
Setelah bertengkar dengan Adam, Radja datang menjenguk Ailin di rumah sakit. Sore ini cuaca sangatlah panas. Radja mulai masuk kedalam ruangan Ailin dan dia melihat Wenda sedang tertidur dengan posisi duduk di sofa, Radja berjalan mendekati Ailin dia melihat wajah pucat istrinya itu.
Radja mulai berjalan mendekati sofa yang Wenda duduki. Pria itu melihat wajah sang Mama yang terlihat kelelahan karna sudah menjaga istrinya seharian.
"Ma, Ma! Pulanglah biar aku yang mengantikan mu menjaga istriku." Pinta Radja sembari duduk di samping Wenda.
Wenda mulai membuka matanya dia menatap wajah putranya itu. Ya bekas lebam di wajah pria itu masih jelas terlihat walaupun sudah di kompres dengan air es sebelum Radja pergi ke rumah sakit. "Sayang, ada apa dengan wajahmu? Siapa yang sudah memukulmu?" Tanya Wenda dengan membelai pelan wajah anaknya itu.
"Aku tadi bertengkar dengan Adam di kantor Ma," Sahut Radja dengan nada suara terdengar sangatlah pelan namun Wenda masih bisa mendengarnya dengan sangatlah jelas.
__ADS_1
"Ada masalah apa Nak, sampai Adam memukul mu bukankah biasanya kalian sangatlah akur. Kalian sudah seperti sebuah saudara. Adam tidak akan memukulmu tanpa sebuah alasan kan?" Tanya Wenda sembari mengerutkan keningnya.
Radja menceritakan apa yang terjadi di dalam ruangannya tadi. Ternyata bukan hanya Adam saja yang merasa bahwa apa yang Radja lakukan adalah salah. Kini Wenda juga mulai menyalahkan pria tersebut karna sikapnya yang kurang bisa di mengerti oleh orang lain. Ya karna memang tidak seharusnya Radja melakukan hal seperti itu di saat Ailin sedang berjuang melawan rasa sakit nya.
"Ingat jangan lakukan hal seperti itu lagi!" Ucap Wenda dengan nada suara terdengar sangatlah jutek.
Wenda segera meraih tas jinjing yang ada di hadapannya dia berjalan mendekati ranjang Ailin. Wanita itu memang sedang marah karna sikap anaknya yang sangat keterlaluan namun Wenda masih bersikap lembut pada Ailin. Terlihat dari cara Wenda mengecup kening wanita yang masih menutup matanya itu.
Radja hanya bisa menatap kepergian Wenda dengan penyesalan yang mendalam. Wanita itu marah karna sikap putranya yang tidak bertanggung jawab, bahkan wanita itu juga mulai merasa kesal pada Reva, ya Wenda sangat menyayangi Reva namun dia lebih menyayangi Ailin.
__ADS_1
"Maaf kan aku Ma, Benar kata Adam aku tidak seharusnya bersikap demikian dan aku berjanji kelak aku tak akan melakukan hal yang sama seperti sekarang.
"Sayang, bangunlah aku mohon, biarkan aku menebus semua kesalahanku padamu. Aku ingin kita hidup bahagia seperti layaknya semua pasangan suami-istri yang ada di muka bumi ini." Ucap pria itu dengan mata berkaca-kaca. Penyesalan sangat jelas terlihat dari mimik muka pria itu.
Aku sarankan padamu Radja kau harus lebih menjaga Ailin atau kau akan menyesal jika sampai wanita itu jatuh ke pelukan pria lain. Lebih lagi Adam sangat mencintai Ailin dia tak akan segan-segan merebut wanita itu dari mu. Kau terlalu menganggap enteng sebuah perasaan wanita ku akan menyesak jika Ailin sampai menjadi milik pria lain.
Tengah Malam.
Radja sedang duduk Di kursi dengan menaruh kepalanya di samping ranjang Ailin. Radja kecapekan karna sedari tadi dia belum istirahat hingga tanpa sadar dia terlelap.
__ADS_1
Ailin mulai mengerakkan salah satu jari telunjuknya pelan namun Radja masih terlelap dalam tidurnya.