Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Mulai posesif.


__ADS_3

Selesai bicara Ailin langsung menaiki anak tangga rumahnya dia masuk kedalam kamarnya dan berganti baju. Ailin berdandan dengan sangat cantik dengan mengenakan dress berwarna hitam dan wanita itu juga mengunakan hills berwarna hitam juga, serta tas jinjing berwarna putih. Ailin terlihat begitu anggun dan cantik maklumlah usianya juga masih sangatlah muda.


Selesai berdandan Ailin langsung keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga rumahnya dia melihat Radja masih duduk dengan memainkan laptopnya.


Tanpa mengubris pria yang sedang duduk di ruang tamu itu, Ailin berjalan begitu saja melewatinya tanpa menoleh sedikitpun. Radja mengalihkan pandangannya dari laptop dan berganti menatap Ailin yang sedang melenggang anggun di hadapannya.


Mau pergi kemana wanita ini? Dia bahkan tidak berpamitan denganku memangnya dia pikir aku ini patung apa! Seenaknya saja pergi tanpa minta ijin padaku. Ayolah sedikit saja menatap kearah ku. Pria itu terus menggerutu dalam hati. Namun sepertinya Radja mulai menelan getir Saliva nya karna wanita itu masih tidak mau menatap kearahnya bahkan Ailin mulai berjalan mendekati pintu keluar.


Hari ini sebenarnya Radja ada pertemuan bisnis namun karna pria itu tidak mau meninggalkan istrinya sendiri di rumah jadi dia dengan sengaja mengabaikan perkerjaan nya demi untuk menemani istrinya itu. Namun Ailin ternyata masih sangat marah padanya karna kesalahan pahaman di antara mereka yang juga belum menemui titik terang juga.


Hati Radja sedang merasa tidak tenang, terlihat alisnya mulai menyatuh melihat wanitanya kelihatan sangat cantik. Jika saja Ailin berdandan seperti itu jika sedang keluar dengan Radja pasti pria itu sangat bahagia namun karna kali ini Ailin keluar sendirian maka pria itu mulai curiga, tiba-tiba ada rasa cemburu yang menyelinap di ketenangan batinnya.


Kau harusnya sadar Radja karna sejak dulu kau bertindak sesuka hatimu pada wanita itu. Bahkan di malam pengantin kau sengaja keluar bersama Keren dan meninggalkan wanita itu sendirian tanpa sebuah kata, bahkan kau juga tak memberikan sedikitpun penjelasan padanya. Saat kau mulai menyukai wanita itu maka kau mengetahui sekarang bagaimana menjadi Ailin! Tidak mudah bukan jika kita melihat pria atau wanita yang kita cintai keluar rumah tanpa meminta izin terlebih dahulu.


"Mau kemana?" Pria itu mulai menutup laptopnya dan berjalan mendekati Ailin yang sekarang tangannya sudah memegangi gagang pintu. Namun saat mendengar ucapan suaminya Ailin mengurungkan niatnya untuk membuka pintu itu.


"Aku mau keluar! Sebelum sore aku akan pulang!" Wanita itu seakan enggan menatap suaminya karna emosinya tidak mengijinkan hal itu terjadi. Ailin diam di belakang pintu dengan tangannya mulai memutar gagang pintu tersebut.


Ketika wanita itu hendak melangkah keluar dari rumah namun Radja tiba-tiba menarik lembut tangannya. Dan mereka kini sedang berdiri dari jarak yang sangat dekat. Ailin mulai kelihatan emosi terlihat dari nafasnya yang mulai terlihat berat dan wajahnya perlahan mulai berubah menjadi merah padam. Ailin menarik kasar tangannya dari genggaman sang suami, kini Ailin mulai menggeser tubuhnya sedikit menjauhi Radja dan mereka saling beradu pandang.

__ADS_1


Seakan ada kobaran api yang sekarang sedang terpancar dari kornea mata wanita itu. Bahkan Ailin sampai mengigit bibir bawahnya karna mencoba menekan emosi yang saat ini semakin membakar tubuhnya. Wajah cantiknya seakan lenyap saat melihat Radja menghentikan niatnya membuka pintu. Mata Ailin masih terlihat bengkak walaupun wanita itu sudah menggunakan makeup.


"Apa sih mau mu itu? Aku mau pergi sebentar untuk bertemu dengan Mama," bicara dengan bibir mengerucut.


Apa yang dia bilang barusan? Dia mau ke rumah Mama, tapi kenapa dandanannya seperti dia mau kencan saja. Kau pikir aku bisa kau bohongi aku akan ikut kemanapun kau pergi. Karna aku tau ada kucing garong yang bernama Adam sedang mengincar mu di luar sana. Gumam Radja dalam hati sembari memaksakan senyuman di wajahnya. Namun senyuman itu malah terlihat seperti senyuman garing di mata wanita itu.


