Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Rencana yang Gagal.


__ADS_3

Stella menarik tangannya dari genggaman Reva, "Reva lepaskan tanga Mama sakit," ujar Stella dengan mengusap tangannya yang kelihatan merah karena genggaman Reva tadi.


"Mama kenapa membiarkan wanita jalangg itu tetap datang kesini? Dan apa ini mereka malah mengumumkan pernikahannya di depan umum seperti ini," Reva terus mengerutu dengan wajah merah padam menatap ke arah Radja dan Ailin di kejauhan.


    "Apa yang bisa Mama lakukan karena kenyataanya Wenda dan juga Radja sudah mengetahui jika Mama akan berpura-pura sakit parah agar Wenda mau menikahka kamu dengan Radja," jelas Stella dengan mengengam jari-jari tangannya.


"Bagaimana mungkin mereka bisa tau?" Reva sangat geram  setelah mengetahui tentang kebenaran itu dan dia seakan mulai kehabisan kesabarannya melihat Radja dan Ailin bicara dengan di selingi canda tawa renyah dari bibir keduanya.


"Sudahlah lupakan RAdja masih banyak pria tampan di luar sana!" wanita itu bicara dengan wajah kelihatan pasrah.


"Tidak Ma, aku sangat menginginkannya dan tidak ada yang bisa merebutnya dariku." Reva bicara dengan mengertakkan giginya dengan kuat seakan dia sedang mengawasi musuhnya dari jauh.


      Stella sudah mencoba menasehati Reva tapi anak gadisnya itu tetap bersikeras ingin menikah dengan Radja bahkan Reva rela menjadi istri ke dua asalkan dia bisa bersama dengan Radja. Reva mendekati Ailin dan begitu juga dengan Stella mereka berpura-pura seolah tidak terjadi apapun bahkan Reva mengucapkan selamat akan janin yang ada di perut musuhnya itu tentu saja itu tidak dia ucapkan dengan tulus karena Reva mengepalkan satu tangannya dengan kuat saat berbicara, menandakan jika dia tak bisa menerima akan musuhnya bahagia dengan pria yang dia cintai. Radja selalu mengawasi setiap gerakan Reva tak terkecuali Pak Ray.


Radja melirik ke arah Reva yang diam-diam memajukan satu kakinya saat Ailin hendak melangkah di hadapanya, Radja yang mengetahui akan hal tersebut segera menarik lengan Reva dengan sangat keras sampai wanita itu meringis kesakitan di buatnya. Radja mengenggam keras lengan Reva dan menuju salah satu kamar. Setelah berada di dalam kamar Radja segera mendorong Reva dengan kuat sampai wanita itu jatuh di atas ranjang dengan kasar. Ailin melihat keduanya menjauh darinya ketika wanita itu hendak mengikuti suaminya namun Sani segera menghampirinya dan mengajaknya berbincang-bincang.


"Apa yang kau lakukan padaku Radja?" wanita itu masih berpura-pura seolah tidak melakukan hal yang jahat pada istrinya.

__ADS_1


"Aku yang seharusnya bertanya! Apa yang mau kau lakukan pada istriku." Pria itu mulai mengepalkan jari-jemarinya sampai terlihat pucat karena berusaha menahan semua kegeramannya.


"Aku sangat mencintaimu ku mohon tingalkan dia demi diriku! Aku bahkan rela menjadi istri keduamu," renggek Reva dengan wajah memelas.


Wanita itu sungguh tidak tau diri dia bahkan bisa menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang wanita hanya demi mendapatkan pria ya g dia cintai. Namun bukannya Radja semakin jatuh cinta pada wanita itu dia malah semakin jijik melihat setiap gerakan tubuh Reva yang seperti sedang menggodanya.


       "Jangan keterlaluan Reva, aku sudah menikah," ucap Radja dengan berbalik arah dan hendak pergi. Pria itu sudah tak tahan berada satu ruangan lagi dengan wanita gila sepertinya.


     Di tempat acara.


      Wenda dan juga Stella sedang berbincang-bincang denga duduk di sudut ruangan itu, Ailin mulai menyadari jika Radja tidak ada di dalam ruangan, dia bertanya pada pelayan yang membawa nampan berisikan minuman, pelayan itu memberitahukan jika Radja sedang memasuki salah satu kamar dan Ailin meminta pelayan untuk menunjukkan di mana kamar yang di masuki oleh suaminya.


