
Karna tidak ingin berdebat lebih lama lagi dengan suaminya wanita itu hanya bisa diam dengan bibir mengerucut, Ailin berjalan ke arah sofa yang ada di ruang tamu tersebut, setelah sampai di sofa wanita itu menjatuhkan kasar tubuhnya di sofa dengan merapalkan mantra kutukan untuk suaminya itu, entah apa yang sedang wanita itu ucapkan namun jika di lihat dari ekspresi wajahnya saat ini wanita itu pasti sedang mengumpat dalam hati. Radja berjalan memasuki kamar dan Ailin masih diam di sofa dengan menyandarkan kepalanya di sofa karna merasa sangat kesal wanita itu memejamkan matanya sejenak agar bayangan suaminya bisa hilang dari pikirannya.
Kini Radja sudah memakai baju rapi, pria itu sudah menuruni anak tangga terakhir dan berjalan ke arah Ailin yang masih memejamkan matanya itu, Radja melihat wajah Ailin yang sangat cantik hati pria itu sangat mengagumi kecantikan istrinya itu, namun saat tiba-tiba Ailin membuka mata sikap Radja juga ikut berubah seolah-olah dia tak pernah memandang wajah wanita itu. Lihatlah itu perubahan wajah pria itu sangat cepat bahkan lebih cepat dari membalikkan telapak tangan.
Berlagak sok galak padahal dia lagi bucin abis, ''Ayo berangkat! Kau malah enak-enakan tidur!'' Bicara dengan berjalan mendahului Ailin.
__ADS_1
Ya tuhann, aku tadi kaget sekali saat wanita itu membuka matanya. Hei jantung bodoh kenapa kau berdetak sangat kencang seperti ini. Kenapa ini apa ada masalah dengan jantungku tapi aku tidak pernah merasa sakit ataupun ada gejala lainya selain, setiap dekat dengannya detak jantung ini seakan mau lompat dari dalam tubuhku. Pria itu masih mencoba mengelak jika dia benar-benar telah jatuh hati pada wanita yang kini ada di belakangnya itu.
Lihatlah itu Ailin hanya diam dengan mengekor di belakang suaminya dengan wajah di tekuk, seharusnya Radja memperlakukan wanita itu sedikit lebih lembut agar wanita itu tidak merasa di bentak atau di abaikan. Memang sulit jika sudah berurusan dengan CEO yang bersifat dingin seperti itu bahkan kulkas saja masih kala dingin dari hatinya,
Radja dan Ailin kini sudah masuk ke dalam mobil, entah apa yang ada di pikiran Ailin sampai wanita itu seperti mau bicara namun dia selalu mengurungkan niatnya itu, sepertinya ada hal yang penting namun wanita itu masih mencoba menahan dirinya sampai besok. Ya Ailin sangat penasaran apa yang mau Radja tunjukkan padanya besok, karna Radja bukan cowok romantis jadi pria itu selalu bersikap irit bicara dan tidak banyak menunjukkan rasa cintanya.
__ADS_1
''Sayang, kau tidak memberikan kabar terlebih dahulu?'' Bicara dengan memeluk lembut tubuh Ailin setelah turun dari mobil.
''Jika aku berikan kabar, maka Mama akan repot menyiapkan banyak makanan untukku,'' bicara dengan tersenyum manis dan masuk ke dalam rumah.
''Ma! Kau tidak menyapaku,'' Radja mulai bersikap kekanak-kanakan karna sejak ada Ailin pria itu seakan tidak di anggap oleh ibunya itu. Namun Wenda tidak menggubris sedikit pun ucapan pria itu, tapi entah mengapa terselip seulas senyum dari bibir Ailin dan itu membuat Radja bahagia melihatnya.
__ADS_1
''Apakah kau sudah sarapan, Nak?'' Tanya Wenda dengan mendudukkan tubuhnya di kursi depan rumahnya. dan Radja pun ikut mendudukkan tubuhnya di kursi kosong samping Ailin.
''Ma, apa kau tau. Tadi pagi ada seorang pria yang berniat baik untuk membuatkanku sarapan, tapi setelah aku memasuki dapur yang aku lihat pria itu malah mencoba membakar dapurku!'' Bicara dengan melirik ke arah Radja dengan menarik salah satu alisnya.