kedua orang itu langsung diam membisu.

__ADS_1


"Pak Radja bolehkah saya,"


"Masuklah!" Jawab Radja yang sudah mengetahui apa yang hendak Sani ucapkan.


"Terimakasih Pak." Selesai bicara Sani langsung masuk kedalam ruangan Ailin.


Sani sudah duduk di kursi yang Radja duduki tadi. Air mata Sani meleleh saat melihat wajah Ailin dari dekat, "Ailin maafkan aku karna aku hampir saja membocorkan semua rahasia tentang Bi Lani. Tapi kau tenang saja aku akan menyembunyikannya dari suamimu sebisaku."


Di luar ruangan Ailin.


Radja mendudukkan tubuhnya di samping Adam, "Bantu aku mengetahui tentang latar belakang istriku,"


"Baiklah, karna aku merasa dia menyembunyikan suatu hal yang besar dari kita. Aku sudah merasa dari awal dia meminjam uang dari ku." Ujar Adam apa adanya.

__ADS_1


"Ya Bahkan dia tak pernah membeli baju mewah padahal aku memberikannya uang belanja yang sangat banyak setiap bulanya." Jawab Radja mencoba mengingat-ingat selama menikah istrinya itu tidak pernah menghamburkan uang.


"Jika aku melihat dari sorot mata Ailin saat bicara, wanita itu seperti menyimpan banyak kesedihan dibalik tawa palsu yang sering aku lihat." Ucap Adam sembari menatap lurus kedepan.


"Sejak awal aku curiga bahkan dia selalu diam saja saat ada yang menindas ya di kantor. Tapi kini tak akan aku biarkan ada yang berani menyentuhnya lagi." Radja sudah berjanji akan menjaga Ailin.


Pria itu benar-benar sudah jatuh cinta pada istrinya. Karna terlalu lama bersama jadi tanpa disadari pria itu telah jatuh hati pada Ailin. awalnya Radja belum menyadari akan perasaannya itu namun saat melihat Ailin sedang sekarat pria itu baru menyadari apa arti cinta saat dia hendak kehilangan wanita yang dia cintai itu.


Ya sejak awal menikah dengan Radja, wanita itu tidak pernah boros bahkan jika sedang berbelanja dengan Sani saja, Ailin sampai tak berani beli barang yang dia inginkan. Ailin lebih memilih hidup hemat agar dia bisa membayar biaya perawatan Bibi nya. Ailin sungguh wanita yang baik dia bahkan masih sempat menyisihkan sebagian dari gajinya untuk dia sumbangkan di panti asuhan setiap bulannya jadi tak heran jika wanita itu tak bisa hidup royal seperti wanita lainnya. Jangankan untuk foya-foya bahkan Ailin saja sampai pernah menahan rasa lapar hanya karna dia takut tak bisa membayar biaya perawatan Lani yang sangatlah mahal.


Di rumah Keren.


Wanita itu sibuk kesana kemari mencari barang yang dia perlukan entah apa yang akan dia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2