Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Khawatir.


__ADS_3

"Hallo!" Ucap Radja dalam seseorang yang ada ditelpon.


"Iya, Tuan muda!" Ucap Pak Ray dari dalam telvon.


"Kemarilah!" Perintah Radja sembari mengakhiri panggilan ponselnya.


Ya, Radja memang sangat hemat dalam bicara bahkan sikapnya yang bisa dibilang dingin terhadap semua orang sama seperti sikapnya pada Ailin sebelumnya. Namun Radja sangat terlihat lembut pada seorang wanita yang memiliki hubungan dengannya contohnya seperti Keren.


Dulu Radja selalu memanjakan wanita itu dan memenuhi semua kebutuhannya namun semenjak Radja mulai menikah dengan Ailin semua sikap Radja pada Keren sedikit demi sedikit mulai berubah. Apalagi setelah Radja menyadari akan cintanya pada Ailin. Radja bahkan tak memiliki belas kasih lagi pada mantan kekasihnya Keren.


Kini Radja, Adam dan Wenda sudah berdiri didepan ruangan Ailin. Dan terlihat empat pengawal sedang berjaga didepan ruang Ailin. Tak lama kemudian Pak Ray muncul dihadapan mereka. Asisten itu terlihat dulu membungkukkan tubuhnya sebelum bicara.


"Nyonya Wenda, tuan muda." Sapa nya sembari tersenyum lembut.

__ADS_1


"Bagaimana dengan wanita itu?" Tanya Radja sembari menyatuhkan alisnya.


"Dia sudah saya bawa ketempat terpencil yang ada ditengah hutan, Tuan muda," Sahut Pak Ray dengan menundukkan pandangannya.


"Pindahkan Bibi Ailin, kedalam ruangan yang sama dengannya!" Ucap Radja sembari berlalu pergi dengan Wenda dan Radja. Untuk menemui wanita jahat itu yang sedang mendapatkan hukumannya.


Setelah Adam, Radja dan Wenda pergi. Pak Ray segera memanggil dokter dan mengurus kepindahan Lani kedalam ruangan yang sama dengan Ailin.


Kini Lani sudah pindah kedalam ruangan Ailin. Dan Pak Ray sedang berbicara dengan dokter Jef, dokter yang biasanya merawat Lani selama dirumah sakit. Pak Ray menyuruh Dokter Jef untuk memberikan perawatan yang sangat mahal untuk mendukung kesembuhan Lani.


"Baiklah Pak Ray, Tapi kondisi Nyonya Lani sangat kritis anda pasti tau maksud saya." Sahut Dokter Jef sembari menundukkan pandangannya dengan raut wajah kelihatan bersedih.


"Ya!" Sahut Pak Ray sembari membungkukkan badannya dan begitu pula dengan Dokter Jef.

__ADS_1


Kini dokter Jef segera pergi meninggalkan Pak Ray dan keempat pengawal yang memakai baju serba hitam itu.


_ _ _ _


Kini Adam, Radja dan Wenda sedang ada didalam mobil. Mereka menuju ketempat dimana Keren di sekap. Didalam mobil tak ada satu orangpun yang berbicara mereka memasang wajah datar. Wenda menatap kearah jalanan wanita itu terus memikirkan akan kondisi Ailin. Lebih lagi dokter bilang jika seminggu Ailin belum sadarkan diri maka hanya tuhan saja yang tau wanita itu bisa bertahan sampai kapan. Perkataan dokter tersebut selalu bergentayangan liar didalam angan-angan Radja dan Wenda.


Seolah menjadikan mereka ketakutan hanya dengan membayangkan Ailin akan meninggalkan mereka selamanya.


Wenda dan Radja sudah terlanjur menyayangi Ailin dan mereka tak ingin kehilangannya lebih lagi Wenda sedari dulu menginginkan anak wanita dan sekarang setelah keinginannya terpenuhi, malah takdir hampir merenggut Putri yang dia sayangi.


Radja memegang tangan Wenda terlebih dulu sebelum bicara, "Ma, jangan khawatir Ailin akan segera sembuh."


Radja mengetahui jika Wenda sedang memikirkan tentang istrinya.

__ADS_1


"Sebaiknya Kau berdoa, karna jika putri ku tidak sembuh kau kehilangan hak mu memanggilku Mama!" Ancam Wenda dengan tak menoleh. Namun jika didengar dari nada bicaranya wanita itu sedang bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YANG BANYAK YA ☺️ ASLINYA ADALAH


__ADS_2