
Dua minggu sebelum Pernikahan.
Wenda masih berbaring di ranjang dingin rumah sakit sedangkan Ailin sudah kembali ke dalam rumahnya bersama Radja mereka hidup seperti biasanya. Ailin bersikap seperti biasanya bangun di pagi hari dan memasak untuk suaminya itu dengan penuh kasih sayang namun sangat aneh sekali kenapa Ailin tidak marah atas penghianatan yang di lakukan oleh suaminya, apakah Ailin seorang dewa? Tentu saja tidak namun wanita itu sebisa mungkin menutupi rasa sakit yang dia rasakan akan kehilanga bayinya dan penghianatan yang suaminya lakukan tidak mudah menjadi Ailin namun wanita itu sebisa mungkin mencoba memainkan drama bahagia.
Malam Hari.
Ailin sedang duduk di depan halaman rumahnya tak lama kemudia mobil yang di kemudikan oleh Pak Ray datang tapi pria itu tidak datang sendirian karena dia datang bersama madu Ailin. Ya wanita yang tidak punya malu dan harga diri yang bernama Rena, wanita itu ikut datang ke rumah yang di tempati oleh Ailin. entah apa yang sedang Rena rencanakan sampai tiba-tiba dia ikut datang ke rumah itu karena sejak terakhir di rumah sakit Ailin sudah tidak bertemu lagi dengan wanita itu. Namun Ailin tidak terkejut melihat kedatangan madunya itu karena Pak Ray sudah memberitahukan padanya terlebih dulu tadi pak Ray memberitahukan Ailin melalui pesan WhatsApp.
Ailin tersenyum manis dengan rasa pahit yang semakin menusuk jantungnya melihat suaminya bergandengan tangan dengan wanita lain dengan sesekali diiringi canda tawa di dalam perbincangan mereka. Bahkan Rena seakan mencoba membakar tubuh Ailin dengan rasa cemburu jika di lihat dari cara wanita itu bergelayutan manja di lengan suaminya itu. Ailin mendengus kasar dengan mencoba tetap tersenyum di balik kobaran api yang saat ini semakin lama semakin membakar tubuhnya.
"Mbak Ailin apa kabar?" tanya Rena dengan tidak tau malu dan menyodorkan tangannya di hadapan Ailin.
"Kabarku baik sekali seperti yang kau lihat sekarang, aku bertambah bahagia saat melihatmu berkunjung ke rumahku," sapa balik Ailin dengan menjabat tangan Rena.
"Kenapa wanita ini tidak marah sedikitpun melihatku bermesraan dengan suaminya, harusnya dia marah kan aku merebut suaminya tapi dia malah bersikap baik padaku apa rencana yang sedang wanita ini mainkan aku harus berhati-hati padanya," gumam Rena dalam hati dengan melepaskan jabatan tangan mereka berdua.
"Mas, apakah malam ini Rena akan menginap di sini?" tanya Ailin dengan mencium punggung tangan suaminya itu.
"Tentu saja tidak istriku, Rena akan pulang setelah makan malam," jawab Radja dengan mengecup kening Ailin di hadapan Rena.
Rena mengepalkan jemari tangannya sampai membentuk sebuah tinju. Ailin tersenyum Evil dengan memberikan satu jemponya ke arah Pak Ray yang sedang berdiri di depan mobil. Pak Ray membungkukkan badanya dan segera masuk kembali ke dalam mobil dan pulang kerumahnay karena tugasnya hari ini telah selesai. Radja dan Rena tidak mengetahui jika AIlin sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk mereka berdua sebuah kado yang tidak akan mereka sangka sebelumnay. Mereka mengira jika AIlin menerima pernikahan itu dengan mudah namun yang terjadi malah sebaliknya cinta AIlin pada suaminya perlahan mulai memudar saat terus di sakiti dan tak di hargai.
"Mas, aku mau ke kamar dulu. Kau pergilah ke meja makan dengan Rena," pinta Ailin. Radja dan juga Rena bergandengan tangan berjalan menuju dapur rumah mereka dan Ailin hanya melihat mereka berdua dari belakan dengan hati semakin geram dia sangat ingin menghajar wanita kurang ajar itu namun sebisa mungkin Ailin mencoba mengendalikan emosinya yang sedang memuncak itu dengan menarik napasnya dalam-dalam.
Di dalam kamar.
Ailin mengunci pintu itu dan dia menangis karena tak tahan melihat suaminya bersama dengan wanita lain tepat di hadapannya. dia tak menyangka jika kebencian yang dia rasakan semakin membuat hatinya terbakar dan rasa cemburu itu semakin lama semakin dalam. Rasa cinta Ailin pada suaminya memang tak sebesar dulu tapi tetap saja melihat suaminya bersama wanita lain itu tidak lah mudah semua wanita tidak akan pernah mau jika cintanya di bagi begitu saja dengan wanita lain apalagi sampai suaminya memutuskan untuk menikah lagi.
