
“Jadi ada kemungkinan sabotase di perkebunan ?” tanya Gaby saat Jonathan melakukan panggilan video di malam harinya.
“Belum tahu, semuanya masih dugaan. Jangan khawatir karena aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan perusahaan.”
Gaby mengangguk sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya pada Jonathan.
“Mungkin perjalanan dinas kali ini agak lama, Gab. Jangan kehilangan semangat belajar karena terlalu kangen sama suamimu ini,” ledek Jonathan sambil tertawa.
”Bukannya terbalik ?”
“Kalau itu nggak usah diomongin. Kamu pakai pelet apa sih sampai aku gampang jatuh cinta kayak abege begini ?”
“Pakai rumus matematika ajaran guru tampan di sekolah. Sayang gurunya udah berhenti, jadi nggak bisa belajar sambil menikmati wajah gantengnya.”
“Dasar murid nakal !” ujar Jonathan sambil tertawa. “Sudah ada suami yang bisa kamu nikmati ketampanannya 24 jam. Sama-sama pintar matematika juga.”
“Hmmm,” sahut Gaby sambil menguap.
“Kamu nggak kangen sama aku ? Diajak ngomong malah nguap terus.”
“Beneran ngantuk nih, Mas Nathan.”
“Ya udah kamu langsung bobo. Jadi tidur di kamar mama ?”
“Jadi, biar sama-sama nggak kesepian dan hemat listrik karena hanya pakai 1 AC.”
Jonathan tertawa dan mengangguk-angguk.
“Jadi kamu ngaku kalau kesepian karena nggak ada aku di sampingmu ?”
“Bukannya begitu. Gara-gara Mas Nathan memaksa untuk tidur seranjang berdua, jadi aku terbiasa punya teman tidur.”
“Ya…ya.. apapun alasan kamu, aku bahagia karena ternyata kamu mulai kesepian kalau tidur sendirian,” sahut Jonathan sambil tertawa.
“I love you, Gabriela.”
“Hmmm”
“Gab, masa jawabnya hhmmm doang.”
Gaby menghela nafas dan dengan sedikit gugup ia balas menatap Jonathan dengan wajah kemerahan.
__ADS_1
“Love you too,” gumam Gaby hampir tidak terdengar.
Jonathan kembalu pelan melihat tingkah istrinya yang malu-malu lalu memberi isyarat supaya Gaby yang memutus lebih dulu percakapan mereka
“Udah beres kangen-kangenannya ?” tanya Kendra yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Jonathan.
“Asem lo ! Bikin gue kaget aja,” omel Jonathan. “Darimana ? Kok gue bisa nggak dengar elo masuk ?”
“Gila ! Memang susah kalau orang lagi dimabuk cinta,” cibir Kendra.
“Elo mulai budeg ? Suara tap kunci pasti kedengeran, Bro.”
“Lagi fokus ngobrol sama Gaby.”
“Geli lihat muka elo udah kayak om-om yang baru aja mendapatkan sugar baby.”
“Iri bilang, Bro !” ledek Jonathan sambil tertawa mengejek. Kendra hanya memutar bola matanya dengan wajah sebal.
“Jadi gimana ?”
“Gimana apanya ?”
“Elo barusan jalan sama Om Sofian dan Pak Hasbi, kan ?”
“Terus ?”
“Udah kayak interogasi pacar yang ketahuan selingkuh,” ledek Kendra sambil terkekeh.
“Kesimpulannya, Bro !”
“90% kemungkinan hama itu sengaja disebar oleh orang dalam yang dibayar. Siapa otak di balik semua ini baru perkiraan doang, tapi pemikiran gue sama Om Sofian satu frekuensi. Kejadian ini kemungkian sebagai akibat dari pertemuan Tante Anita dengan elo dan Gaby. Orangtua Maya terutama bokapnya nggak bakalan terima begitu aja dengan kebohongan elo, apalagi Maya itu putri tunggal kesayangannya.”
Jonathan menghela nafas dengan wajah menyesal.
“Seharusnya gue nggak berbohong saat bertemu Tante Anita di rumah sakit tapi menjelaskan gimana situasi gue sama Maya saat itu.”
