
Reva mendudukkan tubuhnya di kursi kosong samping Adam. Reva mengambil satu botol bir yang masih utuh di hadapan Adam wanita itu kemudian menuangkan bir itu ke dalam cawan yang ada di hadapanya. Setelah cawan itu terisi separuhnya Reva segera meminum bir itu dengan satu kali tegukkan saja.
Beberapa saat kemudian Adam perlahan mulai membuka matanya dia merasakan kepalanya yang mulai terasa berat, perlahan Adam mulai mengerjap ngerjapkan matanya dia melihat Reva tersenyum padanya seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat barusan Adam mulai duduk dengan tegak dan mengarahkan tangannya pada wanita yang ada di hadapanya itu. Adam mencubit bibir Reva dengan sangat keras.
Plakk! Reva menampar Adam karna pria itu terlalu keras mencubit pipinya itu, sontak Adam langsung meringis kesakitan dan dia mulai menyadari jika kedatangan Reva ke rumahnya itu bukanlah mimpi belaka. Adam meminta Reva untuk menunggunya di ruang tamu sedangkan Adam masuk ke dalam kamarnya dan dia membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut. Sekarang Adam sudah selesai mandi dia mengenakan baju santai karna hari ini kantor libur, ya Radja yang meliburkan semua pegawai kantornya dan menyuruh mereka semua menghadiri acara perayaanya di sebuah gedung megah di jakarta.
Ruang Tamu.
"Ada apa kau datang ke sini sepagi ini?' ucap Adam dengan berjalan mendekati Reva yang sedang duduk di sofa ruang tamu itu.
"Aku ingin kita berkerja sama untuk menghancurkan pernikahan Ailin dan juga Radja. Aku tau kau semalam minum pasti kecewa setelah mengetahui jalangg itu hamil kan,'' bicara dengan menarik salah satu senyum di wajahnya.
"Jangan sampai aku berlaku kasar padamu Reva karna kau menyebut Ailin dengan panggilan tidak sopan seperti itu!" Dia bicara dengan tangan terkepal dengan kuat.
"Baiklah aku tak akan menyebut wanita yang kau cintai dengan pangilan seperti itu lagi," Reva bicara dengan berdiri dari posisi duduknya berjalan mendekati Adam.
"Aku berencana memisahkan Ailin dengan Radja. Kedatanganku ke sini adalah mengajakmu untuk bersama-sama menghancurkan pernikahan mereka," Reva sungguh sangat percaya diri dia bahkan bicara dengan wajah bangga akan apa yang dia ucapkan barusan.
Reva pasti berangapan jika Adam akan bersama-sama denganya menghancurka acara siang hari nanti namun yang terjadi justru sebaliknya. Adam mengusir Reva keluar dari rumahnya karna Adam tidak mau merebut Ailin dengan cara kotor seperti apa yang Reva lakukan. Adam sudah menyerah saat mengetahui jika Ailin hamil anak sahabatnya, Adam begitu baik hati dan dia tidak mungkin tega melakukan hal sejahat itu pada wanita yang dia cintai.
Reva sangat marah bahkan dengan apa yang di lakukan oleh sahabat masa kecilnya itu. Dulu waktu kecil Adam dan juga Radja begitu menyayangi dan memanjakan dirinya namun semenjak Ailin hadir dalam kehidupan mereka perlahan tapi pasti Radja maupun Adam mulai melupakan Reva. Reva menganggap semua itu karena Ailin hadir di anatara meraka namun yang terjadi sebenarnya ialah. Adam masih tetap menyayangi Reva bahkan rasa perhatiannya tidak berubah sedikitpun pada wanita itu tapi semenjak pertengkaran di kantor tampo hari Adam mulai membela Ailin.
__ADS_1
Reva yang dulu sangat baik hati kini menjelma menjadi wanita yang jahat dan juga sudah berubah dia bahkan rela menyakiti hati seorang istri hanya demi ambisinya untuk bisa bersama dengan sahabat masa kecilnya, Adam mencoba menasehati Reva tapi ternyata semua itu percuma karna Reva masih tetap pada pendiriannya untuk memisahkan Radja dengan Ailin.
