Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Bab 15


__ADS_3

Adam segera menunjukkan rekaman cctv yang tadi dia bawah. Adam memutar waktu kejadian di ruangan Ailin tadi sampai mengakibatkan wanita itu basah kuyup.


"Dia berbohong, bagaimana mungkin dia diam saja di perlakukan seperti itu oleh teman kerjanya!" Tandas Radja pada Adam dengan nada suara terdengar begitu kesal dan marah.


"Aku sudah merasa ada yang aneh dari awal, pada Ailin dia seperti menyembunyikan sesuatu hal yang tidak kita ketahui!" ucap Adam pada Radja sembari mengerutkan dahinya.


Ruang kerja Ailin.


"Ailin, mana berkas nya!" Tanya Kira pada Ailin dengan mata melihat kesal. Entah apa yang membuatnya selalu marah tanpa sebab pada Ailin padahal selama ini, Ailin tidak pernah mencari masalah padanya.


"Ini berkasnya!" Balas Ailin singkat sembari menyodorkan berkas tersebut pada Kira.


Kira melihat secara detail berkas tersebut. Namun matanya melotot seketika saat melihat isi dari berkas itu. Kira segera melempar kasar berkas itu dihadapan Ailin.


"Dasar wanita bodoh, bagaimana kamu bisa menjadi asisten Pak Radja jika hal sempele saja kamu tidak teliti!" Maki Kira dengan lantang hingga para pegawai melihat ke arah Ailin semua. Lagi-lagi Kira sengaja mempermalukan Ailin dihadapan banyak orang.


"Apa kesalahan saya? Kamu bilang hanya 3 lembar yang di tanda tangani Pak Radja." ucap Ailin mencoba mengulangi apa yang di ucapkan Kira tadi.


Plakk!


Satu tamparan keras mendarat kasar di pipi Ailin! Tamparan itu sampai membuat bungkam orang yang ada didalam ruangan itu. Ailin memegangi pipinya yang mulai berubah menjadi merah dan dia mencoba menahan rasa nyeri akhibat tamparan Kira tadi.


"Dasar gadis ******! Kamu ingin bilang aku yang bersalah," Maki Kira mencoba membela diri.


"Ailin pun hanya diam tak menjawab" Karna Ailin tau jikalau pun dia mencoba membela dirinya itu pastilah percuma karna kira dan Yaera akan selalu menyalahkannya dan akan membuatnya terlihat seperti orang yang bodoh. Karna sebab itu Ailin lebih memilih untuk bungkam tanpa melawan ya itulah hal yang sering Ailin lakukan untuk menghindari pertengkaran.


Ruangan Radja!


"Lihat Kira dan Yaera sengaja mencari masalah dengan Ailin!" ucap Adam sembari melirik ke arah Radja yang masih memasang wajah datar.


"Gadis ini apa tidak bisa melawan! Dia diam saja tanpa melawan!" Gerutu Radja dengan nada suara terdengar kesal. Radja mulai terlihat tidak tenang dan dia segera berdiri dari posisi duduknya.


Tap. . tap. . tap!


"Lihat Pak Radja datang! Cepat kembali ke tempat kerja kalian!" Ucap salah satu pegawai. Tapi Kira dan Yaera yang terlalu sibuk menindas Ailin tidak mendengarkan keringat itu.

__ADS_1


"Berani sekali kamu menampar asisten ku!" Maki Radja sembari melirik ke arah Ailin yang tertunduk dengan seribu kebungkama ya.


Radja dan Adam berdiri dibelakang Kira dan Yaera dengan alis hampir menyatuh membuat para perkerja kantor lainya ketakutan dan menundukkan kepalanya karna merasa bersalah tak membela Ailin tadi.


"Pak Radja, Ailin yang bersa," belum sempat Kira menjelaskan kebohongannya, Radja sudah melirik tajam ke arah Kira dan Yaera, hingga membuat mereka berdua berkeringat dingin dan bungkam seketika bahkan wajah cantik mereka berubah menjadi pias.


Radja melangkah mendekati Ailin sembari matanya tak henti melihat pipi Ailin yang masih kelihatan merah.


"Ailin bisa kamu jelaskan apa yang terjadi?" Tanya Adam sembari melihat pipi Ailin juga.


