
Ailin hanya menganggap apa yang di ucapkan oleh Radja saat itu adalah hal yang sangat wajar untuk menenangkan hatinya yang sedang di landa rasa kalut dan rasa sakit. Tanpa wanita itu tahu jika apa yang pria itu ucapkan saat ini adalah benar apa adanya. Radja bicara tulus dari dasar hatinya namun Ailin masih belum mengetahui apa yang di rasakan pada pria itu. Ya Radja belum mengungkapkan akan rasa cintanya pada wanita itu karna Radja bukan tipe pria yang romantis seperti kebanyakan pria lainnya yang akan dengan mudahnya merayu banyak wanita di luaran sana. Ya hal itu tidak pernah Radja lakukan sebelumnya dia selalu memanjakan kekasihnya namun tidak pernah bersikap romantis pada mereka. Semua wanita itu tidak pernah menuntut cinta dan perhatian Radja karna bagi mereka yang di butuhkan hanyalah uang saja. Jadi tak heran jika awal berkenalan dengan Ailin pria itu mengira jika Ailin sama seperti mantan kekasihnya yang lain.
Di dalam dapur.
Wenda dan beberapa pelayan sedang menyiapkan makan malam, wanita itu sengaja tidak ingin menggangu Radja dan Ailin di dalam kamarnya, Wenda bahkan tidak mengijinkan Ailin untuk melakukan perkerjaan di dapur wanita itu di perlakukan layaknya anak kandungnya sendiri. Wenda sangat bersyukur karna Ailin yang menjadi menantunya dan bukan wanita jahat dan sadis yang bernama Keren. Wenda sedang sibuk di dapur dia menyiapkan banyak makanan yang menantunya sukai bahkan Wenda memasak dengan wajah kelihatan sumringah.
''Bi Cindy, cepat panggil Radja dan Ailin untuk turun ke bawah,'' ujar Wenda dengan sibuk merapikan makanan yang ada di atas meja. Wanita itu dengan talaten menghias makanan yang ada di atas meja agar bentuknya bisa menggugah selera makan Ailin.
''Ya Nyonya Besar.'' Bi Cindy langsung berjalan menuju kamar Radja dan Ailin wanita paruh baya itu segera menghentikan langkahnya saat sudah sampai di depan pintu kamar Radja.
Tok tok tok!
Ketuk Bi Cindy dari luar ruangan tersebut, ''Tuan muda, Nyonya Wenda menyuruh anda untuk turun ke bawah.''
__ADS_1
''Ya.'' sahut Radja dari dalam kamar itu. Setelah mendengarkan apa yang Radja ucapkan pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan kamar itu.
Radja dan Ailin segera berjalan menuruni anak tangga rumahnya, tiba-tiba Ailin hendak jatuh dari anak tangga rumah itu karna dia merasakan kepalannya tiba-tiba pusing. Radja dengan sigap langsung memeluk tubuh wanita itu denga erat, raut wajah khawatir jelas terlihat dari pria itu.
''Apakah kau tidak papa?'' Bicara dengan mengendong tubuh Ailin berjalan menuruni anak tangga rumahnya.
Ailin sudah menjelaskan jika dirinya baik-baik saja namun pria itu tidak mau perduli, dia masih mengendong Ailin sampai memasuki ruang makan, Wenda kembali tersenyum bahagia saat melihat anaknya mulai menunjukkan rasa cintanya pada Ailin. Hati sang ibu sangat bahagia dan rasa bahagia itu tersirat manis dari senyumannya bahkan Bi Cindy juga ikut tersenyum lembut melihat kedua insan manja yang sedang pamer kemesraan itu.
Tiba-tiba tersirat dalam benak Wenda jika dia menginginkan Ailin hamil.
''Dasar kau ini, Mama pasti bahagia melihat apa yang kita lakukan sekarang.'' Bicara sembari menaruh Ailin di kursi kosong yang ada persis di samping Wenda.
Ailin masih diam dengan menundukkan pandangannya. Wanita itu sangat manis jika sedang merasa malu seperti ini bahkan dia tak berani menatap mata Radja karna jantungnya mulai berdetak hebat saat Radja semakin menunjukkan rasa cinta padanya. Namun Ailin malah mencoba mengusir rasa cinta pada suaminya itu karna Ailin tidak mau jika dia kecewa saat kontrak pernikahan mereka telah selesai nanti. Di benak Ailin Radja akan meninggalkannya saat kontrak pernikahan itu telah selesai dan wanita itu tak mau menangung rasa cinta yang bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
''Kau mau apa?'' Bertanya dengan wajah datar saat melihat Ailin hendak berdiri dari posisi duduknya.
Melihat ke arah Radja, ''Aku mau mengambilkan mu makanan.''
''Duduk!'' Perintah Radja dengan wajah datar. Tanpa membantah Ailin hanya bisa kembali mendudukkan tubuhnya di kursi dengan memaksakan senyuman di wajahnya.
Ailin mencoba memendam rasa marahnya dalam hati saat niat baiknya di tolah mentah oleh sang suami yang berhati keras itu.Namun mata Ailin langsung membulat seketika saat melihat Radja mulai berdiri dari posisi duduknya. Pria itu menaruh satu sendok nasi dan lauk lengkap dengan ikannya di piring Ailin. Kemudian Radja juga menaruh menu yang sama dalam piringnya.
Menepuk pelan jidatnya saat melihat sikap konyol anaknya itu, ''Dasar anak ini masih saja belum berubah juga, kau seharusnya bicara yang mesra pada istrimu jika mau mengambilkan makanan untuknya Nak. Tapi yang kau lakukan justru membuat istrimu berpikir jika kau sedang marah padanya,''
Sedangkan Bi Cindy hanya bisa menggelengkan pelan kepalannya saat melihat sikap Radja dalam merayu istrinya.
__ADS_1