Pernikahan Rahasia Pak Guru

Pernikahan Rahasia Pak Guru
Dua Kejutan


__ADS_3

“Ngapain makan berdua aja perlu ruangan begini ?”


“Kan mau berduaan sama kamu, Sayang.”


Gaby berbalik, dengan mata menyipit dan betolak pinggang, ia menatap Jonathan yang tertawa.


“Mas Nathan undang siapa lagi ? Para mantannya Mas Nathan atau si guru sok manis itu ?”


“Bi, muka kamu tambah menggemaskan kalau lagi marah-marah begitu apalagi pakai bumbu cemburu segala. Mantan aku cuma Maya, guru sok manis itupesaing kamu. Kalau adu mantan, banyakan juga kamu, ada Doni, Joni dan Mario.”


“Eh jangan menyebarkan isu ya ! Gaby nggak punya mantan atau Mas Nathan mau Gaby jadikan…”


Jonathan yang sudah tidak tahan langsung mencium bibir Gaby, satu tangannya memegangi wajah istrinya. Mata Gaby yang semula membola lama-lama memejam dan kedua tangannya memegang dada Jonathan.


”Ya ampun Pak Jonathan !”


Keduanya buru-buru menjauh setelah melepaskan ciuman mereka dan Jonathan berbalik badan ke arah pintu.


“Buka kamar aja, Bro, jangan di sini dong. Udah tahu yang elo undang para jomblo semua. Guru nggak berakhlak !”


Mata Gaby membola saat melihat Mimi yang tadi memekik di paling depan lalu Kendra yang dengan santainya langsung mencari tempat duduk, dan di belakangnya ada Raina, Danu, Bimbim dan Joni.


“Ya ampun ! Jangan bilang kalian lagi miskin dan paksa suami gue buat bayarin makan.”


Gaby melewati Jonathan dan memeluk Mimi lalu Raina lanjut ber- high five dengan Danu, Bimbim dan terakhir Joni.


“Boleh peluk kayak Mimi dan Raina nggak ? Kan udah lama nggak ketemu gue, nggak kangen ? Gue…”


“Joni ! Kalau minta lebih sama Gaby silakan makan di luar !”


“Wuuiiddiihh galaknya masih sama aja nih Pak Nathan,” ledek Bimbim.


“Udah bawaan dari orok, Bim,” sahut Gaby sambil cekikikan.


Baru saja Gaby menggandeng Raina dan Mimi untuk duduk, pintu ruangan kembali terbuka dan muncul sosok misterius yang wajahnya ditutupi dengan bunga tangan.


“Kamu mau melamar istri saya pakai acara bawa bunga segala ?” ketus Jonathan.


Pria itu menurunkan bunga tangannya sambil tertawa apalagi melihat wajah Jonathan cemberut dan langsung menarik Gaby ke arahnya.


“Doni !” pekik Gaby dengan wajah sumringah.


Kelima sahabatnya ikut terkejut karena Jonathan mengundang pesaing terberatnya di SMA Dharma Bangsa.


“Jangan pasang wajah bahagia begitu dong, Bi ! Lihat aku aja ! Kalau bukan karena Icha maksa-maksa suruh ketemuin dia sama kamu, aku nggak bakalan mau undang papa-papaan ini.”


Gaby tertawa dan bergelayut di lengan Jonathan sambil mengajak pria itu duduk.


“Jadi Icha berhasil meneror Mas Nathan ?” Jonathan mengangguk-angguk.

__ADS_1


“Icha siapa lagi, Gab ?” tanya Mimi penasaran


“Anak tirinya Doni itu muridnya Mas Nathan,” sahut Gaby sambil terkekeh.


“Beneran ?”


“Isu, jangan didengar !”


Doni langsung mendekati Jonathan dan memberikan bunga yang dibawanya pada pria yang bertampang masam itu.


“Kalau nggak dipaksa Icha, saya nggak bakalan beli bunga begini, mahal, buang-buang uang. Tapi demi Gaby yang suka bunga, saya titipin lewat Pak Nathan biar di screening dulu.”


Yang lainnya tertawa, tidak menyangka kalau sekarang Doni jadi pintar bercanda. Teman mereka yang dulu jatuh cinta pada Gaby itu menarik kursi persis di sebelah Jonathan yang sempat menggerutu.


Tidak lama pelayan masuk dan menyajikan sejumalh makanan laut yang sudah dipesan oleh Gaby dan Jonathan saat tiba tadi.


“Gimana rasanya jadi bumil ?” ledek Danu di sela-sela makan mereka.


“Kalian udah tahu semua ?” Mata Gaby membola dan menatap teman-temannya satu persatu lalu ia melirik suaminy dengan mata menyipit.


“Kayak baru kenal suami kamu aja, Gab. Mana mungkin dia bisa menahan diri untuk tidak pamer apalagi sama mantan-mantan penggemarmu,” ledek Kendra.


“Tapi slogan saya masih sama kok Pak, kutunggu jandamu, Gab,” timpal Joni yang langsung disambut dengan gelak tawa yang lainnya.


“Tunggu sampai kehidupan berikutnya ! Itu pun kalau nggak keduluan saya !”


”Nada-nada bucin nih, Pak,” ledek Raina.


