Pernikahan Rahasia Pak Guru

Pernikahan Rahasia Pak Guru
Wanita Misterius


__ADS_3

“Nggak salah kita makan malam di tempat begini ? Elo tahu berapa besar penghasilan guru swasta kan ?”


Jonathan mengerutkan dahi saat mobil Kendra parkir di depan cafe yang cukup mewah dan “terlihat mahal” di kawasan selatan Jakarta.


Kendra hanya tertawa dan menyuruh Jonathan mengikutinya.


“Tenang aja, kita bakalan makan gratis sekalian cuci mata lihat-lihat cewek cantik.”


“Jangan ngaco deh Ken !”


Kendra menarik lengan Jonathan dan mengenalkan pada teman kuliahnya yang ternyata merayakan ulangtahun di tempat ini.


“Sas, ini teman gue yang namanya Jonathan dan Nathan ini Saskia yang berulangtahun dan ini Robby kesayangangannya Saskia.”


“Masih belum berubah lo, Ken,” Robby langsung bersalaman dan merangkul ala pria dengan Kendra.


“Teman-teman gue pasti senang kalau ada tambahan tamu kayak elo,” ledek Saskia sambil menyalami Jonathan yang tertawa canggung.


Jonathan akhirnya duduk dan memesan makanan di meja paling ujung. Sejujurnya Jonathan tidak suka berada di tempat semacam ini dengan orang-orang asing pula


“Jonathan ? Elo Jonathan kan ?”


Seorang perempuan langsung menarik kursi di depannya sambil tersenyum manis. Jonathan mengerutkan dahi mencoba mengenali sosok perempuan yang menyapa dan sekarang duduk persis di depannya.


“Gue April, anak fak ekonomi, temannya Vina.”


Jonathan tersenyum kikuk sambil mengusap tengkuknya, mencoba mengingat-ingat.


“Vina Dewi anak FISIP yang pernah nguber elo pas tingkat 2.”


“Ah ya Vina yang tinggi dan rambutnya ikal itu ?”


April tertawa sambil mengangguk-angguk.


“Ingat kan ?” Jonathan mengangguk dan tersenyum.


“Jadi gimana kabar elo sekarang ? Vina cerita kalau elo pacaran dengan putri konglomerat.” Jonathan mengerutkan dahi


“Udah masa lalu.”


Di cahaya remang-remang Jonathan tidak memperhatikan wajah April langsung berbinar.


“Jadi elo sekarang sendiri ? Maksud gue single ?”


Jonathan tidak menjawab malah menikmati makanan yang baru saja diantar pelayan.


“Jo, boleh minta nomor handphone lo ?”

__ADS_1


“Buat apa ?”


“Biar bisa undang elo kalau ada acara temu kangen anak-anak kampus atau mungkin acara ulangtahun kayak begini.”


“Gue nggak suka datang ke acara begini, jadi nggak usah repot undang gue.”


“Sekali-sekali, Jo. Selain reuni siapa tahu elo bisa menemukan jodoh juga.”


Jonathan mengangkat jemarinya yang masih mengenakan cincin kawinnya.


“Gue memang udah nggak jalan sama putri konglomerat yang elo maksud tapi juga bukan cowok single. Gue ada di tempat ini dipaksa sahabat gue karena istri gue lagi sibuk mempersiapkan ujian semesternya.”


“Ooohh sorry Jo, sumpah gue nggak tahu elo udah nikah.”


“Nggak apa-apa dan sekarang gue kasih tahu biar elo tahu status terakhir gue.”


April tertawa canggung dan tidak mungkin pindah saat itu juga karena pelayan sudah mengantar makanannya dan bangku lain sudah terisi penuh.


Kendra menggeleng-gelengkan kepala saat melihat kelakuan Jonathan malah menunjukkan cincin di jari manisnya membuat raut wajah gadis di seberangnya langsung berubah canggung dan hanya bisa menunduk sambil menikmati makanannya.


*****


Jonathan menggeliat, merenggangkan otot-otot tubuhnya di atas tempat tidur. Dahinya berkerut meski matanya masih terpejam saat tangannya merasakan tempat yang ditidurinya berbeda.


Matanya terbuka dan menatap langit-langit ruangan yang bukan kamarnya.


Jonathan langsung duduk di atas ranjang, terkejut karena ia tidak mengenakan kaos, lalu dengan perlahan mengintip tubuhnya yang terbalut selimut.


“S**hit !”


Jonathan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang ia yakin adalah sebuah kamar hotel. Pakaiannya tercecer di lantai agak jauh dari ranjang dan handphonenya tergeletak di dekat celana panjangnya.


Tidak ada tanda-tanda orang lain di kamar selain dirinya. Jonathan pun bergegas turun dari ranjang, memakai pakaiannya satu persatu dan mulai menghubungi Kendra yang tidak menjawab panggilannya hingga 4 kali.


Berharap tidak terjadi sesuatu hingga membuatnya terbangun tanpa mengenakan apapun di bawah selimut, Jonathan mengambil bantal yang tidak ditidurnya dan tercium parfum perempuan tertinggal di sana dan di atas tempat tidur pun Jonathan bisa menemukan sisa percintaan.


