Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Ambil Bayinya.


__ADS_3

Ailin berjalan dan duduk di kursi samping Wenda, dia seakan ingin mencurahkan apa yang dia alami saat ini namun itu tak akan mungkin karena Ailin tak pernah mau membuat wanita paruh baya itu bersedih. Namun apa yang terjadi saat ini malah suaminya atau paling tepat nya anak Wenda sendiri yang sampai membuat kondisi wanita itu sampai terbaring lemah dengan banyak selang infus yang tertancap di beberapa bagian tubuhnya.


Ailin seakan ikut merasakan apa yang Wenda alami, bahkan sejak tadi wanita itu tak hentinya membelai lembut perutnya yang sekarang kelihatan besar itu. Ailin sangat sedih karena anaknya belum lahir namun suaminya sudah berniat menikah lagi.


 


"Ma, aku harus bagaimana hanya kau saja yang aku miliki aku merasa semakin kehilangan arah dan tujuan hidupku namun tetaplah bertahan hidup agar kau bisa melihat cucu mu yang akan lahir nanti, dia akan bermain dalam pangkuan mu." Wanita itu bicara dengan tubuhnya gemetaran karena merasakan geram akhibat ulah suaminya.


Di Luar ruangan.


"Rena, aku mencintaimu namun aku ingatkan padamu agar tidak bersikap kurang ajar jika berada di hadapannya," maki Radja dengan sorot mata tajam seakan memberitahu pada wanita itu jika ucapanya barusan bukanlah sebuah permohonan melainkan perintah yang harus di tepati


 


 


Entah apa yang sedang terjadi pada Radja kenapa sikapnya berubah saat Ailin tengah hamil besar mungkinkah karena dia melihat Ailin sudah tidak cantik lagi dan tidak semenarik dulu tapi itu sangat wajar karena semua wanita akan seperti itu jika sedang hamil. Rena memang cantik dan seksi namun sebenarnya jika Ailin tidak sedang hamil, maka Rena terlihat begitu jelek dia hanya mengandalkan makeup saja. Ailin cantik natural dengan makeup alakadarnya dia sudah kelihatan cantik mempesona.


"Mas, aku hanya ingin mbak Ailin tau secepatnya," rengek wanita itu bergelayutan manja di lengan Radja.


"Baiklah jangan di ulang lagi!" Pria itu bicara dengan wajah datar.


 


"Kapan kita menikah mas?" tanya wanita tidak tau diri itu dengan nada suara terdengar sangat mengoda. Wanita itu bahkan tak memiliki belas kasih pada wanita lain Rena hanya memikirkan dirinya sendiri.


 


Bahkan sedari tadi wanita itu tak berhenti memeluk Radja dan mencoba menjilat pria itu agar segera menikahinya namun Radja masih bersih keras agar menunggu sampai kondisi Wenda baik\-baik saja. Sedangkan Pak Ray hanya bisa menundukkan pandangannya menahan rasa geram yang sedang berkecamuk dalam hatinya itu. Ya Pak Ray tidak pernah menyukai Rena karena wanita itu sudah melukai hati Nona mudanya namun apa yang bisa asisiten itu perbuat karena dia harus tetap menuruti apa yang di ucapkan oleh majikannya.


 


 


"Sayang, maafkan aku karena aku Mama Wenda jadi seperti sekarang," Rena bicara dengan menunjukkan tipu muslihat pada Radja dan berlaga seperti sedang bersedih hati padahal dia sedang berharap jika Wenda mati dan Rena dengan leluasa bisa menikahi dengan Radja.

__ADS_1


 


"Itu bukan salahmu sayang, Mama memang sedang sakit tapi aku juga sangat sedih karena Mama memendam rasa sakitnya sendirian selama ini," Radja bicara dengan wajah kelihatan bersedih.


 


*Aku berharap wanita tua itu segera mati tapi apa ini dia hanya koma dan aku harus menunggunya sadar untuk menikah dengan pria ini*, "Tenanglah sayang, Mama akan segera sembuh dan aku akan selalu mendoakan kesembuhannya."


"Aku tidak salah memilih mu menjadi calon istriku, tapi sekarang pulanglah dulu aku ingin berbicara tentang acara pernikahan kita pada istriku," Radja mengecup lembut bibir wanita itu.


Ailin membuka pintu ruangan Wenda dan dia melihat suaminya berciuman dengan wanita lain tepat di hadapannya, Ailin menangis menjadi\-jadi dadanya terasa semakin sesak dan dia mulai kesulitan bernafas, Radja melihat Ailin dan segera menghampirinya, Rena ikut menghampiri Ailin dan berpura\-pura bersimpati padanya.


