
Ailin sudah berdiri di hadapan Lani yang sedang memangku seorang bayi laki\-laki, lani segera berdiri dari posisi duduknya dengan menaruh bayi laki\-laki itu dalam gendongannya. Lani saling beradu pandang dengan Ailin sedangkan Wenda masih menatap mereka dari posisi duduknya.
"Bi, siapa bayi ini? Dan bagaimana kabarmu?" tanya Ailin dengan menatap lekat wajah wanita yang selama ini paling dia rindukan itu.
"Seperti yang kau lihat sayang, Bi Lani baik-baik saja dan sekarang Bi Lani akan menjaga bayi ini untukmu."
Selesai bicara Lani berjalan masuk ke dalam kepulan asap berwarna putih dan menghilang Ailin masih berdiri mematung di posisinya berdiri saat ini. Wenda segera berdiri dari posisi duduknya dan memeluk wanita itu dengan lembut.
"Mama akan selalu berada di sampingmu," ujar Wenda berbisik lirih di samping telinga Ailin.
Dunia Nyata/Dunia novel paling tepatnya.
**Plap**! Ailin mulai mengerjap\-ngerjapkan matanya dia melihat seluruh ruangan yang tidak asing dalam ingatannya itu. Ya itu adalah ruangan yang sama di mana Wenda di rawat. Radja segera menghampiri Ailin yang baru saja membuka matanya.
"Pergilah," cetus Ailin dengan membuang pandangannya.
"Maafkan aku sayang, bayi kita."
"Bagaimana dengan bayiku?" tanya Ailin dengan mengingat apa yang tadi terjadi di dalam mimpinya itu. Dia bernafas melalui selang oksigen dan bibirnya gemetaran saat bicara.
"Dia sudah pergi, maafkan aku sayang semua ini karena kesalahanku jatuh hati dengan wanita lain," Radja bicara dengan wajah kelihatan menyesal saat pria itu mau memegang tangan istrinya namun wanita itu segera menepis kasar tangan suaminya.
"Kau minta maaf setelah anak ku meninggal Mas, kau sungguh berhati iblis!" Wanita itu bicara dengan air mata kembali membasahi pipinya bahkan rasa sakit akhibat operasi tidak dia rasakan lagi yang terasa ialah penghianat yang terlihat jelas di matanya.
"Maafkan aku, aku mencintaimu dan dia juga sayang," pria itu tidak suka berbohong dia masih berusaha merayu Ailin agar merestui pernikahannya itu.
__ADS_1
Ailin marah tapi apa yang bisa wanita itu lakukan selain menangis dan terus menangis. Hatinya begitu sakit dan pilu jika mengingat kesedihan yang semakin menjalar di pembuluh darahnya Ailin mau menampar pipi pria itu dengan sangat keras namun dia tak bisa melakukannya karena cintanya begitu besar pada pria itu.
Rena datang dan langsung masuk ke dalam ruangan itu, melihat wajah wanita yang paling dia benci seumur hidup itu sungguh sangat memuakkan bagi Ailin. Dia masih bersedih karena kehilangan bayinya namun wanita lain datang dan mau merebut suaminya semua ini tidak bisa Ailin terima wanita ini sangat licik dia memiliki seribu tipu muslihat yang bisa membuat orang yang dia cintai pergi menjauh darinya.
Semua cinta telah di berikan pada Radja namun pria itu malah begitu muda menghinanya dan dengan terang\-terangan membawa madunya kehadapan sang istri. Ailin mulai sadar jika tidak ada gunanya mempertahankan pria seperti itu yang tidak pernah menghargai hidupnya lagi. Bahkan Radja sudah berubah atau mungkin pria itu memang seperti itu namun Ailin saja baru menyadarinya.
"Mbak Ailin bagaimana kabarnya?" tanya Rena dengan senyum senyuman tipis tersungging dari bibirnya.
*Aku akan membalas kalian berdua karena telah membuat anak ku meninggal! Dan aku akan berusaha bersikap manis pada kalian dan terimalah Kadi dariku di hari pernikahan nanti*.
"hei kenapa wanita ini malah tersenyum bukankah seharusnya dia marah padaku harusnya dia memakiku tapi ini malah sebaliknya," gumam Rena dalam hati.