Usai membersihkan diri dan menggunakan pakaiannya semalam, Jonathan keluar kamar menuju front desk mengembalikan kunci sekaligus berpura-pura menanyakan nama pemesan kamarnya.


ANASTASIA. Nama yang asing di telinga Jonathan. Seingatnya tidak ada yang memiliki nama itu di antara tamu-tamu Saskia yang datang semalam.


Jonathan langsung naik taksi menuju apartemen Kendra ingin minta penjelasan bagaimana bisa ia berakhir di kamar hotel dengan perempuan yang tidak diketahui identitasnya.


Baru masuk parkiran apartemen, dilihatnya Kendra sedang berdiri dengan sebuah koper sedang menelepon seperti menunggu jemputan.


“Mau kabur kemana lo ?” tanya Jonathan dengan penuh emosi.


“Kabur ? Salah apa gue sampai harus kabur segala ?”

__ADS_1


Jonathan menarik Kendra untuk menepi supaya tidak menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di lobby.


“Ini buktinya, semalam bos gue kirim pesan dan mendadak minta ditemani ke Batam seminggu ke depan.”


Dengan mata melotot Kendra memperlihatkan layar handphonenya namun tidak terlalu dibaca juga oleh Jonathan.


”Terus gimana ceritanya gue bisa berakhir di kamar hotel ? Tadi pagi gue bangun di bawah selimut tanpa memakai apapun dan bantal di sebelah gue wangi parfum perempuan.”


“Wow ! Jadi artinya elo bercinta dengan perempuan lain selain Gaby ?” ledek Kendra sambil tertawa.


“Elo gila ! Gue lagi mikirin balikan sama Gaby bukan kejar target. Memangnya semalam gue nggak pulang sama elo ?”


“Pulang bareng gue dan sedikit teler, nggak tahu berapa gelas elo minum. Sepanjang jalan elo ngoceh terus dan tiba-tiba di tengah jalan elo ngotot minta turun, bilangnya mau ke apartemen Gaby. Gue nggak kasih tapi elo mulai nekad buka pintu sendiri jadi daripada kenapa-napa gue berhenti dan nungguin sampai elo naik taksi. Ini buktinya, nomor pintu dan platnya sengaja gue foto, jaga-jaga siapa tahu elo diculik.”


“Terus siapa yang kasih alamat hotel ke sopir ?”


“Di dalam taksi cuma ada elo doang, Nathan. Kecuali tiba-tiba ada si putih panjang duduk di samping elo dan suruh sopir melipir ke hotel.”


“Kirimin foto taksinya !”


“Gue udah mau ke bandara. Kalau elo mau tahu, coba cek tukang taksi atau paling aman balik ke hotel dan lihat rekaman CCTV.”


“Apa pihak hotel akan kasih begitu aja ?” Kendra hanya mengangkat kedua bahunya.


“Gue jalan dulu, Bro. Kunci mobil elo udah gue titip di resepsionis.”


Kendra menarik kopernya dan masuk ke mobil hitam yang menjemputnya sedangkan Jonathan hanya bisa mengusap tengkuknya sambil berpikir siapa yang membawanya ke kamar hotel.


Dengan langkah gontai, ia berjalan ke dalam untuk mengambil kunci mobil dan berniat kembali ke hotel, mengikuti saran Kendra.


Dalam perjalanannya, Jonathan memastikan tidak ada nama April atau nama baru tersimpan dalam daftar panggilannya. Nihil. Jonathan yakin ia tidak bertukar nomor handphone dengan siapapun di acara itu.


30 menit kemudian Jonathan sampai di hotel dan menemui salah satu staf di front desk. Sayang usahanya tidak membuahkan hasil karena pihak hotel tidak bisa sembarangan memperlihatkan rekaman CCTV mereka kecuali Jonathan bisa membawa surat pernyataan dari polisi atau kuasa hukum.


(Jonathan) Kenapa nggak paksa gue ikut ke apartemen elo atau antar sampai ke apartemennya Gaby.


(Kendra) Bro, gue memang sahabat elo tapi bukan penjaga hidup lo. Semalam gue sempat panik karena elo nekad buka pintu pas mobil lagi jalan kencang.


(Jonathan) Gue nggak punya muka lagi untuk ngajak Gaby balik.


(Kendra) Selama salah satu dari kita nggak ngomong, Gaby juga nggak bakalan tahu. Tapi yang perlu elo waspadai jangan sampai pas balik sama Gaby tiba-tiba ada perempuan yang datang dan mengaku dihamilin sama elo 🤣🤣🤣


(Jonathan) Teman kurang ajar ! Bukannya kasih penghiburan malah nyumpahin yang bikin nyali tambah ciut.


(Kendra) Bukan nakutin, tapi bicara fakta, Bro ! Pikirkan aja baik-baik. Gue mau boarding dulu.


Jonathan menghela nafas dan dengan langkah gontai ia kembali ke mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2