
Keren yang sedang marah itu pun melempar bubur tersebut kearah Ailin yang berdiri dibelakang pintu. Ailin hendak memundurkan tubuhnya untuk menghindari bubur panas yang Keren lempar itu, tapi percuma karna tubuh Ailin membentur belakang pintu hingga Ailin hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Bubur panas itu mendarat dengan sempurna mengenai tangan Ailin dan kaki Ailin, Ailin yang merasakan tangan dan kakinya mulai terbakar karna sisah bubur yang Keren lempar itu masih menempel pada telapak kaki dan tangannya! Ailin segera mengibas-ngibaskan tangan dan kakinya yang masih terasa terbakar itu.
Ailin menggeser sedikit tubuhnya dari pintu karna dia merasa ada seseorang yang membuka pintu itu dari belakang. Dan benar saja setelah Ailin mengeser tubuhnya pintu itu perlahan mulai terbuka dan disana Radja sudah berdiri dengan wajah terlihat emosi karna sedari pagi rumahnya penuh dengan teriakan Keren yang membuat kegaduhan.
Mata Radja menatap mulai dari ujung kaki Ailin dan perlahan naik sampai tangan Ailin yang terlihat mulai merah karna terkena bubur panas.
"Ada apa ini?" Tanya Radja sembari masih mematung dibelakang pintu.
__ADS_1
"Dia melemparkan bubur panas padaku," Ucap Ailin sembari menunjuk salah satu jarinya ke arah Keren yang terlihat mulai menjalankan drama yang masih sama seperti tadi pagi.
Keren mulai berjalan sembari berpura pura menyeka matanya yang terlihat kering itu. Keren berjalan mendekati Radja dengan berlengan-lengok bak model yang berjalan di atas karpet merah lengkap dengan para wartawan yang siap memotret setiap gerakannya yang terlihat luwes dan menggoda mata kaum Adam yang menatapnya.
"Dia bohong Honey! Wanita itu hanya ingin memfitnahku saja, dia ingin mencari perhatian dari mu dengan mengkambing hitamkan aku," Ucap Keren sembari memeluk tubuh Radja dan Keren berpura pura menangis' didalam dada bidang suami Ailin itu.
"Keren bohong, dia yang melakukan ini padaku, kau harus percaya padaku Radja! Aku istrimu." Ucap Ailin dengan mata mulai merah dan terlihat kristal bening sudah berkumpul di sana.
"Ailin Keluarlah!" Perintah Radja dengan suara penuh penekanan.
__ADS_1
"Aku bicara jujur padamu, tapi kau tidak pernah percaya padaku." Sahut Ailin dengan suara terdengar bergetar. Ailin langsung keluar dari kamar tersebut dengan hati yang hancur.
Terlihat air mata mulai membanjiri pipi putihnya, hati Ailin sangat sakit saat mengetahui jika Radja lebih membela wanita lain dari pada dirinya. Tapi apalah hak Ailin karna Radja bebas bersama wanita mana saja yang dia inginkan. Ailin hanyalah di buat sebagai pengisi ranjang Radja yang kosong setelah dia bosan dengan wanita lain di luar sana. Sejak menikah dengan Radja, Ailin jarang sekali mendapatkan kebahagiaan dia lebih sering menangis dan bersedih lebih lagi sikap Ailin yang sangat sulit bergaul dengan teman-temannya. Itu semakin membuat Ailin merasa kesepian selain Sani Ailin tidak memiliki teman wanita lainnya.
Aku tau Radja, aku hanyalah istri yang kau beli dengan uang! Tapi tidak pernah meminta kau mencintaiku. Tapi bisakah sedikit saja kau percaya padaku! Aku tau aku hanyalah orang miskin yang tak punya apapun selain harga diri. Oh tidak harga diri pun sekarang aku tidak mempunyai sejak aku menikah denganmu harga diriku sudah hilang bersama uang yang kau berikan. Ailin menagih sesenguka sembari masuk kedalam kamarnya terlihat sesekali Ailin meniup tangannya yang terasa terbakar itu.
Di sisi lain.
Keren masih memeluk Radja dengan lembut! Wajah licik dan juga bangga tersirat dari wajah cantik Keren saat itu. Tapi siapa sangka Radja mendorong Keren kebelakang sampai wanita itu jatuh di samping meja.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, Sayang?" Tanya Keren sembari menunjuk Wajak sok polos yabg semakin membuat Radja merasakan muak yang teramat sangat.
"Kau pantas mendapatkannya!"