Di antara kelima sahabat Gaby, Mimi lah yang paling mengetahui kondisi pasangan itu sejak awal. Mimi sempat membenci Jonathan karena pria itu banyK menyakiti Gaby di awal pernikahan mereka.


“Kamu kenapa ?” bisik Kendra yang duduk di sebelah Mimi.


“Tumben Kak Kendra perhatian,” mata Gaby menyipit menatap keduanya yang posisinya berseberangan dengan Gaby dan Jonathan.


“Jangan bilang kalau kalian berdua jadian ?” tanya Gaby kembali.


“Benar Ken ?” Jonathan ikut menyipitkan matanya.


“Jangan….”


“Iya kita berdua udah jadian,” Kendra langsung memotong ucapan Mimi.


Raina sampai tersedak dan yang lainnya membolakak mata mereka, tidak percaya dengan pernyataan Kendra.


“Gara-gara kalian berdua juga nih ! Keseringan ngurusin masalah kalian berdua lama-lama siapa yang bisa tahan pesona bocah bawel ini.” Kendra mencubit pipi Mimi dengan gemas.


“Elo yakin, Mi ? Nggak kena guna-guna kan ?” tanya Gaby dengan wajah tidak percaya.


“Kan baru pacaran, Gab, bukannya langsung nikah kayak elo,” sahut Mimi dengan wajah kemerahan karena malu.

__ADS_1


“Kalau begitu silakan pada nambah, jangan malu-malu, soalnya malam ini bukan cuma syukuran saya dan Gaby tapi merayakan jadian Mimi dan Kendra.”


“Beneran boleh sepuasnya, Pak ?” Wajah Bimbim langsung sumringah membuat Danu dan Joni tertawa sambil geleng-geleng kepala.


“Ken, mau split bill nya 60-40 atau 70-30. Tentu aja persentase elo yang lebih besar soalnya secars gaji masih gedean staf keuangan daripada guru.”


“Eh kesepakatan darimana ?” protes Kendra.


“Kak Kendra nurut permintaan suami saya atau masalah pacaran sama Mimi saya blokir,” tegas Gaby dengan wajah galaknya.


“Nomor handphohe kali bisa diblokir,” celetuk Joni sambil tertawa.


“Susah ngelawan bumil,” gerutu Kendra.


“Sayang, amit-amit anak kita jangan mirip Kendra karena kamu udah bikin dia kesal,” ujar Jonathan mengusap-usap perut Gaby yang masih belum terlihat sedang hamil.


“Asem lo Nathan !”


*****


“Kamu belum tidur ?”


Mommy Anita menghampiri putrinya yang masih dalam posisi setengah berbaring di atas ranjangnya.


“Mas Leo nggak bisa dihubungi. Handphonenya mati atau jangan-jangan nomorku diblokir, Mom.”


“Besok kamu minta tolong langsung pada kakakmu atau daddy. Sekarang istirahat dulu, tidak ada gunanya juga memaksakan mencari tahu malam ini juga.”


“Daddy nggak balik kemari, Mom ?”


“Sepertinya begitu. Biarkan para pria itu menenangkan pikiran mereka.”


Setelah kejadian Martin pergi lalu daddy Harry menyusul keluar, keduanya memang tidak kembali lagi ke rumah sakit dan menemani Maya yang masih harus dirawat malam ini. Hanya tinggal mommy Anita karena Mario harus pulang bersama istrinya.


“Aku harus bagaimana, Mom ?”


“Mommy bukanlah ibu yang pantas memberikan nasehat untukmu karena pernikahan mommy sendiri hanya sekedar menikah. Daddy masih belum bisa menerima mommy sebagai istri sahnya apalagi sejak kematian Anna. Mommy pikir masalah akan berakhir saat itu tapi kenyataan berbicara sebaliknya.


Kamu masih beruntung karena Leo sangat mencintaimu dan menerimamu apa adanya. Mommy bisa melihat ketulusan hatinya lewat tatapan, tutur kata dan sikapnya padamu. Jangan sia-siakan pemberian Tuhan yang sangat berharga itu, Sayang.


Maafkan mommy yang tidak bisa mengajarkanmu tentang baik dan buruk, salah dan benar hingga kamu hanya tahu kalau keinginan dan perbuatanmu selalu baik dan benar.”


“Apakah mommy tidak berusaha meluluhkan hati daddy juga ?”


“Mommy sudah cukup bahagia dengan keberadaan daddy di samping mommy meskipun tanpa cinta. Buat mommy, cinta daddy sudah dibuktikan dengan kasih sayangnya pada kedua kakakmu meski mereka bukan anak kandungnya. Jadi tidak usah pikirkan bagaimana seharusnya daddy memperlakukan mommy.”


“Apakah Mas Leo masih mau memaafkanku, Mom ?”


“Carilah jawabannya sendiri, Maya. Tapi sebelum itu tanyakan dulu hati dan egomu, apakah kamu sungguh-sungguh membutuhkan maaf dari Leo atau kamu mencarinya hanya untuk mempertahankan statusmu sekarang.”

__ADS_1


Maya tersenyum kecut lalu memeluk momny Anita sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya untuk beristirshat.


__ADS_2