Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Mengintrogasi.


__ADS_3

''Saya hanya mencoba menyemangati Ailin saja,'' Ucap dokter tersebut sembari masih tidak berani menatap wajah Radja.


''Ingat kelak jangan tersenyum sok manis saat berada di hadapan istriku! Pergilah,'' Perintah Radja dengan menyatuhkan alisnya.


Setelah mendengarkan Ucapan pria itu, Jefrin segera kabur dari hadapannya sembari menggerutu kesal. Sangat wajar kan jika dokter itu merasa jengkel karna baru kali pertama di dunia ini ada orang yang melarangnya tersenyum, apakah pria itu harus memasang wajah yang sama seperti para pengawal yang memiliki wajah datar itu.


Pak Ray yang sangat ramah tamah itu hanya bisa menahan tawanya dalam hati saat mendengar apa yang diucapkan oleh majikannya itu tadi.


Di rumah Ada,.


Sudah hampir jam 02.00, dini hari namun pria itu masih belum menutup matannya, dia masih sangat marah karna sikap Radja siang tadi. Adam sudah menunjukkan rasa cintanya pada istri sahabatnya bahkan wajah Ailin terus menari-nari dalam khayalannya, Adam sudah mencoba mengusir wajah wanita cantik itu dalam pikirannya namun tetap saja tidak bisa bahkan kini wajah Ailin semakin jelas terlihat nyata di bayangan matannya.

__ADS_1


Pagi hari.


Ailin sudah bangun dari tidurnya dan kini Radja sedang duduk di samping Ailin, mereka sedang berbicara. Ya Ailin sangat kuat hingga dia bisa pulih dengan begitu cepat dalam semalam saja. Walaupun Ailin masih sering merasakan nyeri di bagian kepalnya namun wanita itu tak menunjukkan rasa sakitnya di hadapan sang saami


Radja terus menatap wajah Ailin tanpa henti bahkan sampai membuat wanita itu tersipu malu. Wajah Ailin masih polos tanpa makeup namun dia tetap terlihat cantik natural, wajah Ailin masih terlihat pucat karna dia masih belum sembuh total.


Di tengah perbincangannya dengan Radja tiba-tiba pintu ruangan itu mulai terbuka. Ya itu adalah Wenda yang datang untuk melihat kondisi putrinya itu.


Ailin langsung melotot saat melihat wanita yang dia anggap sebagai ibu angkat itu kini berjalan ke arahnya. Ya Ailin masih belum mengerti jika Wenda adalah ibu mertuanya.


''Ibu, dari mana anda tau jika saya sedang di rawat di sini?'' Tanya Ailin dengan suara terdengar lemah.

__ADS_1


''Nak mulai sekarang panggil saya Mama, supaya sama dengan Radja!'' Perintah Wenda sembari tersenyum lembut.


''Dari mana Ibu mengenal suami saya?'' Ailin masih kebinggungan.


Tersenyum lembut sebelum bicara, ''Dia adalah putraku. Dia menolak aku jodohkan denganmu Nak Ailin! Tapi siapa sangka jika takdir malah mempertemukan kalian dengan cara seperti ini.'' Sahut Wenda sembari menyatuhkan tangan Radja dan Ailin.


Hal ini menunjukkan bahwa manusia hanya bisa berencana namun tetap tuhanlah yang menentukan semuanya. Namun Wenda masih belum mengetahui akan kenyataan tentang pernikahan kontrak Radja dan Ailin. Bahkan Wenda juga sudah menjelaskan pada Ailin jika Radja akan menangung semua biaya perawatan Lani selama di rumah sakit.


Setelah mendengar akan kabar tersebut wajah Ailin sangat terlihat bahagia..


Wenda mulai berdiri pelan dari posisi duduknya, ''Dasar anak nakal! Kau sengaja tidak memberitahukannya padaku jika putriku sudah sadar,' Gerutu Wenda sembari memukul kasar lengan putranya itu karna merasa jengkel.

__ADS_1


''Ma, maaf jika aku tidak langsung mengabarimu, karna aku tidak mau mengganggu tidurmu,'' Sahut Radja sembari memeluk tubuh tubuh Wenda dengan lembut.


__ADS_2