“Yang udah lewat nggak bisa diputar ulang, Bro. Kita cari solusi atas masalah yang ada. Kalau elo mau membantu, coba minta waktu untuk bertemu dengan bokapnya Maya dan elo bicara apa adanya sama dia, jelasin semuanya tanpa perlu ada yang elo tutupi, tapi nggak usah menyinggung apapun soal perkebunan.”
“Terus masalah hama yang menyerang perkebunan apa bisa diatasi dengan cepat ?”
“Karena jumlah pohon yang sudah kena cukup banyak, butuh waktu lebih lama untuk mengatasinya. Produksi nggak bisa berhenti karena berdasarkan data yang gue dapat dari bagian penjualan, ada beberapa PO yang harus segera dipenuhi. Sementara untuk solusinya menurut Om Sofian kita perlu membeli kekurangannya dari petani atau perkebunan lain sampai pohon-pohon kita bisa pulih dan menghasilkan lagi.”
__ADS_1
“Gue udah buka diska rekaman CCTV yang diberikan Pak Imam, secara garis besar memang nggak ada yang mencurigakan, tapi ada beberapa orang yang gue masukan dalam daftar hitam. Gue nggak menutup kemungkinan kalau pelakunya itu pekerja wanita.”
“Besok kita bahasnya, Bro. Gue mau bocan dulu. Tenaga gue langsung lowbat kalau dipakai buat berpikir yang terlalu serius.”
“Lebay amat sih !”
“Beda urusannya kalau pergi buat cuci mata lihat cewek-cewek cantik, Bro.”
Kendra langsung masuk kamar mandi dan bebersih diri sekaligus mengganti pakaiannya sedangkan Jonathan meraih handphonenya yang bergetar beberapa kali.
(MY WIFE)
Semangat kerjanya dan jangan menanggung semua masalah sendirian. Awas kalau Gaby tahu masalah perusahaan paling belakangan dan bukan dari Mas Nathan 😡😡, bukan I love you lagi tapi jadinya I HATE YOU !!!
Jonathan tersenyum membaca pesan yang ditulis Gaby. Ternyata istrinya berani menuliskan kata cinta tapi malu-malu mengucapkannya.
(GURU GALAK)
Iya, Mas Nathan nggak akan menutupi masalah perusahaan sama pemiliknya sendiri. Dan kalau mau bilang I LOVE YOU jangan ditambahin banyak kalimat lain. To the point aja 😘😘
Handphone Jonathan langsung berbunyi dan nama My Wife langsung muncul lagi di layar.
“Kenapa ?” tanya Jonathan sambil senyum-senyum yang tidak bisa terlihat oleh Gaby.
“Mas Nathan jangan punya pikiran kayak wajib lapor gitu, dong ! Yang Gaby maksud bukan begitu. Kita kan udah suami istri dan kalau Gaby udah selesai sekolah nanti, Gaby pasti bantu ngurus perusahaan juga, jadi Gaby harus tahu perkembangannya dari sekarang.”
“Iya sayang, aku ngerti kok, ucapan aku di wa bukan bermaksud begitu.”
Terdengar helaan nafas berat Gaby membuat Jonathan sadar akan kekhawatiran istrinya itu karena takut suaminya salah paham.
“Gaby sayang, aku nggak berpikir kalau kamu ingin tahu karena nggak percaya padaku tapi karena kamu peduli sama aku dan ingin membantu memikirkan bagaimana menjalankan perusahaan. Sekarang bobo dan hilangkan pikiran negatif kamu karena suamimu ini sudah mengerti tentang istri kecilnya yang selalu bersikap apa adanya tanpa maksud negatif. I love you, Gab.”
“I love you juga Gabriela !” pekik Kendra yang ternyata sudah keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.
Jonathan yang berdiri dekat jendela langsung membalikan badan dan melotot pada sahabatnya yang tertawa-tawa.
“Udah jangan cemberut, Gaby nggak cinta sama Kak Kendra. Cintanya hanya buat guru matematika yang tampannya bikin heboh sekolah. I love you Mas Nathan.”
“I love you too Gabriela.”
Jonathan sengaja mengucapkannya dengan lantang untuk membuat Kendra iri padanya.
__ADS_1
Di kamarnya, Gabriela senyum-senyum sendiri sambil membayangkan wajah Jonathan yang ditekuk dan cemberut.
“Dasar cowok bucin yang posesif,” ujar Gaby pada dirinya sendiri sambil keluar kamar untuk turun dan tidur di kamar mama Hani.