__ADS_1
"Tuhan kuatkan hatiku, aku harus membalas semua perlakuan mereka berdua, mereka telah membuatku terpisah dengan janin yang telah aku kandung selama 7 bulan. Bakan kau Radja, kau tak merasa sedih karena anak kita telah pergi kau sibuk gila dengan wanita nakall itu wanita yang merebut cintamu dariku tapi aku sudah iklas kau bersanding dengannya tapi aku tak akan diam, akan aku balas kalian dengan cara halus sampai kalian tak sadar jika kalian berdua sedang aku permainkan." Wanita itu bicara dengan air mata terus membasahi pipinya.
Ailin berjalan menuju meja rias yang ada di dalam kamarnya itu dan segera mengambil bedak, dia menghapus air matanya dan berdandan cantik lagi seolah-olah dia tak pernah menagis di dalam kamar itu namun rasa sedih yang sangat nyata sengaja dia sembunyikan untuk melanjutkan drama bahagia yang harus dia lakukan di ahdapan pasangan di meja makan itu. Ailin menata hatinya sebelum keluar dari kamarnya agar dia tak sampai bersedih melihat suaminya yang bermesraan di meja makan rumahnya.
Mobil Pak Ray.
Tak lama setelah Pak Ray meninggalkan kediaman Radja, ponselnya mulai berdering Pak Ray segera mengambil ponsel tersebut yang terselip di saku celananya.
[Hallo Tuan muda,] ~ ucap Pak Ray dalam telepon. Entah siapa yang sedang dia ajak bicara
[Jaga dia sampai aku datang!] ~ sahut seorang pria dari seberang dengan mengepalkan tangannya dengan kuat sampai tangan itu berwarna pucat.
[Tentu saja anda jangan khawatir saya akan menjaganya dengan segenap hati saya,] ~ sahut Pak Ray dengan jujur. Pak Ray sangat sedih saat melihat Ailin tersenyum padahal hatinya ingin menangis.
[Terimakasih satu hari sebelum pernikahan mereka aku akan datang, dan menghancurkan siapa yang berani menyakiti hatinya dengan tanganku sendiri.]
Meja makan rumah AIlin.
Rena sedang menyuapi Radja bahkan saat dia mengetahui jika Ailin mulai masuk dari pintu dapur wanita itu dengan sengaja langsung mencium pipi Radja dengan mesra, seolah-olah wanita itu sedang menunjukkan betapa besar cinta suami Ailin pada dirinya dan benar saja Ailin langsung mengeraskan rahangnya melihat apa yang sedang terjadi dihadapanya namun Ailin masih mencoba menahan emosinya agar tak sampai menghancurkan semua rencananya.
"Kalian terlihat sangat cocok sekali," puji Ailin dengan tersenyum sangat manis saat itu dengan menahan daranya yang seakan berdesir dengan sangat cepat dari ujung kaki dan naik sampai ke atas kepalanya.
"Sayang, maafkan aku karena aku tidak melihat jika kau sudah berada di sini," ucap RAtdja dengan sedikit duduk menjauhi Rena.
"Tak masalah Mas, kalian kan akan segera menikah jadi itu sangat wajar," sahut Ailin dengan mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang ada di depan Rena dengan seulas senyuman manis.
"Apa ini aku sudah membuatnya marah padaku tapi dia malah bersikap seolah-olah seperti tak perduli dengan apa yag terjadi barusan. Dan mana mugkin wanita ini kelihatan snagat tenang seperti ini. AKu ingin sekali membuat dirinya di marahi oleh Radja, tapi semua rencana ku tidka ada satupun yang berhasil," gerutu Rena dalam hati dengan mengepalkan kedua tangannya di bawah meja makan itu.
__ADS_1
Mereka bertiga bicara tanpa bersuara sedikitpun hingga hanya terdengar bunyi sendok dan juga garpu yang saling bersentuhan satu sama lain. Beberapa saat kemudian AIlin mulai membuka mulutnya untuk bicara.
"Mas, apa kau masih mencintaiku?" tiba-tiba AIlin bertanya seperti itu dan hal tersebut membuat Radja kaget dan sontak lengsung menatap ke arahnya dan begitu juga dengan Rena.
"Tantu aku sangat mencintaimu dan rasa cinta itu tidak pernah berubah sampai kapan pun juga," sahut Radja menjawab dengan penuh keyakinan.
"Lalu kenapa kau bisa jatuh cinta pada Rena Mas, padahal aku lebih cantik darinya! Ataukah karena Rena berasal dari keluarga kaya," ucap Ailin saat Rena mau membuka mulutnya untuk bicara Ailin langsung mengalihkan pandangannya ke arah Rena dengan alis hampir menyatuh namun senyuman manis justru tersungging dari bibirnya.
Rena menutup kembali mulutnya dengan menelan salivanya dengan kasar saat melihat sorot mata Ailin yang begitu menakutkan menurutnya. Bahkan Rena tak menyangka jika sorot tajam Ailin sungguh seperti sebuah belatih tajam yang bisa menembus jantungnya kapanpun sampai wanita itu bergidik ngeri.
SETELAH BACA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KHAIRIN YANG LAIN YA.
DI BAWAH INI PEMENANG GIVEAWAY TANGGAL 10 AGUSTUS KEMARIN YA. SILAHKAN DM AUTHOR DI IG
JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN NISA DAN SIAPA YANG MAU PESAN BAJU DARI NOVEL "PERNIKAHAN KONTRAK AILIN." SILAHKAN DM AUTHOR YA.
__ADS_1