Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Marah.


__ADS_3

Adam malangkahkan kakinya ke arah Radja dengan  sangat terburu-buru. Tangan pria itu sedang mengepal dengan sangat erat dengan wajah merah padam. Darah adam berdesir dengan sangat cepat dari ujung kaki dan naik sampai ke kepalanya.


 


Bukk!


 


Satu tinju mendarat di pipi Radja, Sontak Reva langsung berdiri kasar dari duduknya dan wanita itu mendorong kasar tubuh Adam agar menjauhi pria yang dia cintai, ''Adam, apa yang kau lakukan kenapa tiba-tiba kau memukul Radja?''


''Diam kau Reva, jangan ikut campur urusan kami!'' Maki Adam sembari tak menoleh ke arah Reva. Adam menatap ke arah Radja dengan alis hampir menyatuh.


''Kau sudah membentakku Adam, Sejak kecil kau tak pernah bicara kasar padaku dan kali ini kau melakukannya setelah kita lama tidak bertemu,'' Ucap Reva dengan mata berkaca-kaca.


''Apa kau sudah tau Reva, jika Radja sudah menikah dan apakah pantas jika seorang suami bermesraan dengan wanita lain di saat kondisi istrinya sedang kritis di rumah sakit!'' Teriak Adam sembari mengarahkan pandangannya ke arah Reva dengan rahang hampir menyatuh.


 


Deg!

__ADS_1


Reva sangat kaget saat mendengarkan ucapan Adam bahkan wanita itu juga ikut mengepalkan tangannya hati Reva seakan bercucuran darah saat mengetahui jika teman masa kecilnya itu sudah  menikahi wanita lain sebelum mereka berdua sempat berpacaran.  Angan-angan indah yang sempat Reva susun sebelum kembali ke Indonesia seakan pecah dan terbang terhempas angin kesedihan dan penyesalan. Wanita itu diam sembari menundukkan pandangannya seolah dia sedang memantapkan hatinnya sebelum berbicara.


Menatap ke arah Radja, ''Benar apa yang Adam bilang barusan itu Radja?''


''Ya! Dari kemarin aku sudah mau memberitahukan apa yang terjadi pada istriku namun kau selalu menyela setiap ucapanku.'' Jelas Radja sembari memegangi pipinya yang mulai terasa nyeri dan memerah.


Reva mencoba mengingat kembali perbincangan kemarin, dia menyadari jika kemarin dia menyela beberapa kali ucapan yang akan Radja ucapkan. Namun tetap saja rasa sedih dan tidak terima masih tersirat dari sorot mata wanita itu. Bahkan hatinya semakin hancur saat mengetahui jika Adam bicara kasar padanya demi membela wanita lain yang belum dia kenal.


''Reva pulanglah dulu, besok akan aku ajak kamu datang menjengguk istriku!'' Radja mencoba mengusir Reva dengan cara halus agar tidak menyakiti sahabatnya itu.


Tanpa menjawab Reva langsung menyambar tas jinjingnya yang ada di atas meja kerja Radja. Tanpa berpamitan kepada kedua pria itu Reva langsung keluar dari ruangan tersebut sembari membanting keras pintu ruangan itu.


Kini hanya ada Adam dan Radja yang masih tersisa didalam  ruangan tersebut. Kedua pria itu saling menatap satu sama lain sembari mengepalkan tangannya masing-masing. Kedua sahabat yang biasanya sangat akur dan selalu berkerja sama kini mereka sedang bersiteru karna seoran wanita yang sedang terbaring koma di rumah sakit.


Radja membalas tinju yang Adam berikan tadi di pipi bagian kiri, Adam meringis kesakitan sembari menyeka pelan darah yang menetes pelan dari sudut kiri bibirnya, ''Kenapa kau marah karna aku dekat dengan Reva? Kau tau dengan sangat jelas jika wanita itu adalah teman kita sejak kecil.''


''Ya aku masih ingat semuanya dengan sangatlah jelas. Namun aku juga tidak bisa melupakan jika di tengah-tengah persahabatan masa kecil kalian berdua ada cinta yang terpendan di dalamnya!'' Kata-kata yang di ucapkan oleh Adam barusan jelas sekali bermuatkan nada sindiran yang menyentuh telak di otak Radja.


''Itu semua sudah berubah Adam, kita sudah dewasa dan aku sangat mencintai istriku!'' Jelas Radja dengan menatap ke arah Adam yang masih memegangi sudut bibirnya.

__ADS_1


''Lalu apa yang kau lakukan barusan pada Reva, kau seolah-olah sedang bahagia di atas penderitaan yang Ailin alami saat ini!'' Adam masih terus mencecar Radja dengan banyak makian dan hujatan.


''Enyah kau dalam ruanganku sekarang!'' Perintah Radja sembari melotot tajam Ke arah Adam.


Brakk!


Adam keluar dari ruangan Radja sembari membanting pintu tersebut dengan sangat keras.


 


WETTA HOTEL.


Ya Reva menginap di dalam hotel yang berbintang lima itu, wanita itu menangis sesenggukan sembari mengemasi semua barang-barangnya ke dalam koper jika di lihat dari caranya mengemas semua barang yang dia taruh ke dalam koper wanita itu akan cek out lebih awal dari hotel tersebut. Padahal Reva sudah memboking ruangan tersebut sampai satu minggu namun karna kejadian yang tidak dia duga dia mempercepat waktu keluar dari hotel tersebut.


Kau sangat baik Reva karna setelah kau mengetahui jika pria yang kau cintai telah menikah dengan wanita lain dan kau langsung pergi meninggalkan Radja karna kau tak ingin menjadi penganggu di antara suami dan istri itu.


_ _ _ _ _


 

__ADS_1


RUMAH SAKIT SWAN.


Wenda masih tetap menjaga Ailin di rumah sakit tersebut. Wanita itu sangat ketakutan setiap detiknya karna hanya tinggal satu hari lagi Ailin akan ada kemungkinan sadar namun jika hal itu sampai tak terjadi maka Wenda tidak tau lagi apa yang akan dia lakukan selanjutnya karna setiap detik bagi Ailin adalah hal yang berharga.


__ADS_2