
Keren yang masih terduduk dilantai dengan perlahan mulai beranjak berdiri dari posisi duduknya, Radja tak bergeming menatap kearah Keren dengan tatapan sinis.
Keren masih mencoba merayu Radja terlihat dia berjalan mendekati ranjang dengan berlaga sok polos bahkan Keren sampai menjatuhkan air mata dusta dikedua pipinya yang berbalut makeup tebal.
"Sayang kau tidak percaya padaku, Si wanita jalan** itu yang dengan senjata menumpahkan bubur panas ke tangan dan kakinya." Ucap Keren sembari menangis sesenggukan mencoba mencuci otak Radja agar mau percaya dengan drama dusta yang sedang dia mainkan.
Hahaha! Keren sangat cocok jika diberi penghargaan wanita dengan seribu drama karna dia bisa bersikap kejam dan tak tau ampun dihadapan Ailin. Namun saat didepan Radja Keren berubah bersikap sangat lembut dan anggun seolah-olah Keren sendiri yang sedang tertindas dan menjadi korban di sana.
Keren menghalalkan semua cara untuk membuat apa yang dia inginkan menjadi kenyataan lebih lagi sejak awal bertemu dengan Ailin, Keren sudah merasa terancam akan kehadiran Ailin saat itu wanita itu sudah merasa ada yang tidak beres dengan Radja semenjak mengenal Ailin.
Dulu Radja sangat memanjakan Keren dan tidak pernah bicara kasar padanya bahkan Radja selalu memenuhi semua keinginan Keren. Namun semenjak Ailin hadir dalam hubungan Radja dan Keren! Sikap Radja berubah dingin padanya dan lebih membela Ailin secara terang-terangan dihadapan Keren kala itu didalam perusahaan beberapa waktunya yang lalu.
"Keren bersihkan kamar ini!" Perintah Radja sembari matanya melihat bubur yang jatuh berceceran di lantai dan pecahan mangkuk yang juga terburai dilantai. Kamar itu terlihat berantakan semenjak Keren menghuninya.
"A. . apa, aku yang harus bersihkan?" Tanya Keren dengan menunjukkan wajah keberatan. Karna Keren anak pembisnis kaya yang juga memiliki saham di perusahaan Radja. Jadi tak heran jika melihat ekspresi wajah Keren yang terkejut bukan main karna sejak kecil Keren selalu di manjakan kedua orangtuanya hingga dia tak pernah mengerjakan pekerjaan berat seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa! Kau keberatan?" Tanya Radja dengan menyiniskan pandangannya.
"Bukan begitu sayang, kenapa tidak Ailin saja yang membereskannya?" Rengek Keren dengan manja dengan menyandarkan kepalanya di bahu Radja dan satu jaringan menelusuri lekuk tubuh pria kekar dan ganteng itu.
"Ailin adalah nyonya rumah ini! Dan kau adalah tamu dirumah ini." Jelas Radja sembari melepaskan tangan Keren dari lengannya.
"Apa kau menyukai Ailin." Tanya Keren dengan alis terlihat mulai menyatu.
"Tidak!" Elak Radja dengan perasaan bimbang dengan apa yang dia rasakan.
"Kerennn! Jaga ucapamu dia adalah istriku. Sekali lagi kau sebut dia seperti itu, maka kau akan tanggung sendiri akhibat ya!" Belum selesai Keren bicara Radja langsung menyambar ucapan Keren. Karna sudah sejak tadi Radja menahan emosinya karna mendengarkan Keren terus menyebut Ailin dengan panggilan merendahkan seperti itu.
Brakkk!
Suara Radja membanting pintu kamar itu dengan sangat kasar, itu adalah bukti akan kekesalan Radja saat itu Radja berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Kini dia sudah berdiri didepan kamarnya dengan perlahan Radja mulai mengarahkan tangannya kearah gagang pintu.
Ceklek!
Radja mulai membuka pintu kamar pribadinya dengan perlahan disana Radja melihat Ailin yang sedang meniup tangannya sembari air mata berjatuhan dikedua pipinya.
SETELAH BACA JANGAN LUPA BERIKAN LIKE KOMENTAR DAN JUGA VOTE YANG BANYAK YA SUPAYA SAYA BISA SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️.
SERTA BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI. SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊
BACA JUGA KELANJUTAN DARI NOVEL. "SANG PENAKLUK 2."
DAN KELANJUTAN NOVEL. "DIPAKSA MENIKAHI CEO 2."
DITUNGGU YA KUNJUNGAN YA.
__ADS_1