Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Kehamilan 7 Bulan.


__ADS_3

    Sekarang usia kandungan Ailin sudah menginjak 7 bulan perut Ailin sudah kelihatan besar bahkan badannya semakin lama semakin gemuk saja ini sangat wajar terjadi jika sedang hamil besar seperti ini namun ada yang berbeda dari Radja sejak Ailin hamil pria itu sudah jarang pulang ke rumah entah apa yang terjadi mungkin saja Radja sedang sibuk berkerja tapi setiap pulang pria itu selalu bersikap aneh dia terus menghindari Ailin dan seakan sudah menjadi pria lain tak seperti yang Ailin kenal dulu namun Ailin hanya diam karena tidak pernah melihat sesuatu hal yang membuat kecurigaan wanita itu benar.


      Wenda sedang sakit namun dia merahasiakan sakitnya karena dia tak ingin Ailin malah sakit karena memikirkannya, Ailin dan juga Radja tidak mengetahui jika Wenda sedang sakit jantung dan sudah memasuki stadium akhir. Wenda sudah lama sakit bahkan saat dia belum bertemu dengan Ailin namun wanita itu terus merahasiakan penyakitnya karena dia tak ingin membuat anak dan menantunya itu bersedih karena memikirkan hidupnya yang tidak akan lama lagi di dunia ini namun Wenda masih tetap ingin melihat cucunya itu lahir dengan selamat dan tanpa kekurangan apapun. Diam-diam wanita paruh baya itu selalu berpura-pura pergi arisan padahal dirinya selalu pergi ke rumah sakit agar Ailin tidak mengikutinya.


       Malam Hari.


         Tengah malam Radja pulang dari kerja dan seperti biasa Ailin tidak bisa tidur jika tidak melihat suaminya berada di sampingnya wanita itu sangat bahagia saat melihat pintu kamarnya mulai terbuka dengan perlahan. Ailin yang sedang menghabiskan waktu dengan membaca buku segera beranjak berdiri dari duduknya dan dia berjalan menghampiri suaminya Ailin mencium tangan Radja namun pria itu tak hanya diam dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti piama tidurnya.


     Tanpa menatap Ailin sedikitpun wanita itu berjalan dan menunggu di depan kamar mandi dengan memegangi pinggang ya, karena usia kandungan yang sudah menginjak 7 bulan jadi Ailin sering merasakan pinggangnya nyeri dan perutnya terkadang sudah mulai sakit jika di buat melakukan perkerjaan yang ringan.


     "Mas, kenapa kau sekarang mulai menghindari aku. Apakah karena aku sudah jelek tidak seperti dulu lagi?" tanya Ailin dengan mata-berkaca-kaca.


     Dadanya terasa sakit saat suaminya datang berkerja tapi tidak pernah menatapnya sedikitpun dan Ailin mulai berpikir jika suaminya itu memiliki istri lain di luar sana. AIlyin sedang hamil besar namun semakin lama pria itu semakin menjauh darinya entah apa yang terjadi namun Ailin sering menemukan bau parfum wanita lain dalam baju suaminya itu.


      "Kau bicara apa, aku capek jangan ngajak ribut," jawab Radja dengan tak menatap Ailin dan pria itu langsung berbaring di tempat tidur.


        "Suamiku, jangan seperti ini kau pasti memiliki wanita lain di luar sana, karna sebab itu sikapmu berubah sudah 4 bulan kau tidak pernah bersikap baik padaku jika tidak di depan Mama kau bahkan selalu mengabaikan diriku," Air mata Ailin mulai jatuh membasahi pipinya semua sudah berubah hanya dalam hitungan bulan saja.


       "Sudah tidurlah, kau jangan berpikir macam-macam aku tidak suka di tuduh tanpa bukti seperti itu," jawab Radja dengan mematikan lampu tidirnya.

__ADS_1


      "Suamiku kita harus bicara, aku tidak mau kau mengantungkan hidupku seperti ini aku sudah lelah," tandas Ailin dengan tidur di samping suaminya itu Air matanya tak henti jatuh dengan menatap suaminya dalam kegelapan malam.


       'Sayang, aku mencintaimu kau jangan pernah berpikir seperti itu aku akan setia padamu," rayu Radja dan Ailin segera tidur saat pria itu memeluknya.


