Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Bertemu Wanda.


__ADS_3

Keren terus menjerit dan menangis dia meronta-ronta sekuat tenaga berusaha melepaskan diri dari pria berbaju hitam itu. Namun tenaga Keren seakan tak berfungsi tapi anehnya Keren tidak meminta maaf ataupun terbersit dalam pikirannya rasa bersalah terhadap Ailin sedikitpun.


Ailin lihatlah karna kamu aku sekarang diperlakukan seperti ini. Kuharap kau mati saja dan tak usah menganggu kekasihku lagi. Dasar wanita receh kau hanya menginginkan uang kan, jika aku bisa lolos dari sini maka hal yang pertama akan aku lakukan adalah membunuhmu dengan tanganku sendiri. Jika Radja tidak bisa aku dapatkan maka kau juga tidak boleh mendapatkannya. Keren bersumpah dalam hati sembari mengikuti langkah para bodyguard itu memasuki gubuk yang sudah usang itu.


Kini Keren sudah berada didalam gubuk itu, gubuk yang sangat kotor tidak ada tempat tidur mewah yang ada hanya sebuah tikar yang ada disudut ruangan tersebut. Dan hanya ada peralatan seadanya.


Hahaha! Ini hukuman mu Keren. Kau biasanya selalu terlihat sombong dan menganggap orang sebelah mata kini kau sudah tidak bisa bertingkah seenaknya sendiri. Kau kira kau tidak akan pernah di putuskan oleh Radja, lihatlah kini pria yang kau cinta lebih memilih istrinya dari pada dirimu. Kau harusnya masih bisa bersyukur dengan keadaanmu saat ini karna Radja tidak langsung membunuh mu. Kau tidak akan pernah bisa kabur dari gubuk itu karna banyak sekali pengawal yang akan berjaga dengan melingkari gubuk yang ukuranya tidaklah besar itu.


"Ini adalah rumah baru anda Nona Keren!" Terlihat seulas senyuman sinis dari bibir Pak Ray.


"Aku tidak mau! Aku mau pulang," Teriak Keren dengan air mata meleleh di pipinya. Tubuhnya bergidik karna merasa jijik dengan kondisi gubuk yang terlihat sangat kotor dan juga bau tanah dimana-mana.

__ADS_1


"Sebaiknya anda berdoa saja agar nona Ailin cepat sembuh." Terdapat ucapan peringatan dari nada bicara Pak Ray pada Keren.


"Ku harap dia mati!" Teriak Keren dengan wajah berapi-api.


Plakkkkk!


Satu tamparan keras mendarat di pipi putih Keren, "Jaga ucapan anda Nona!" Seru Pak Ray dengan suara lantang dan semua bodyguard langsung menundukkan kepalanya mereka hanya bisa diam seolah-olah tak terjadi apa-apa.


"Saya dulu sangat menghargai Nona Keren karna, Tuan muda sangat memanjakan anda tapi sekarang kenyataannya sudah berbeda! Anda menjadi penyebab Nona Ailin sampai koma di rumah sakit dan siapa saja yang dibenci oleh tuan muda, maka saya juga membenci mereka." Ucap Pak Ray dengan wajah datar.


Di rumah sakit.

__ADS_1


Ailin masih terbaring tak berdaya dia masih dalam keadaan koma. Radja belum makan apapun sejak Ailin masuk kerumah sakit sedangkan ini adalah hari kedua Ailin di rawat di rumah sakit. Kantor di urus oleh Pak Ray sedangkan Radja masih menunggu Ailin dengan rasa cemas.


Radja duduk disamping Ailin dia membelai lembut pipi istrinya, pria itu menatap wajah pucat istrinya yang biasanya selalu terlihat ceria saat bersamanya namun dering telvon tiba-tiba berbunyi karna. Radja segera menyambar ponselnya yang ada di atas nakas dan dia segera keluar dari ruangan tersebut. Dan saat Radja keluar dia melihat Wanda tiba-tiba bicara dengan salah satu dokter yang masih sangatlah muda dan ganteng. Ya itu adalah dokter Jef, dokter yang merawat Lani. Adam masih bicara di telepon namun Radja tak perduli apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu. Radja mematikan panggilan ponselnya.


"Ma!" Panggil Radja sembari berjalan mendekati Wanda yang masih sibuk bicara dengan dokter Jef bahkan Wanda masih belum menyadari jika Radja sedang berjalan menghampirinya. "Ma, apakah kau sakit? Kenapa ada di sini." ucap Radja setelah Wanda menatap kearahnya.


"Saya permisi dulu Nyonya Wanda," Ucap dokter Jef setelah selesai bicara. Tanpa menjawab Wanda hanya tersenyum kepada dokter Jef.


Dan kini hanya ada Wanda dan Radja saja.


WALAUPUN UPDATE SEDIKIT NAMUN SAYA USAHAKAN RUTIN WALAUPUN NDAK TIAP HARI BIAR KALIAN GAK BOSAN NUNGGU UPDATE LAMA YA.

__ADS_1


__ADS_2