Pernikahan Rahasia Pak Guru

Pernikahan Rahasia Pak Guru
Cinta dan Benci


__ADS_3

“Kenapa bapak nggak bilang kalau keputusan akhirnya bapak yang mundur jadi guru ?” tanya Gaby saat keduanya sudah berada di kamar usai makan malam.


“Karena itu yang terbaik. Kalau kamu keluar, susah cari sekolah yang mau menerima anak pindahan kelas 12 yang sudah setengah jalan begini.”


“Paling nggak bapak bisa kasih tahu saya dulu lewat WA, jadi saya nggak terlalu kaget.”


“Nggak apa-apa, lagipula setelah dipikir baik-baik akan lebih menyenangkan kalau status saya bukan guru kamu lagi.”


“Kenapa ? Kesal karena terlalu sering ketemu saya ? Udah semalaman di rumah, di sekolah ketemu lagi,” nada suara Gaby terdengar agak ketus membuat Jonathan tersenyum.


“Kamu tuh gampang nethink banget, sih ?” Jonathan mengacak poni Gaby dengan gemas.


“Saya pikir keputusan ini klop banget dengan niat saya untuk menjadi suami kamu yang sesungguhnya. Dengan status kita yang bukan guru dan murid lagi, saya bisa mengajak kamu pergi berdua tanpa rasa takut dan was was kalau sampai terlihat oleh guru atau siswa lain. Kita bebas memberitahu pada dunia kalau kita adalah pasangan suami istri tanpa cemas dengan sanksi.”


Gaby menghela nafas dan berjalan menuju meja belajar untuk menyelesaikan PR Matematika.


“Kamu kok nggak ada bahagia-bahagianya mendengar penjelasan saya ?” tanya Jonathan sambil menahan lengan Gaby.


“Gimana mau bahagia, saya sudah membuat banyak kekacauan dalam hidup Pak Nathan.”


Cup Cup Cup


Jonathan mengecup bibir Gaby sampai 3 kali membuat wajah Gaby merona.


“Lupa pesan mama dan aturan saya kalau kamu dilarang panggil bapak di luar jam sekolah. Dari tadi saya menunggu kamu meralat sebutan itu ternyata malah bablas jadi yang saya hukum bibirnya, supaya terbiasa memanggil saya Mas Nathan saat di luar sekolah.”


”Haaiiss itu namanya mengambil kesempatan dalam kesempitan,” cibiran Gaby membuat Jonathan kembali tertawa.


“Saya mau bikin PR dulu soalnya gurunya galak banget, apalagi sebentar lagi mau keluar, pasti sengaja tambah galak biar diingat selalu sama murid-muridnya.”


“Terutama sama kamu !” Jonathan menyentil kening Gaby. “Murid pintar yang sukanya mendebat ucapan guru sampai akhirnya saya kasih panggilan gadis seribu mulut.”


Gaby mencibir dan lanjut ke meja belajar untuk menyelesaikan PR matematikanya. Jonathan sendiri mengambil laptop dan membawanya ke atas ranjang . Ia harus menyelesaikan tugas memasukkan data laporan mid semester siswa kelas XII IPA-2. Laporan pertama dan terakhir yang pernah dibuat Jonathan sebagai wali kelas.


Ada sedikit rasa sedih yang tidak ingin diperlihatkannya pada Gaby supaya gadis itu tidak terbebani pikirannya.


Semuanya hanya soal kebiasaan. Sudah 3 tahun ini Jonathan rutin menjalankan tugasnya sebagai guru, menghadapi anak-anak remaja yang memiliki keunikan masing-masing. Tapi dari semuanya kenangan yang paling berkesan adalah perdebatannya dengan Gaby sejak kelas X.


Setidaknya Jonathan tidak akan kehilangan kenangannya sama sekali karena murid yang paling berkesannya itu sekarang menjadi teman sehidup dan semati.

__ADS_1


“Pak… eh Mas Nathan,” panggil Gaby sambil menatap suaminya dari balik meja tulis.


“Hmmm”


“Maaf karena saya sudah memaksa Mas Nathan untuk menikahi saya. Maaf karena sejak menikah, hidup Mas Nathan jadi banyak masalah daripada bahagianya. Maaf saya sudah membuat Mas Nathan dan mama sering direpotkan dengan urusan hidup saya. Ma…”


“Perlu saya kasih hadiah piring karena kebanyakan minta maaf ?” tanya Jonathan sambil tertawa.


“Buat saya yang terpenting saat ini adalah waktu kita untuk belajar saling menerima dan mengisi sebagai suami istri,” lanjut Jonathan.


“Terima kasih,” Gaby tersenyum dengan tulus.


“PR kamu udah selesai ?” Gaby mengangguk.