Radja sangat bahagia dia pasti berpikir jika Ailin sudah bisa menerima Rena menjadi istri kedua dan Radja akan hidup bahagia dengan ke dua istrinya. bahkan pria itu juga sangat sedih karena mengingat jika anaknya telah tiada karena kebodohannya.
Rena sedang kebingungan dengan sikap Ailin yang berubah dengan sangat drastis, baru kemarin Ailin seakan enggan di sentuh oleh Radja dan juga Rena namun entah apa yang sedang terjadi Ailin kelihatan sangat kuat setelah dia membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh seseorang kepadanya.
Rena sedang menerka-nerka siapa orang yang telah mengirimkan Ailin pesan WHATSAPP barusan sampai wanita itu berubah menjadi kuat seperti sekarang.
__ADS_1
Rena sangat benar karena Ailin sedang merencanakan sesuatu yang besar sebagai kado pernikahan Radja dan juga wanita tidak tau diri itu.
Mereka salah mengira jika Ailin terlihat lemah namun yang sebenarnya ialah Ailin sedang menahan diri karena dia tak mau membuat Wenda kecewa namun sekarang kenyataannya semua telah berubah Wenda sedang koma dan Ailin harus berjuang sendiri menghadapi kelakuan suaminya yang sangat tidak masuk akal.
Pintu ruangan Ailin mulai terbuka dan semua orang menatap ke arah seseorang yang sedang membuka pintu itu, ya itu adalah Sani dan wanita itu langsung melotot pada Rena.
Plakkkk!
"Kau sangat jelek dan mencoba menganggu kehidupan sahabat baikku. Dasar wanita murahann kau akan menerima pembalasan dariku!" Sani mencecarnya dengan bertubi\-tubi perkataan kasar sampai Radja marah dan menaruh Rena di belakang punggungnya.
"Aku keluar dari perusahaan yang kau miliki! Aku tidak mau berkerja dengan pria bodoh seperti dirimu!" Sani marah dengan menunjukkan satu jaringannya pada Radja dengan mata melotot.
"Jaga ucapanmu!" teriak Radja dengan hendak menampar balik Sani namun Pak Ray segera menarik Sani dalam pelukannya.
membungkukkan badannya sebelum bicara, "Maafkan saya tuan ini adalah urusan wanita. Dengan alasan apapun saya tidak bisa membiarkan anda melakukan kesalahan yang besar," jelas Pak Ray dengan menaruh Sani di belakangnya.
Baru kali ini aku melihat Pak Ray sampai menentang ucapan Radja. Mungkin karena Pak Ray merasa kasihan pada Ailin sampai dia bisa seberani itu sekarang ataukan ini rencana Ailin tadi mengambil orang yang paling suaminya percayai dan Wenda juga berada di sampingnya walaupun wanita itu sedang mengalami koma saat ini.
"Sani, Pak Ray jangan bertengkar. Wanita itu sangat kasihan dia tidak bisa mencari pria lajang dan karna sebab itu dia merebut suamiku," kata kata itu menendang telak ke dalam hati Rena, Ailin sangat pintar mengucapkannya kata\-kata lembut yang mengandung hantaman yang sangat dalam dan mampu membuat hati Rena meraung\-raung karena emosi.
"Suamiku, menikahlah dengannya bulan depan," ucap Ailin dengan senyum manis tersungging dari bibirnya. Sani hendak menjawab ucapan Rena namun sorot mata Ailin seakan tidak membiarkan hal tersebut jadi Sani hanya bisa diam dengan menundukkan pandangannya karena geram yang teramat sangat.
Ailin sangat ingin menampar wanita itu namun jika sampai hal itu dia lakukan maka Ailin akan di benci oleh Radja dan semua rencananya akan gagal. Ailin hanya bisa bersikap baik sampai satu bulan kedepan.
entah apa yang sedang Ailin dan Pak Ray rencanakan karena sekarang Pak Ray mulai berpihak pada Ailin. Radja tersenyum bahagia melihat apa yang di ucapkan oleh Ailin. namun Rena mengepalkan jemari tangannya karena menahan kegeramannya.
JANGAN LUPA BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA AKAN SEMAKIN SERU DAN BAGAIMANA NASIB RENA JIKA DI KERJAIN OLEH AILIN.
__ADS_1