
Adam menghentikan langkahnya saat dia melihat siapa pria yang sedang berdiri di
depan Ailin, entah apa yang saat ini ada di dalam pikiran Adam namun jika di
lihat dari caranya memandang ke arah Radja ada rasa takut akan kehilangan wanita yang paling dia cintai kini mulai meyelimuti tubuhnya, saat Adam sedang menatap kearah Ailin dan juga Radja seseorang menepuk pundaknya dari arah belakang.
Adam berpaling menatap kearah orang yang menepuk salah satu pundaknya dia melihat seorang wanita yang sangat cantik dan juga seumuran dengannya Adam seolah sedang memutar kembali memori internal yang ada di dalam otaknya namun Adam masih juga belum menemukan ingatan tentang siapa wanita yang sekarang sedang berdiri di hadapanya itu. Sedangkan wanita itu masih tersenyum pada Adam seolah dia sedang merasa bahagia karena telah membuat pria yang ada di sampingnya itu merasa kebingungan sekarang.
Mengerutkan keningnya dengan berkata, “Siapa kamu? Aku seperti mengenalmu namun aku tidak yakin apakah kamu itu wanita yang aku maksud itu!”
“Ambil kue coklat ini untukmu saja.” Wanita itu mengucapkan suatu hal yang dia percaya akan membangkitkan ingatan masa lalu pria yang sekarang sedang berada di
hadapanya itu.
Memeluk tubuh wanita cantik itu dengan erat. Jika di lihat dari raut muka Adam saat ini pria itu jelas mengetahui siapa wanita cantik yang ada di hadapanya saat ini. Namanya Siren dia teman baik Adam
sewaktu kuliah dulu waktu kuliah penampilan Siren begitu tomboy dan wanita itu
selalu saja berteman dengan pria bahkan sirena yang dulu selalu di kenal dengan
kulit hitam dan juga rambutnya yang selalu di potong seperti seorang pria.
Namun saat ini dia sangat berbeda dengan rambut panjang lurus yang sengaja di keriting gantung, kulitnya yang dulu berwarna sawo matang kini berubah menjadi putih
seperti susu bahkan baju wanita itu yang dulu selalu mengenakan celana panjang
kedodoran seperti seorang pria lengkap dengan kaos oblong yang selalu menjadi
andalanya saat berangkat ke kampus kini sudah tidak terlihat lagi. Siren gadis tomboy yang menjelma menjadi wanita
cantik sungguh membuat Adam kagum di buatnya mereka sudah bertahun-tahun tidak
bertemu karena Siren pindah ke Australia untuk menjadi foto model dan juga memiliki beberapa butik kecil di sana.
“Kau sekarang sudah ingat padaku Adam?” tanya Siren dengan senyum manis tersungging dari bibirnya.
__ADS_1
“Tentu saja aku mengingatmu gadis tomboyku,” sahut Adam dengan melepaskan pelukannya pada wanita itu. Adam mengingat di saat dia dan juga Siren sedang berbagi roti rasa coklat yang di bawa Siren dari rumahnya saat wanita itu tidak sempat makan lagi di rumahnya. Dan secara kebetulan Adam juga belum sarapan pagi dan Siren membagikan separuh roti coklat yang dia bawah pada Adam.
Ailin yang berada di kejauhan tanpa sengaja melihta Adam berpelukan dengan seorang wanita dan mereka berdua juga berbicara dengan sangat mesra tiba-tiba ada rasa cemburu yang mulai menyelinap dalam hati Ailin.
Radja yang sedang berdiri di depan Ailin ikut mengarahkan pandangannya kearah yang di lihat oleh wanita itu. Holly yang berjalan mendekati Radja dan juga Ailin yang masih sibuk melihat adam berbicara dengan seorang wanita cantik. Holly yang baru mengenal Adam mengetahui jika wanita yang sekarang sedang berbicara dengan pria itu
memiliki perasaa lebih dari sekedar sahabat namun Holly hanya diam karena dia
tak mau membuat Ailin semakin cemburu jika sampai dia mengatakan hal tersebut.
Sejak pertama melihat Adam dan juga Ailin berdua, Holly sudah merasakan ada cinta yang sulit untuk di ungkapkan oleh keduanya bahkan mereka masih menyembunyikan perasaan
mereka di balik persahabatan yang terjalin saat ini.
“Mbak Ailin siapa wanita yang sedang bersama dengan Mas Adam itu?” tanya Holly dengan berada di tengah-tengah Ailin dan juga Radja.
“Entahlah aku tidak mengenalnya,” menjawab dengan masih tidak bergeming menatap kearah Adam dan juga Siren berada.