        Ailin tetap masih merasa gelisah entah apa yang sedang terjadi di luar sana dia tidak tau apapun itu namun hatinya sangat tidak tenang jika menginggat bau parfum wanita lain menempel di tubuhnya itu.


    Pagi hari.


      Seperti biasa Ailin membersihkan dulu tubuhnya di dalam kamar mandi sebelum akhirnya dia keluar dari kamarnya seperti biasa Ailin selalu membantu Wenda memasak di dapur. Ailin memasuki dapur dia melihat Wenda sedang memasak di sana namun ada yang berbeda dengan wanita itu pagi hari ini karena wajahnya terlihat pucat seperti mayat. Ailin berjalan mendekatinya dan segera mendudukkan tubuhnya di samping Wenda.


      "Ma, apakah kau sedang sakit?" tanya Ailin dengan wajah kelihatan cemas.


     "Tidak sayang, Mama baik-baik saja," sahut Wenda berbohong.


    "Ma, kau sedang sakit biar aku temani ke dokter," ketika Ailin hendak berdiri dari posissi duduknya namun Wenda malah menariknya untuk duduk kembali dan menemaninya.


     "Nak, bisakah kau selalu berada di samping putraku, karen akhir-akhir ini Mama merasa ada yang mencurigakan dari saumi mu itu," Wenda bicara seperti sedang memohon pada Ailin.


     "Ternyata kau juga melihat perubahan sikap dari suamiku namun aku tak bisa memberitahukan hal ini padamu Ma, aku takut kau semakin kepikiran," gumam Ailin dalam hati.

__ADS_1


      Siang hari.


         Radja sudah berangkat ke kantor, dan Ailin sedang duduk di halaman rumah tak lama kemudian Wenda keluar dari rumah dengan membawa tas jinjingnya Ailin segera menegurnya saat wanita itu lewat di hadapannya. Ailin melihat kondisi Wenda tidak sedang baik-baik saja karena wajahnya pucat pias dengan tangannya masih dingin seperti es. Wenda meyakinkan Ailin jika wanita itu hanya mau berkunjung ke kantor anaknya dan Ailin pun mengiyakan permintaan Wenda untuk keluar sendirian.


 


Selang beberapa waktu Wenda tiba di kantor Radja dan ketika resepsionis kantor hendak menelepon Radja jika nyonya besar ada di sana namun wanita paruh baya itu menghentikan niatnya agar tidak mengabari kedatangannya. Resepsionis itu mengiyakan apa yang di ucapkan oleh Wenda.


Dan Wenda segera menuju ruangan Radja namun saat sampai di sana tiba\-tiba kepala Wenda mendadak pusing dan dadanya terasa semakin sesak seakan ada yang menghimpit di paru\-parunya. Wenda membuka pintu ruangan itu namun yang terlihat di sana Oalah Radja dan seorang wanita yang sedang berpelukan. Wanita itu sangat cantik bahkan lebih cantik dari Ailin tentu saja karena kondisi Ailin saat ini sedang hamil besar.


Wenda masuk ke dalam ruangan itu itu dengan mata melotot dan nafasnya semakin tersengal\-sengal, Wenda membanting pintu tersebut dengan sangat kasar sampai Radja dan wanita itu melepaskan pelukannya karena kaget akan suara pintu yang tertutup dengan sangat keras.


"Apa yang sudah kau lakukan Radja?" ujar Wenda dengan menegang dadanya.


"Ma, kau di sini, kenapa tidak bilang. Dia adalah partner kerjaku saja," jelas Radja dengan menghampiri Wenda namun wanita itu menepis tangan Radja saat hendak menyentuhnya.


"Jangan berbohong, kau kira Mama tidak tau seringkali Ailin menangis. Walaupun Ailin tidak menceritakan apa yang terjadi namun Mama mengetahuinya," tandas Wenda dengan nafas mulai tersengal\-sengal.


"Aku ingin menikah dengannya Ma," ujar Radja.

__ADS_1


Saat mendengar ucapan anaknya itu Wenda langsung memegangi dadanya dan serangan jantungnya kambuh lagi. Wenda tergeletak di lantai dan Radja sangat panik melihat hal tersebut.


 


__ADS_2