"Mbak, sini biar saya bantu," Rena hendak memegangi pundak Ailin dan begitu juga dengan Radja. Tapi wanita itu mundur beberapa langkah dan menjauh dari mereka dengan nafas tersengal\-sengal.


"Kalian berdua jangan sentuh aku!" Wanita itu bicara dengan tangis sesenguka dan nafas tersengal\-sengal. Wajah Ailin kelihatan pucat pias saat ini dan tangannya mulai kelihatan dingin.


"Bibi, tolong aku perutku sakit sekali." Teriak wanita malang itu sebelum pingsan.


Radja langsung membopong Ailin dan para dokter segera memeriksakan kondisi wanita itu, semua dokter membawa Ailin ke UGD dan mereka mulai melihat lendir putih bercampur darah semua dokter saling bertatapan satu sama lain, mereka melihat wajah Ailin semakin pucat pias dan tangannya berubah menjadi dingin seperti mayat.



"Aku sangat takut menghadapi CEO," sahut perawat yang berada di dalam ruangan itu.



"Tidak ada waktu cepat!" teriak dokter tadi dengan menajamkan alisnya.



"Baik," perawat segera keluar dan menemui Radja, tubuhnya semakin gemetaran saat dia melihat Radja menatapnya dengan mata tajam.



perawat itu memberitahukan pada Radja apa yang di ucapkan oleh dokter di dalam, Radja sangat marah namun lagi\-lagi Rena mencoba bersikap baik dengan memberikan solusi agar pria itu memilih Ailin saja untuk di selamatkan. Radja menuruti pendapat wanita jahat itu dan setelah mendapatkan persetujuan operasi segera di lakukan selama beberapa jam.

__ADS_1



"Sayang, bersabarlah mbak Ailin akan baik\- baik saja karena Tuhan akan menyelamatkan keduanya," *aku berharap ibu dan anak itu mati saja dan aku akan menjadi istri satu\-satunya Radja*.



Radja hanya diam dengan perasaan bersalah karena dirinya jatuh cinta pada wanita lain dan inilah yang membuat keluarganya yang tadi bahagia kini semua kebahagiaan itu hancur seiring berjalannya waktu. Ailin sedang menjalani operasi dan Wenda sedang koma semua ini karena keegoisan Radja. Pria itu sudah di butakan oleh cintanya pada Rena dan rayuan wanita itu lah yang menjadi kehancuran sebuah keluarga bahagia.



Di dalam mimpi Ailin.



Ailin bermimpi memakai baju putih, dia sedang tersesat di sebuah tempat yang tidak dia kenal tempat itu terlihat sangat tenang dan banyak hewan yang sangat lucu seperti kelinci dan kucing di sana. Ya itu seperti sebuah negri dongeng yang sangat indah Ailin berjalan dan terus berjalan tanpa tau tujuan hidupnya. Ailin berhenti saat melihat seseorang wanita yang paling dia sayangi dalam hidupnya ya itu adalah Wenda dan juga Lani yang sedang berbincang\-bincang berdua.



Namun Ailin terhenti sejenak dia memegangi perutnya yang kini sudah kelihatan rata, dia menangis dan terus menangis karena Ailin tak tau apa yang sedang terjadi dan sampai hal itu membuat bayinya lenyap begitu saja dengan air mata yang jatuh sangat deras di kedua pipinya Ailin berlari secepat yang dia bisa hendak menghampiri dua orang yang sangat dia sayangi itu. Ailin melihat Lani sedang memangku bayi laki\-laki entah anak siapa itu.



"Apakah itu bayiku," gumam Ailin dalam hati dengan terus berlari mendekati Wenda dan juga Lani yang sedang melihat ke arah bayi tampan tersebut



"Mama, Bi Lani," panggil Ailin dari kejauhan dan wanita itu berlari sekuat tenang menghampiri keduanya yang juga melambangkan tangan padanya.


JANGAN LUPA BACA NOVEL KHAIRIN NIDA YANG LAINYA YA. KARENA SEMUA NOVEL INSYAALLAH AKAN MENGURAS EMOSI DAN JUGA BISA MEMBUAT KALIAN BUCIN AMBIS DECH.


KARNA SAYA MEMBACA BANYAK KOMENTAR UNTUK MENERUSKAN NOVEL INI. DAN SAYA SANGAT MENYAYANGI SEMUA PEMBACA SEMUA KARENA SEBAB ITU SAYA AKAN MELANJUTKAN CERITANYA.


SIAPA YANG MAU BELI BAJU PERNIKAHAN KONTRAK. . HEM CHAT AUTHOR YA


__ADS_1


__ADS_2