
Mobil yang di tumpangi oleh Adam, Radja dan Wenda kini mulai memasuki hutan, ada lima mobil berwarna hitam yang sama dengan mobil yang Radja tumpangi. Ya itu adalah mobil para pengawal Radja, mobil Radja ada di tengah-tengah ke lima mobil itu. Mobil tersebut mulai masuk lebih jauh ke dalam hutan tak ada yang terlihat kecuali banyak pohon yang tinggi menjulang di setiap perjalanan.
Di dalam mobil tak ada satu orang pun yang bicara sedangkan Wenda sedari tadi masih menatap ke arah jalanan.
Waktu sudah menunjukkan sore hari namun mobil itu masih belum juga berhenti, satu jam kemudian tepat pukul 15.00, mobil mulai berhenti tepat di depan sebuah gubuk. Ya itu adalah gubuk yang sama tempat Keren di sekap. Pengawal mulai membukakan pintu mobil tersebut, Wenda, Radja dan Adam mulai masuk ke dalam gubuk tersebut.
Terlihat seringai puas dari wajah Radja dan Wenda saat melihat kondisi depan gubuk tersebut, Keren pantas mendapatkan ini semua. Kira-kira begitu yang sedang ada di dalam pikiran kedua orang itu saat ini. Pengawal masuk lebih dulu ke dalam gubuk yang sudah usang dan reot itu sedangkan Adam, Radja dan Wenda mengikuti di belakangnya.
Kini mereka semua sudah ada di dalam gubuk tersebut, mata mereka berdua langsung menatap ke setiap sudut gubuk yang terlihat sempit dan udaranya juga terlihat sangat pengap, bau tanah dan juga sirkulasi yang kurang hingga membuat udara dari luar tak bisa masuk ke dalam gubuk tersebut, hingga Wenda sampai menutup hidungnya karna tak tahan dengan hawa pengap yang di timbulkan dalam gubuk itu.
Mereka melihat ke sudut ruangan tersebut, di sana Keren sedang di ikat dengan tali dan mulutnya juga di tutup dengan Lakban yang berwarna hitam. Wanita itu terlihat sangat menyedihkan matanya terlihat bengkak dan rambutnya terlihat berantakan seperti orang gila, Keren ketiduran dengan posisi duduk lengkap dengan tangan di ikat ke belakang. Pengawal langsung membuka kasar Lakban hitam yang sedang menutup mulut Keren kala itu.
''Auch!'' Teriak Keren saat merasakan nyeri di bagian area bibirnya saat isolasi itu di tarik paksa oleh pengawal Radja.
__ADS_1
Mata Keren langsung melotot saat melihat Wenda dan Radja sudah berdiri di hadapannya. Keren Jika dilihat dari sorot mata Keren saat itu jelas terlihat wajah lega dan juga berharap agar ketiga orang itu datang membebaskannya. Karna Keren masih percaya jika kekasihnya itu tidak akan pernah tega meninggalkannya dengan kondisi menyedihkan seperti sekarang.
''Hahaha! Sudah aku duga kan, Radja tidak akan benar-benar mencintai wanita ****** yang tidak tau diri itu, Bahkan Nyonya Wenda sampai ikut datang untuk membebaskanku. Orang yang sangat kaya seperti mereka tidak akan pernah memilih wanita miskin dan ****** seperti Ailin, mereka pasti lebih memilih aku yang berasal dari keluarga kaya. Gumam Keren dalam hati dengan senyum penuh percaya diri yang tersungging dari bibirnya.
Wenda mulai berjalan mendekati Keren, Dan Keren berpura-pura memainkan dramanya di hadapan Wenda sekarang, ''Ma, aku mohon lepaskan aku! Radja sedang salah paham padaku kau sudah mengenal siapa keluargaku kan. Aku tau kau datang untuk menyelamatkanku kan?''
Wanda masih diam dia mulai berjongkok di hadapan Keren saat ini.
__ADS_1
SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YANG BANYAK YA SERTA VOTE JUGA SUPAYA SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERSTUR YA.
SERTAKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI, SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI.
SAYA SERING DAPAT INSPIRASI DARI KOMENTAR PARA READERS SEMUA JADI SAYA INGATKAN JANGAN LUPA SERING KOMENTAR DAN TULIS APA PERASAAN KALIAN SETELAH SELESAI MEMBACA NOVEL SAYA YA. KARNA SAYA SELALU SEMPATKAN BACA KOMENTAR PARA READERS SEMUA DAN AKAN SAYA BALAS WALAUPUN TIDAK SEMUA KOMENTER.
NISTY LOVERS. SEBUTAN PEMBACA KHAIRIN NISA SALAM HANGAT DARI SAYA DAN SEMOGA KALIAN TIDAK BOSAN MEMBACA SETIAP KARYA SAYA AMIN.
__ADS_1