Radja yang mengenal Siren menjelaskan siapa wanita itu sebenarnya dan mengenai sikap tomboy yang di miliki oleh Siren sebelumnya juga Radja ceritakan pada Ailin dan juga Holly. Sangat mudah bagi RAtdja untuk mengenali wanita itu karena beberapa
Holly sedang berbelanja di Mall waktu Radja dan juga Siren bulan madu di Australia mungkin Holly lupa akan hal itu sehingga dirinya tidak mengingat Siren.
“Ailin,” panggil Radja dengan mengandeng tangan tangan Holly, istrinya.
“Ya Mas ada apa?” tanya Ailin dengan mulai mengalihkan pandanganya pada wanita itu.
“Apakah kamu yakin tidak pernah memiliki perasaan pada Adam sedikitpun selama ini, kau tau kan sejak dulu Adam sangat mencintaimu bahkan tuhan mengambil istri adam setelah wanita itu hidup beberapa bulan saja dengan Adam, mungkin saja dia memang pria yang di takdirkan untuk menjagamu.”
Pria itu bicara dengan memendam rasa sakit di hatinya seolah Radja tidak ingin melepaskan Ailin menikah dengan
pria lain namun dirinya juga menyadari jika sekarang Holly sangat membutuhkan
__ADS_1
dirinya dan Radja juga sudah berjanji pada wanita itu jika dia tidak akan mengulangi hal yang pernah di alami oleh Ailin saat wanita itu masih menjadi istrinya.
“Apa mauksud dari ucapanmu itu Mas? Aku masih tidak mengerti.”
Radja masih sangat mencintai Ailin namun pria itu tidak mau bersikap egois dengan membiarkan Ailin menjadi janda karena masih merasa trauma dengan apa yang dia lakukan dulu saat masih hidup berumah tangga dengannya. Radja tidak ingin melihat Ailin hidup dalam rasa takut karena sudah waktunya bagi Ailin untuk hidup bahagia dan mencari pendamping bagi dirinrya sendiri. Ailin wanita baik yang berhak berbahagia penderitaan yang dia lalui
begitu berat dari sejak kedua orangtuanya meninggal.
“Kau juga mencintai Adam! Itu yang aku lihat dari sorot matamu saat cemburu jika melihat Adam bersama dengan wanita lain.” Radja mencoba membuka jalan bagi hati Ailin
agar waniat itu bisa keluar dari bayang-bayang yang selama ini selalu menjerat dirinya untuk keluar dari masa lalunya.
“Aku juga melihat apa yang Mas Radja ucapkan barusan itu Mbak, Kau harus membuka hatimu dan kau tidak boleh terus-menerus membohongi dirimu jika kau tidak pernah mencintai Mas Adam selama ini.” Holly menimpali ucapan suaminya barusan mencoba meyakinkan Ailin.
Ailin terdiam sesaat dengan menundukkan pandangannya dia mencoba mencerna apa yang di ucapkan oleh Holly dan juga Radja barusa sesaat kemudian Ailin mulai menyadari apa yang selama ini selalu saja coba dia tangkal dalam hatinya jika dia mencintai Adam, karena kegagalan di masa lalu membuatnya masih berada di tempat yang sama sampai sekarang bahkan Radja mantan suaminya sudah membuka lembaran hidup baru bersama istri barunya.
“Radja lihatlah siapa wanita ini,” ucap Adam dengan masih melingkarkan tangannya di pundak Siren tanpa rasa canggung sedikitpun.
“Adam, Radja sudah mengenali aku,” Siren menimpali ucapan Adam barusan dan wanita itu juga mengatakan tentang pertemuan mereka di mall besar yang ada di kotanya.
“Oh, berarti hanya aku saja yang selalu datang terlambat,” mereka semua tartawa karena hanya Adam saja yang tidak mengenali Siren.
Pak Ray dan juga Sani sedang sibuk berbicara dengan keluarga besar mereka masing-masing. Pak Ray seorang asisten dari orang nomor satu di kota itu jadi sangat mudah bagi dirinya untuk bisa merebut hati semua orang yang ada di sekelilingnya termasuk pada kerabat dekat Sani yang ikut memeriahkan acara di malam hari ini.
“Adam, aku seperti mengenal wajah wanita cantik ini, wajahnya begitu familiar bagiku.”
Siren berbisik di telinga Adam dengan pelah agar Ailin tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan saat ini. Adam tidak pernah menyebut nama Ailin sebelumya bagaiman mungkin wanita itu bisa mengenal Ailin.
Ailin menyipit matanya menatap ke arah Siren
JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL SANG PENAKLUK 2.
__ADS_1