"Akan aku antar," tersenyum lembut dengan berjalan mendekati Ailin. Pria itu sedang berusaha meluluhkan hati istrinya.


Mundur beberapa langkah kebelakang, "Kenapa! Kau takut jika aku akan kabur membawa uangmu? Atau kau takut, aku akan menikah dengan pria lain!" Ailin bicara asal-asalan karna dia masih jeles dengan pria yang kini sedang berdiri persis di depannya.


Tuh kan apa yang aku bilang, dia mau menikah dengan pria lain. Kau pikir aku sebodoh itu apa akan membiarkanmu lepas dari pandanganku. Aku akan ikut kemanapun kamu pergi Walaupun ke ujung dunia sekalipun. Lihatlah cinta mulai membuat akal sehat pria itu sedikit bergeser dari batas wajarnya.


Dulu Radja selalu berpikir mengunakan otaknya namun saat ini jangankan otaknya bahkan akal sehatnya pun entah pergi kemana. Sampai membuat pria itu seposesif ini bahkan dia mulai menunjukkan pengekangan secara tidak langsung pada wanita itu.


"Ayo masuk, aku akan berganti baju dulu!" Tanpa menunggu jawaban wanita itu Radja langsung mengandeng Ailin masuk kembali ke dalam rumah.


"Aku bisa pergi sendiri!" Bicara dengan nada suara terdengar jutek sembari mengikuti langkah pria itu masuk ke dalam rumah kembali.


"Kau masih belum sembuh, aku tidak akan membiarkanmu mengemudikan mobil sendirian." Pria itu sangat pintar dalam mencari alasan bahkan dia tak perlu memikirkan lama akal bulusnya itu.

__ADS_1


"Aku tidak naik mobil sendiri, karna aku sudah pesan taxi online." Beberapa saat setelah wanita itu berhenti bicara ada sebuah mobil yang sudah masuk kedalam halaman rumahnya.


Ya itu adalah taxi yang Ailin pesan tadi. Namun supirnya pria yang sangat ganteng dan masih muda. Pria itu turun dari dalam mobil dan berjalan mendekati Radja dan Ailin yang kini sedang berhenti didepan pintu dan menatap kearah supir taxi online itu.


Lihatlah sorot mata Radja yang mulai terlihat terganggu saat pria itu menatap Ailin dengan wajah kagum. Radja mulai menari tangan Ailin dan menutupi tubuh wanita itu dengan punggungnya. Seolah-olah itu sebuah tanda jika supir taxi online itu tidak boleh menatap tubuh molek istrinya itu.


"Apakah benar nama anda Nona Ailin?" Kata supir online itu dengan tersenyum ramah.


"Dia tidak jadi pesan taxi online." merogoh sakunya dan memberikan beberapa lembar uang pada supir taxi itu. "itu uang ganti rugi dan cepat pergi dari sini."


Wajah Radja mulai kelihatan tidak bersahabat. Melihat supir online itu mulai tersenyum pada istrinya hal itu semakin membuat Radja merasakan garah yang teramat sangat. Bahkan Radja langsung menarik tangan masuk ke dalam rumah.


Supir tampan itu hanya bisa diam dengan membawa uang yang Radja berikan tadi. Pria itu sedang menerima rejeki nomplok karna dapat uang banyak secara cuma-cuma tanpa harus berkerja. Bahkan supir itu masuk kembali kedalam mobilnya dengan senyum mengembang di bibirnya.


Brakk! Radja membanting pintu rumah dengan sangat keras sampai Ailin kaget. Ailin mulai menyatuhkan alisnya karna wanita itu sekarang sudah tidak perduli jikalau suaminya akan menceraikannya karna orang yang selama ini membuatnya bertahan dengan pernikahan itu sudah tidak ada lagi. Ailin mulai menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.


"Apa hak mu marah pada supir itu?" Bertanya dengan emosi meledak-ledak.


"Aku sudah bilang akan mengantarmu ke rumah Mama kan!" Bicara tak kalah kerasnya dengan Ailin

__ADS_1


"Mana aku tau jika kau mau mengantarkan ku!"


"Lain kali jangan pernah keluar sendirian tanpa minta ijin dariku!" Nada perintah mulai terdengar dari bibirnya karna rasa cemburu yang saat ini sedang bertahta dalam hatinya. Radja memang tidak pernah bisa bicara dengan nada suara lembut pada siapapun kecuali pada Wenda saja.


__ADS_2