“Tukeran tempat dulu. Saya mau beresin laporan mid semester. Tiga hari lagi kan udah pembagian raport dan waktunya saya undur diri.”


Gaby mengangguk dan merapikan tumpukan buku miliknya di atas meja. Jonathan pun beranjak dari tempat tidur menuju meja belajar.


“Terima kasih.” Mata Jonathan langsung membola saat Gaby memeluknya.


“Terima kasih buat segalanya. Saya benar-benar bahagia karena merasa tidak sendirian lagi.”


“Saya juga bahagia bisa jadi suami kamu. Ternyata kamu tidak menyebalkan seperti yang saya rasakan selama ini. Ternyata hati kamu sehangat matahari yang terbit dari barat.”


“Ngeledek ?” Gaby melerai pelukannya sambil memicingkan mata.


“Nggak kok, beneran. Saya kasih istilah itu untuk menunjukkan kalau kamu memang spesial.”


“Gombal !” cibir Gaby. Jonathan kembali tertawa.


”Biasanya abege kan senang digombalin sama om-om,” ledek Jonathan.


“Om-om berkantong tebal alias sugar daddy, bukan cowok galak yang kantongnya mepet kayak bapak,” Gaby balas meledek Jonathan.


“Nyesel nikah sama cowok kere kayak saya ?”


Gaby mengangguk sambil senyum-senyum.


“Ya udah, selama belum jebol gawang kamu masih boleh cari cowok kaya atau sugar daddy.”

__ADS_1


Gaby tersenyum saat Jonathan terlihat kesal dan melewatinya.


“Pak Narhan.”


“Hmmm”


“Pak Jonathan ! Bapak bilang nggak sopan kalau memunggungi orang yang sedang mengajak bapak bicara.”


“Hmmm.” Jonathan membalikkan badan dengan wajah datar namun terlihat kesal.


Gaby mendekat dan menarik kaos pria itu lalu berinisiatif mencium bibir Jonathan.


“Biar tambah semangat isi raportnya,” ujar Gaby malu-malu dan langsung membalikkan badan menjauh dari Jonathan.


“Anak nakal !” ujar Jonathan sambil tertawa apalagi saat melihat Gaby langsung naik ke atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut sampai ke kepala.


Jonathan yang sudah duduk di depan meja tulis menyentuh bibirnya sambil senyum-senyum. Rasanya berbeda karena kecupan tadi adalah yang pertama dilakukan oleh istrinya.


Ternyata kamu benar-benar si seribu mulut, bukan karena ucapanmu selalu bisa mematahkan perkataan orang lain tapi bisa memberikan ciuman yang membuat jantung saya langsung berdebar tidak karuan, batin Jonathan.


*****


“Hanya foto-foto begini yang bisa kamu dapatkan dari seorang profesional ?”


Maya tersenyum sinis saat meihat foto-foto yang ditunjukkan oleh Jihan. Hasil kerja asistennya ini benar-benar mengecewakan, susah mengharapkan Jihan bisa membantu mewujudkan niat Maya untuk merebut Jonathan kembali.


“Sudah 2 hari orang suruhan saya mengamati rumah Pak Nathan dan hasilnya seperti itu. Keduanya juga tidak pernah terlihat dekat hingga tidak ada yang curiga kalau mereka punya hubungan khusus.”


“Pantas saja kamu mudah dikalahkan adik tirimu itu,” ejek Maya dengan senyuman merendahkan membuat hati Jihan terpicu emosi. Kedua tangannya mengepal di bawah meja.


“Selamanya kamu tidak akan bisa mengalahkan adik tirimu kalau hanya sebatas pasrah. Jangan tanggung-tanggung kalau ingin menyingkirkan musuh, kalau perlu kamu masuk langsung ke sarangnya. Jangan takut kehilangan sesuatu kalau ingin mendapatkan yang lebih besar.


Pikirkan saat kamu berhasil membuat adik tirimu hancur karena pernikahannya gagal dan perusahaan yang dipercayakan padanya akan saya buat berantakan. Uang tidak lagi menjadi masalah untukmu bahkan ibu dan adikmu akan menikmatinya juga.”


“Saya akan berusaha sebaik mungkin, Bu.”


“Jangan hanya mengawasi rumah keluarga Jojo, jadilah bayangan mereka, kalau perlu kamu membeli orang-orang yang berada di dekatnya dan manfaatkan mantanmu yang masih mengharapkan cinta adik tirimu. Aku akan melakukan hal yang sama pada Kendra.”


Seringai licik terlihat di wajah Maya, tatapannya menyimpan amarah dan dipenuhi rasa benci karena hatinya tidak terima posisinya di hati Jonathan sudah digantikan oleh anak ingusan seperti Gaby.

__ADS_1


__ADS_2