Ailin pasti berpikir jika Reva dan Radja sedang melakukan hubungan terlarang, Radja tidak mengetahui kedatangan Ailin namun Reva melihat ke arah pintu yang separuh terbuka, dia menarik salah satu senyumnya dan mulai membuka dress berwarna navy yang dia kenakan sehingga wanita itu hanya mengenakan bikini saja. Radja langsung menutup matanya saat Reva mulai berlaku gila seperti ini. Tubuh Ailin bergetar dengan sangat hebat dan air matanya jatuh begitu deras membasahi pipinya.


    "Hatiku sangat sakit melihat semua ini, aku bahkan tidak sanggup berdiri lagi kakiku seakan mulai kehilangan penopang apakah benar yang kau lihat saat ini, suamiku berselingkuh dengan sahabatnya sendiri aku harus bagaimana tuhan, anak yang ada di dalam janinku membutuhkan papanya aku tidak mau dia lahir tanpa kasih sayang seorang ayah," gumama Ailin dalam hati dengan mengusap perutnya yang masih rata.


    Reva mulai membuka kemeja Radja, Reva bahkan bermain di atas Radja seperti gadis murahann akan memuaskan pelangannya hal itu semakin membuat hati Ailin seakan tersayat pisau tajam dan berdarah, lihatlah Air matanya yang jatuh semakin deras dan isak tangisnya yang memenuhi ruangan itu. Radja mulai menyadari jika istrinya ada di dalam ruangan itu, Radja mendorong Reva sampai jatuh ke sampingnya dan Radja segera berdiri dia melihat penampilannya yang sama acak-acakan seperti Reva dengan kemeja yang sudah kelihatan lusuh karena Reva mainkan tadi.

__ADS_1


      "Sayang, percayalah ini tidak sepeti yang kau lihat barusan," ujap Radja dengan berjalan mendekati Ailin, namun Ailin justru mundur beberapa langkah kebelakang mencoba menghindar dari suaminya. Bahkan Ailin melihat lipstik merah Reva menempel di kedua pipi suaminya itu bahkan lipstik itu terlihat dengan sangat jelas membuat hati Ailin semakin merasa kecawa.


Ailin sangat cemburu namun dia tak bisa melakukan apapun kecuali menangis.


      "Kau bilang aku harus percaya padamu, tapi lihatlah pipimu bahkan menunjukkan bagaimana penghianatan yang kalian lakukan tepat saat aku berada di sini," Ailin bicara dengan suara hampir tidak terdengar tubuhnya bergetar sangat hebat karena tidak tahan melihat situasi yang semakin membuat dadanya kesulitan bernafas..


     "Ya, kau bisa melihatnya sendirikan, jika Radja sangat mencintaiku dan sebentar lagi aku akan menjadi madumu!" Reva berbohong dengan mendekati Radja dan memeluk pria itu dari belakang dengan tidak tau malu.


     "Jangan mendekatiku! Aku sangat jijik pernah menganggap mu seperti sahabat baikku." Pria itu bicara dengan mendorong sahabatnya sampai jatuh tersungkur ke tanah.


      Ailin diam dengan masih menjaga jarak dengan Radja.


      "Ailin sialan kau sudah tau kan jika Radja menyukaiku andaikan tadi kau tidak datang maka akau dan dia akan bercinta dan memiliki pewaris kita, kau hanyalah keluarga miskin mana pantas bersanding dengan pria kaya sepertinya. Radja akan menceraikanmu jika kamu sudah melahirkan calon pewarisnya itu, maka akan dengan senang hati mengambil bayimu dan menjadikannya seperti anak kandungku sendiri."


   Reva mulai bicara omong kosong wanita itu sengaja melakukannya agar Ailin pergi meninggalkan Radja sejauh mungkin dan Reva bisa hidup bahagia dengan pria yang dia cintai. Namun saat bersamaan Wenda dan juga Stella datang mereka membuka pintu dengan sangat lebar dan menutupnya kembali karena di luar sedang banyak tamu undangan dan reputasi keluarga mereka berdua akan hancur jika sampai paparazi melihat drama ini. Sedanhkan Pak Ray segera membuyarkan acara dan beralasan jika Ailin sedang sakit dan acara di persingkat dengan berdecak kesal semua tamu undangan mengikuti perintah Pak Ray.


JANGAN LUPA IKUTI SETIAP KARYA KHAIRIN NISA YANG LAIN YA. CARANYA GAMPANG BANGET KALIAN TINGGAL KETIK NAMA AUTHOR DI BERANDA PENCARIAN.

__ADS_1


KETEMU DECH SEMUA KARYA KHAIRIN NISA YANG LAINNYA.


__ADS_2