Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
penyesalan.


__ADS_3

JISET GROUP.


 


Radja sedang duduk di kursi kerjanya sedangkan Pak Ray ada di dalam ruangan tersebut masih sibuk dengan laptopnya. Tak ada satu orang pun dari mereka yang bicara dan ruangan CEO itu terlihat sunyi. Namun tak lama kemudia terdengar ketukan pintu dari depan ruangan tersebut.


Pak Ray segera menarik duduknya dari kursi dia berjalan menuju pintu ruangan tersebut,


Setelah pintu terbuka Pak Ray melihat wanita yang masih sangat muda dan cantik dia memakai baju dan barang yang bermerek dan jika dilihat dari penampilanya dia berasal dari keluarga kaya.


 


 


''Nama anda siapa Nona? Dan apakah anda sudah membuat janji terlebih dahulu?'' Tanya Pak Ray sembari masih berdiri di depan pintu belum mempersilahkan wanita itu masuk ke dalam.


 


''Namaku Reva, Sudahlah minggir aku akan menemui Radja!'' Ucap Reva dengan nada suara terdengar judes. Wanita itu bahkan tak memiliki rasa sopan sedikit pun wajahnya yang cantik itu sangat tidak cocok dengan gayanya yang kasar itu.


 


Setelah bicara Reva langsung nyelonong masuk ke dalam walaupun belum di ijinkan oleh Pak Ray masuk. Pak Ray mencoba menghentikan langkah wanita itu tapi percuma saja karna Reva sudah terlanjur masuk ke dalam ruangan Radja. Radja yang sedang sibuk memainkan laptopnya langsung menatap ke arah keributan yang sedang terjadi sekarang.


 

__ADS_1


''Radja!'' Pangil Reva sembari berlari dan memeluk tubuh kekar pria itu dari belakang.


 


''Maafkan saya tuan muda, tapi wanita ini menerobos masuk walaupun belum mendapat ijin dari saya.'' Ucap Pak Ray sembari berjalan mendekati Reva.


 


''Tidak masalah Pak Ray, dia adalah sahabat saya.'' Ucap Radja sembari mengisyaratkan tangannya agar Pak Ray keluar dari ruangan tersebut dan tanpa membantah Pak Ray segera membungkukkan badanya kemudian berlalu pergi.


 


Kini di ruangan tersebut hanya ada Reva dan Radja saja. Reva masih memeluk Radja dengan sangat erat mungkin karna mereka sudah lama tidak bertemu. Ya Reva adalah teman masa kecil Radja yang pergi setelah usahanya ayahnya gulung tikar. Keluarga Reva pindah ke Australia sejak 10 tahun yang lalu. Reva kembali ke Indonesia karna dia sangat merindukan Radja sahabat masa kecilnya dulu namun wanita itu belum mengerti jika Radja sudah menikah dengan wanita lain.


 


''Lepaskan tanganmu Reva!'' Ucap Radja sembari berdiri dari posisi duduknya dan berjalan di tengah ruangan tersebut.


 


''Aku sangat bersyukur karna kau tidak melupakan aku?'' Tanya wanita tersebut sembari berjalan mendekati Radja.


 


''Tentu aku ingat dan tak akan pernah lupa!'' Sahut Radja dengan menyunggingkan senyumannya.

__ADS_1


 


''Aku tau kau tak akan pernah melupakanku!'' Reva kembali memeluk Radja dari belakang. Bahkan terdengar kata-kata penuh bercaya diri darinya saat ini.


 


''Lain kali jangan menerobos masuk seperti itu!'' Terdengar nada perintah jika bisa di artikan dari kata-kata Radja tadi.


 


''Baiklah aku tidak kan mengulanginya lagigi!''  Ucap Reva dengan tersenyum renyah. Dan wanita itu terlihat seperti sedang menggoda Radja


 


Di Rumah sakit.


 


Wenda masih seperti biasanya duduk di kursi yang dekat dengan ranjang Ailin di rawat, Ini adalah sudah hari ke 5 Ailin masuk ke dalam rumah sakit tersebut dan hanya tinggal dua hari lagi dari apa yang pernah di ucapkan oleh dokter sebelumnya. Jika sebelum hari ke delapan Ailin sudah siuman dari komanya maka wanita itu sudah lolos dari fase kritis namun jika sampai hari ke  tujuh wanita itu belum membuka matanya juga maka hanya tuhan saya yang bisa mengetahui dan menolongnya.


 


''Ailin, sayang. Bangunlah putriku kau harus kuat demi aku dan Bibi mu yang masih sangat membutuhkan  mu Nak. Kau masih muda dan jangan menyerah seperti ini bukalah mata mu dan lihatlah sebuah kenyataan yang sudah lama kau sembunyikan telah terungkap sekarag. Pria yang kau nikahi adalah putra ku yang sangat bodoh itu sampai membuat mu terbaring di ranjang dinigin ini.'' Wenda bicara sembari menangis sesengukkan namun ailin masih belum bangun juga, tapi setetes air jatuh dari sudut matanya dan hal itu membuat Wenda semakin tak bisa menahan rasa sedih yang tak bisa dia bendung ;lagi.


Entah apa yang sedang wanita itu piukiurkan sampoai dia lagi-lagi meneteskan air matanya dalam kondisi koma, mungkijn saja asaat ini Ailin juga merasakan hal yang sama dengan Wenda.

__ADS_1


__ADS_2