"Aku akan mengagalkan rencana jahatmu itu! Akan aku lindungi wanita yang aku cintai dan janinya." Pria itu bicara dengan sorot mata tajam.
"Kita lihat saja nanti," ucap Reva dengan keluar dari rumah itu.
Rumah Radja.
Ailin dan juga Radja sudah begitu serasi dengan baju yang mereka kenakan, Wenda sangat bahagia melihat keduanya sesaat sebelum mereka melangkah hendak melewati ruang tamu rumahnya terdengar bunyi bel di depan rumah. Pembantu rumah itu segera berjalan mendahui mereka dan membukakan pintu ternyata itu adalah ibunda Reva yang datang. Wenda segera menghampiri ibunda Reva yang bernama Stella. Kedua orang itu saling berpelukan karena mereka sudah lama tidak bertemu. Wenda memperkenalkan Ailin pada Stella dan wanita paruh baya itu segera menjabat tangan AIlin.
Ailin meringis kesakitan saat stella meremaas tangannya dengan kuat, tapi Wenda dan juga Radja tidak mengetahui akan hal tersebut. Melihat Ailin yang sudah begitu kesakitan Stella segera melepaskan tangan tersebut dan bergantian menjabat tangan Radja.
"Apakah aku datang di waktu yang salah?'' tanya Stella dengan wajah kelihatan kecewa.
"Radja, Ailin kalian Keluarlah duluan ada masalah yang harus Mama bicarakan dengan Bi Stella.
Hotel
__ADS_1
Pak Ray sedang sibuk sejak tadi malam, dia sedang mencicipi setiap makanan yang keluar dari dapur tentu saja tidak ada yang bisa lolos dari pandangannya bahkan penjagaan di sana begitu ketat. Tidak hanya pegawai kantor saja yang hadir tapi banyak pejabat dan juga para artis yang ikut datang. Reva sudah ada di sana dan juga Adam ikut hadir di sana sekarang hanya tinggal menunggu yang punya acara datang.
Adam terus memperhatikan Reva dari kejauhan seolah pria itu sedang menjadi mata-mata saja. Kemanapun Reva bergerak Adam terus mengikutinya dengan sorot mata tajam. Bahkan banyak wanita yang menyapa Adam namun pria itu tidak menggubris para wanita centil itu sedikitpun.
Semua orang sedang mentap ke pintu masuk ruangan itu tak terkecuali Adam dan juga Reva, Adam langsung melotot saat melihat siapa wanita yang berdiri di samping Wenda itu. Dia tak percaya dengan apa yang di katakan oleha Reva tadi adalah sungguh-sungguh. Stella benar-benar sama jahatnya dengan putrinya dia begitu saja mau mengikuti rencana jahat Reva. sejak kecil Reva sudah terbiasa di manja hingga wanita itu terbiasa mendapatkan semua yang dia inginkan.
Acara di mulai.
"Perhatiannya semua untuk para tamu undangan yang hadir pada siang hari ini. Kita langsung lanjut saja keinti acara! Dan saya panggilkan Tuan Radja dan Nona Ailin,'' ucap MC acara siang hari itu.
Adam dan juga AIlin naik ke atas panggung dan juga mereka langsung bertukar cincin di hadapan banyak orang dan Radja juga mengungkapkan pernikahannya dengan Ailin dan juga mengenai janin di dalam perut istrinya yang belum lahir itu. Semua tamu yang datang begitu kagum dengan keserasian keduanya dengan kecantikan dan ketampanan pengusaha muda itu.
Namun Reva yang sangat marah karna kenyataanya kedatangan Stella ke indonesia tidak menghasilkan apapun bahkan rencana yang sudah mereka susun di dalam telepon gagal total, Reva menarik tangan Stella ke sudut ruangan agar tidak ada yang mendengar perbincangan mereka berdua. Namun yang lupa Reva ketahui ialah ruangan itu sudah di penuhi kamera CCTV dan juga penyadapan suara.
Bahkan layar monitor pak Ray terus mengawasi keduanya.
JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITA SAYA YANG BERJUDUL, "MARRIED WITH MY ENEMY.
__ADS_1
DAN NOVEL SAYA YANG BERJUDUL, "SANG PENAKLUK 2."