Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
love You Part 3.


__ADS_3

Selesai makan Wenda mulai berdiri dari posisi duduknya, dan Ailin pun ikut berdiri juga. Wanita itu membawa piring kotor yang ada di atas meja itu menuju wastafel. Sedangkan Bi Cindy juga membereskan makanan lainnya namun Wenda tidak menolak bantuan Ailin untuk mencuci piring kotor itu, itu karna kondisi Ailin belum sembuh total dan dia belum boleh melakukan perkerjaan yang berat walaupun menurut Ailin itu hanyalah kerjaan ringan yang biasa dia lakukan sehari-harinya.


''Nak Ailin, Mama mohon kamu jangan pernah tersinggung dengan apa yang di ucapkan Radja tadi. Sejak kecil Radja sudah memikul beban yang begitu berat dulu usaha papanya hampir bangkrut dan Radjalah yang sudah bersusah payah membangun usaha ini sampai bisa besar seperti sekarang. Mungkin karna beban yang dia tanggung itu terlalu besar sampai dia tak memikirkan kehidupannya sendiri, Radja tidak tau cara menggungkapkan rasa cintanya pada seorang wanita, Nak.'' Wenda bicara dengan memegangi tangan Ailin.


''Apa maksud dari ucapan Mama itu, awalnya Radja menikah denganku karna dia takut di jodohkan dengan saya, dan dia tidak pernah mencintai saya, Ma.'' bicara apa adanya.


''Mama, tau Nak, namun saat kau terbaring koma di rumah sakit sangat jelas terlihat jika anakku itu sangat menyesal. Bahkan dia terus menjagamu sepulang dari kerja bahkan Radja sampai kurang istirahat kerana hampir tiap malam dalam satu minggu dia tak bisa tidur kurang dari 2 jam setiap harinya.'' Jelas Wenda pada Ailin.


''Ma, apakah benar apa yang kau ucapkan tadi padaku? Tapi mana mungkin,'' Bicara dengan mengerutkan keningnya.


''Kau tau kan jika Mama sangat menyayangimu. Mama tidak akan bicara bohong padamu Nak! Baru kali ini aku melihatnya sampai khawatir dan frustasi seperti itu dalam menjagamu. Wajah takut akan kehilangan, penyesalah rasa sedih itu jelas terpancar dari wajahnya setiap hari.'' Jelas Wenda.''kau harus ingat satu hal jika Radja itu memiliki sikap sangat pencemburu! Dia tidak akan bisa menerima jika kamu dekat dengan pria lain kecuali dirinya dan Mama mohon kau jaga sikap mu sika sedang bicara dengan Adam''


Mengerutkan keningnya, ''Apa maksutnya dengan Adam? Apakah mereka berdua pernah bertengkar karna Ku?''


Wenda menceritakan apa yang terjadi di kantor Radja, juga mengenai perkelahian kedua sahabat itu dan mengenai Reva juga. Ailin hanya diam dan mendengarkan apa saja yang mertuanya ucapkan itu tanpa menjawabnya.

__ADS_1


Kamar Radja.


Lampu kamar itu sudah padam, Radja sudah memejamkan matanya. Sedangkan Ailin masih belum bisa memejamkan matanya dia masih mencerna apa yang di ucapkan oleh mertuanya tadi; Ailin tak menyangka jika Radja akan menjaganya sampai melewatkan waktu tidur malamnya. Ailin masih kebinggungan dengan apa yang suaminya itu lakukan namun dia tak berani bertanya pada pria yang sedang tidur di sampingnya ini.


Di tengah kegelapan Ailin berpindah posisi duduknya dan menatap wajah Radja yang sedang tidur, pria itu sangat tampan walaupun lampu kamar itu sedang padam. Tangan wanita itu hendak membelai wajah tampan suaminya itu namun segera dia hentikan sebelum tangannya hendak menyentuh wajah tampan pria yang sedang memejamkan matannya itu. Ailin takut jika Radja sampai terbangun dari tidurnya dan marah padanya.


Ailin hendak menarik kembali tangannya namun hal yang tidak dia duga sebelumnya malah terjadi, Radja menarik tangan wanita itu dan menaruhnya di wajahnya.


Deg!


Jantung Ailin berdetak dengan sangat kencang saat merasakan tangannya di tarik dari kegelapan kamar itu. Ailin tidak tau jika tadi Radja hanya sedang pura-pura tertidur tanpa wanita itu ketahui jika Radja sudah membuka sedikit matanya saat Ailin memperhatikan wajah tampannya itu.


''Aku hanya mau memastikan apakah tadi kau sudah tidur.'' Mencoba mengelak.


''Bohong!'' Tandas nya.

__ADS_1


''Ya aku bohong, tapi aku mohon jangan marah.'' Bicara dengan nada terdengar sangat ketakutan.


''Apa yang membuatnya selalu ketakutan seperti ini jika aku sedang marah, tak bisakah kau membantah ucapanku walaupun hanya satu kalimat saja. Kenapa aku bisa jatuh cinta padannya tuhan. Dia terlalu baik untukku mungkin kebaikanku di kehidupan sebelumnya yang membuatku bisa berjodoh dengannya. Semoga aku bisa selalu dekat denganmu dan menjagamu sayang.'' Gumam Radja dalam hati.


''Apa kau masih merasa pusing?''


''Tidak lagi.''


''Jangan banyak berpikir, Bi Lani akan sembuh,'' ungkap Radja memberikan semangat.


''Ya.'' Bicara dengan menyandarkan kepalannya di dada kekar suaminya itu. ''kau masih ingat tentang kontrak pernikahan kita?'' bicara dengan mengarahkan wajahnya menatap suaminya.


''Aku ingat.'' Menjawab singkat.


''Tanpa terasa beberapa bulan lagi kontrak itu akan selesai, bolehkan jika aku tetap menjadi asistenmu di kantor JISET GROUP.?''

__ADS_1


''Tidak boleh!'' Bicara dengan memeluk Ailin dengan sangat erat.


Radja tidak mungkin membiarkan wanita yang dia cintai berkerja lagi. Dia akan memberikan semua yang istrinya itu butuhkan tanpa harus bersusah payah berkerja. Namun Ailin malah salah mengartikan akan maksud suaminya itu. Ailin malah mengira jika Radja tak ingin memiliki hubungan lagi padanya. Radja tidak pernah menjelaskan maksud dari ucapannya pada Ailin hingga membuat wanita itu terus salah paham padanya.


__ADS_2