"Maaf kan saya, tuan Memang saya yang bersalah." ucap Ailin pada Adam dengan wajah masih tertunduk.


Dasar wanita ini benar-benar ya! Dia sudah difitnah dan dipermalukan dihadapan banyak orang tapi dia masih saja membela orang yang telah menindas ya. Gerutu Radja dalam hati dengan raut wajah kelihatan jengkel.


"Potong gaji mereka berdua selama 3 bulan!" ucap Radja pada Adam dengan suara lantang agar semua orang yang ada didalam ruangan tersebut mendengarnya.


"Baik " jawab Adam singkat.


"Ailin kamu ikut ke ruangan saya!" Perintah Radja sembari melirik kearah Ailin dengan tatapan dingin.


Setelah sampai di ruangan Radja, Ailin masih berdiri dihadapan Radja dengan sesekali memegangi pipinya yang masih terasa nyeri itu.


"Apa yang Ada di otak dan pikiran mu? bagaimana mungkin kamu tidak melawan di perlakukan seperti itu!" Bentak Radja dengan menatap wajah Ailin dari dekat.


"Untuk apa saya melawan! Saya sudah terbiasa di pandang sebelah mata!" Jawab Ailin dengan raut muka bersedih dan sangat jelas terlihat jika dia sedang terluka.


"Aku akan menceraikan m, jika kamuu tki merubah sifat mu yang pendiam dan selalu mengalah itu!" Ancam Radja sembari melihat bekas tamparan d pipi Ailin.


"Gawat jika Radja sampai menceraikan ku, bagaimana aku bisa membayar biyaya berobat Bi Lani!" Gumam Ailin dalam hati karna sangat kebingungan dengan ucapan Radja barusan.


"Baik lah sayang sesuai perintah mu!" Sahut Ailin dengan memaksakan senyuman diwajahnya.


"Kamu tidak perlu meminjam uang! Jika memerlukan apa pun, pakai saja kartu tanpa limit jika kamu menginginkan apapun!" Perintah Radja dengan masih tak bergeming menatap Ailin.


"Sayang, bisakah anda menemani ku berbelanja, lihatlah baju ku basah." u

__ADS_1


Rengek Ailin dengan suara manja.


"Dasar gadis ******, kamu takut aku ceraikan mangkanya kamu langsung berubah total."


Maki Radja sembari mencium bibir Ailin kasar


"Tentu saja karna aku butuh uang!" Tandas Ailin dengan sedikit sombong namun gayanya terlihat sangat mengoda.


Plaza mall.


"Sayang kenapa mall ini sepi pengunjung?" Tanya Ailin pada Radja sembari matanya menyapu mall tersebut.


"Dasar bodoh' aku sudah nemboking mall ini untuk mu!" Jelas Radja sembari masuk ke salah satu toko yang masih buka itu.


"Tuan apa yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pegawai toko tersebut.


"Cari baju untuk wanita ini!" Perintah Radja sembari melirik ke arah Ailin yang masih mengenakan baju basah.


Ailin pun sudah mencoba beberapa baju sexy, tapi Radja masih saja munyuruhnya berganti ganti baju,


"Siall! Kenapa dia selalu terlihat cantik mengenakan baju apa pun " Gumam Radja dalam hati sembari matanya melihat kearah Ailin dengan kagum akan kecantikan istrinya itu.


Salah satu pegawai toko pun mengatahui jika Radja cemburu melihat Ailin mengenakan baju sexy.


"Sayang, aku sudah lelah berganti ganti baju." gerutu Ailin jutek. Sembari membawa salah satu baju, dan masuk ke ruang pa's


"Ini baru cocok!" u


Ucap Radja melihat Ailin memakai dress di bawah lutut dan Ailin kelihatan cantik dan anggun.


"Dari sekian banyak baju yang aku Coba, hanya satu ini yang cocok!" Gerutu Ailin dengan wajah jutek.


"Aku tidak bilang semua baju tadi tidak cocok untuk mu " sahut Radja pada Ailin.


"Pelayan bungkus semua baju yang di coba olehnya tadi! Dan antarkan ke kediaman ku!" Perintah Radja pada pelayan toko tersebut.n

__ADS_1


__ADS_2